My Possesive Husband

My Possesive Husband
208. SEBUAH SIMULASI?


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Setelah melakukan percakapan serius dengan Elden semalam, Sean semakin bertekad untuk lebih kuat dari sebelumnya.


"Aaa.." Ujar Dara dengan menyuapi sesendok bubur wortel ke suaminya. Dengan senang hati, Sean menerima suapan itu dengan lahap.


"Nyam.. Nyam.. Nyam.." Dengan gemas Dara menirukan gaya makan suaminya.


Sean yang melihat itu langsung tertawa dengan renyah. "Kamu tau sayang, kamu itu makin gemesin." Dengan gemas Sean mengacak pelan rambut istrinya.


"Aku sudah tau itu. Aku memang menggemaskan." Jawab Dara dengan penuh percaya diri. Lalu, pandangan Sean langsung tertuju ke arah kalung yang bertengger manis di leher jenjang istrinya. "Sayang, bukankah kemarin kalung itu tidak ada?" Tanya Sean dengan menatap fokus ke wajah istrinya.


Dara mengangguk. "Iya hubby. Memang kemarin kalung aku tidak ada. Kalung aku memang direbut Alice waktu itu. Namun, tiba-tiba Nick memberikannya padaku kemarin sebelum kamu sadar." Jawab Dara menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


Sean yang mengetahui itu langsung terbakar api cemburu. Hatinya bergemuruh dengan pikiran yang mulai melayang kemana-mana. Sean takut jika hubungannya ditikung oleh sahabatnya sendiri. Apalagi sampai direbut oleh sahabat sendiri. Menurutnya itu tidak lah elite sama sekali.


Ceklek


Pintu kamar terbuka. Disana ada Nick dan Darren dengan membawakan sebuah bingkisan yang cukup besar.


"Bagaimana kabar mu bung?" Tanya Nick. Mengabaikan tatapan tajam dari Sean. Dengan santainya Nick yang baru datang langsung masuk kedalam ruang inap Sean. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Nick langsung masuk begitu saja. Maklum, Nick adalah sahabat Sean, jadi jangan heran jika Nick bersikap seperti ini.


Begitupun juga dengan Darren. Darren ikut masuk dan meletakkan bingkisannya yang telah terbungkus rapi.


"Keadaan ku mulai membaik." Jawab Sean dengan memakan makanannya.


Dara yang melihat jawaban dingin suaminya langsung menggeleng pelan. "Yang kalian bawa itu apa?" Tanya Dara dengan menatap bingkisan yang cukup besar itu. Terlihat sangat mewah, cantik dan begitu rapi. Dara menjadi bertanya-tanya, apakah ada yang sedang ulang tahun disini?


"Itu hadiah untuk calon bayi kalian. Aku hanya bisa memberinya sekarang. Karena nanti aku tidak bisa datang di saat anak kalian lahir." Sahut Darren menjelaskan.


Dara mengangguk. "Terimakasih Darren. Kamu sungguh baik sekali." Ucap Dara dengan tersenyum tulus. Setelah itu pandangan Dara beralih ke suaminya. Disuapi nya suaminya dengan bubur wortel yang hampir habis. Sedikit lagi acara suap-menyuapi suaminya akan selesai.


Darren yang melihat kemesraan itu hanya bisa diam dan menyembunyikan perasaan yang sedang ia rasakan sekarang dengan ekspresinya yang datar. Darren adalah orang yang sangat baik dalam menyembunyikan perasan lukanya. Paling pintar dalam menyembunyikan luka yang ia rasakan.


Berbeda dengan Nick. Dari wajahnya saja Nick sudah terlihat putus asa dan patah hati. Namun, Nick masih berusaha tersenyum untuk menutupi rasa sakit di hatinya. Demi melihat kebahagiaan perempuan yang ia cintai Nick rela tersenyum dalam luka. Demi melihat perempuan yang cintai, Nick rela mengorbankan dirinya untuk kebahagiaan perempuan yang ia cintai. Sungguh, Nick yang awalnya suka dengan one night stand yang telah menjadi rutinitasnya kini mulau beralih. Nick sudah tidak melakukan dengan perempuan manapun. Kecuali Rara dan Flow, Nick masih bisa melakukannya. Apalagi aroma tubuh Rara yang hampir mirip dengan Dara. Hal itu membuat kegilaannya semakin menjadi-jadi.


Darren mengambil duduk di hadapan Nick. Salah satu kaki kanannya ia naikkan di paha kaki sebelah kiri. Sedangkan tangannya sibuk memainkan ponselnya.


"Sebentar lagi renovasi di Mansion kalian akan segera selesai." Ujar Nick.


Dara yang mendengar itu langsung menaikkan sebelah alisnya. "Renovasi?" Ujar Dara mengulangi perkataan Nick dengan penuh tanda tanya.


