
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Karena kedua kakimu, kau malah lari dariku. Mungkin dengan mematahkan salah satu kakimu maka kamu tidak akan bisa lari dariku."
Dara menggeleng takut. "Jangan Sean." Lirihnya pelan.
Namun seakan tuli, Sean langsung mengerahkan tongkat kayunya ke arah salah satu kaki istrinya dan dipukulnya dengan kuat.
"AAARGHHH" Jeritan kesakitan langsung keluar dari bibir mungil itu.
Bodyguard yang melihat tindakan bos mereka sungguh terkejut.
Inilah Bos Mafia Penguasa Eropa. Pembunuh berdarah dingin, yang akan membunuh atau menyiksa siapapun yang berani menentangnya dan menghianatinya.
Mereka tau, jika Sean merasa takut kehilangan istrinya. Tapi, tidakkah ini berlebihan?
Iya, tapi sebagian orang menganggap ini sangat berlebihan. Cara yang salah. Tapi, inilah cara Sean membuat istrinya tak akan kabur atau lari darinya. Membuat efek jera pada istrinya. Cukup Raya yang pergi meninggalkannya dan menghianatinya. Jangan sampai Dara, istrinya melakukan hal yang sama. Sean akan melakukan apapun untuk mempertahankan Dara tetap berada disisinya. Tak akan ia biarkan orang lain atau bahkan pria lain datang merebut miliknya. Cukup Raya yang direbut oleh pria lain. Dara jangan. Sean akan melakukan segala cara untuk membuat Dara, istrinya tetap berada disampingnya. Sean tidak akan membiarkan orang lain masuk kedalam hubungannya.
Dara jatuh tak sadarkan diri, setelah menerima pukulan kuat dikakinya. Bahkan bunyi nyaring dari pukulan Sean sangatlah terdengar, membuat para bodyguard merinding mendengarnya. Ingin sekali mereka menolong istri bosnya itu. Akan tetapi mereka juga takut dengan konsekuensi yang harus ia terima jika berani menentang bos mereka. Karena nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya.
Sean tersenyum miring melihat istrinya yang telah pingsan. Dibuangnya tongkat itu secara asal. Lalu, badannya jongkok, mensejajarkan dengan tubuh istrinya. Diusapnya pelan wajah cantik itu. "Kamu milikku." Ujarnya tegas.
Digendongnya tubuh mungil itu ala bryde style. Sean tersenyum tipis melihat wajah cantik istrinya yang dibasahi oleh air mata. Lalu, Sean segera masuk kedalam mobil mewah miliknya. Duduk dibangku belakang dengan memangku tubuh lemah istrinya. Sedangkan Roy, sudah siap duduk dibangku kemudi. Sedangkan mobil sport mewah milik Sean dibawah oleh salah satu bodyguarnya.
"Kembali ke mansion Roy." Titah Sean yang diangguki oleh Roy.
"Baik tuan."
Mobilpun berjalan dengan kecepatan sedang.
Sean menatap sendu wajah istrinya. Yang semulanya wajah Sean datar dan dingin langsung berubah seketika, ketika menatap wajah cantik istrinya.
"Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku yang telah melukaimu. Maafkan aku yang telah membuatmu sedih. Tapi, inilah caraku untuk mempertahankanmu. Aku tak ingin kamu pergi dariku. Aku tak ingin kamu pergi meningalkanku. Cukup Raya. Cukup Raya yang pergi dan menghianatiku." Lirihnya pelan. Dan untuk pertama kalinya Sean tampak lemah dihadapan seorang perempuan. Hanya dihadapan Dara, Sean memperlihatkan sisi kerapuhannya. "Aku sayang kamu sayang. Jangan menentangku. Jadilah gadis yang baik. Jangan memancing emosiku. Maka aku akan memperlakukanmu dengan baik. Bahkan lebih baik." Ucapnya pelan. Lalu, dikecupnya dengan sayang kening istrinya. "Aku sayang kamu. Jangan pergi meninggalkanku."
Dalam keheningan malam, hujan turun begitu deras. Menjadi saksi bisu tangis kesedihan dua insan itu. Sean yang merasa bersalah. Dara yang merasa menyesal.
Pikirannya berkelana jauh. Sean masih mengingat itu. Mengingat betul pesan terakhir dari Raya.
Tragedi 2 tahun yang lalu
Raya menangis disudut kamarnya dengan keadaan yang acak-acakan. Setelah memutuskan hubungannya bersama Sean tiga bulan yang lalu, Raya merasa depresi. Tekanan dari kedua orang tuanya tiada henti harus ia terima. Mereka menuntutnya untuk kembali bersama Sean. Tapi, itu tidaklah mungkin harus ia lakukan, mengingat dirinya telah menghancurkan perasaan dan kepercayaan Sean padanya. Apalagi, sekarang Raya sedang mengandung anak dari selingkuhannya yang bernama James. Pria yang tak sekaya dan tak sebaik Sean. Tapi semua itu kalah karena rasa muak yang ia rasakan ketika menjalin hubungan dengan Sean. Sean begitu possesive pada dirinya. Terlalu mengekang dirinya. Membuatnya merasa tidak tahan dengan semua itu.
Memang benar, suatu hal yang tampak buruk di mata kita, belum tentu buruk untuk kita. Dan suatu hal yang tampak baik dimata kita, belum tentu baik untuk kita. Raya menyesali. Sungguh sangat menyesalinya. Raya telah menyia-nyiakan laki-laki yang tulus mencintainya. Raya rela meningglkan laki-laki yang tulus mencintainya demi memenuhi rasa egonya.
Dan inilah yang terjadi sekarang. Raya menyesalinya. Hidup dalam sebuah penyesalan yang tiada habisnya.
Ceklek
"Dasar anak sialan! Seharusnya kau bersama Sean! Bukannya bersama pria brandalan seperti itu! Kalau seperti ini, siapa yang akan mebiayai hidup kita hah?!! Siapa yang yang membiayai sekolahmu dam adek-adekmu?!! Dasar anak tak tahu diri!!" Bentak Ayahnya.
Raya hanya diam menangis terisak.
"Dan sekarang kau hamil gara-gara pria brengsek itu! Kau hanya membuat malu kedua orangtuamu. Dasar anak yang tidak tau diuntung! Ibu menyesal telah meninggalkanmu!!"
Brak
Pintu kamarnya tertutup dengan keras. Membuat Raya semakin menangis ditempatnya.
Keluarga Raya termasuk dalam keluarga yang tidak mampu. Ayahnya yang pengangguran dan ibunya yang sebagai buruh rumah tangga. Hal itu tidak mampu membiayai sekolahnya bahkan menyukupi semua kebutuhan keluarganya. Dan selama berhubungan dengan