"Iya sayang. Mansion kita sedang di perbarui. Daddy yang memperbaruinya dari beberapa hari yang lalu. Daddy mengubah sistem kerja di mansion agar lebih canggih lagi. Daddy tidak ingin kejadian yang kemarin terulang lagi. Makanya Daddy melakukan itu." Sahut Sean menjelaskannya.


Perasaan Dara langsung menghangat setelah mendengar penjelasan itu. "Hubby aku ingin setelah kita pulang ke mansion kita nanti, kita merayakannya. Aku juga ingin melihat Rara. Aku sungguh merindukannya."


Deg


Nick yang mendengar nama Rara disebut oleh Dara langsung terkejut.


Darren yang melihat keterkejutan itu langsung tersenyum tipis. Tidak heran dengan reaksi yang di tunjukkan oleh Nick tadi. Iya Darren selama ini mengetahui jika Nick mengurung Rara. Menyiksa Rara dengan bengis. Dan sialnya Rara terkurung di apartemennya sendiri.


"Iya sayang. Aku akan mengundang Rara untuk mu." Jawab Sean menyanggupi permintaan istri kesayangannya.


Setelah itu Dara segera meletakkan mangkuk yang kosong itu ke atas nakas. Lalu, beralih mengambil tisu untuk membersihkan sisa makanan di bibir suaminya.


"Jadi ini rasanya menyukai perempuan yang telah menjadi milik orang lain?" Ujar Darren dalam hatinya.


"Tuan kami ingin bekerja sama dengan anda." Ujar salah satu orang yang duduk berhadapan dengan Garvin.


Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya. "Apa yang akan aku dapatkan dari mu jika aku bekerja sama dengan perusahaan mu?" Dengan suara yang terkesan dingin Garvin mengatakannya. Kedua kakinya ia angkat dan ia taruh atas meja. Badannya yang penuh tato serta aura intimidasi membuat irang yang berada di sekitarnya merasa terintimidasi.


"Kami akan memberikan keuntungan perusahaan sekitar 45% untuk anda." Jawab pria tersebut.


Garvin yang mendengar itu lantas berdiri. Setelah itu tubuhnya sedikit menbungkuk dengan kedua tangan ia taruh di atas meja.


"Bukankah kau adalah Ronald yang bekerja sama dengan perusahaan adek ku?"


Adek? Ya mereka tau siapa yang dimaksud adek oleh Garvin. Siapa lagi jika bukan Sean Crishtian. Sang ketua Geng Mafia Crowned Eagle sekaligus CEO perusahaan SC Technology.


"Apa kau sedang bercanda dengan ku?" Ujarnya lagi.


Suasana langsung terasa tegang. Semua orang yang berada di ruang rapat langsung bungkam.


"Aku tidak ingin bekerjasama dengan penghianat seperti mu."


Sontak saja perkataan Garvin tadi membuat Ronald langsung naik pitam. "Kau mengataiku seorang penghianat? Lalu apa bedanya dengan kau? Kau bahkan diam ketika Mansion saudara dan kedua orang tua mu di kepung." Bentak Ronald dengan bangkit dari duduknya. Jarinya menunjuk tepat ke arah wajah Garvin.


Garvin yang melihat itu langsung mengusap wajahnya. "Aku kasih tau kau, kau sekarang berada di tempat kekuasaan ku. Jika ingin nyawamu selamat sebaiknya kau jaga sikap mu." Ujar Gravin dengan menekan setiap perkataannya.


Ronald yang diperingati seperti itu langsung duduk dan kembali di tempatnya. Sedangkan 19 orang yang lain hanya terdiam di tempatnya. Mereka tidak ada keberanian untuk ikut campur. Mereka semua masih sayang dengan nyawanya. Apalagi mereka sedang berada di wilayah Garvin. Kekalahan dan kematian bisa mengancam nyawa mereka kapan saja.


Kedua bola matanya yang tajam menatap wajah Ronald dengan sebuah seringai tipis menakutkan yang tersungging di bibirnya. "Aku beri tau kau Ronald, peristiwa kemarin hanyalah sebuah simulasi pertarungan untuk ku. Itu belum pertarungan yang sebenarnya." Ujar Garvin dengan suara rendah namun mematikan.


Tubuh mereka langsung membeku di tempatnya.


Simulasi? Apa mereka tidak salah dengan pendengarannya?


Peristiwa kemarin yang menimpa di Mansion Sean Crishtian itu di anggap sebuah simulasi oleh Garvin. Bahkan itu sudah mengancam nyawa Sean. Lalu bagaimana dengan pertarungan yang sebenarnya?


Mereka langsung bergidik ngeri sendiri jika membayangkannya.


***


Hayo main tebak-tebakan lucu sama AuthorπŸ˜‚πŸ₯° Seru kan mainnya? Mikirin teori, kode, sikap tiap tokoh dan harus memperhatikan setiap perkataan tokoh dalam ceritaπŸ₯°πŸ˜€


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🀘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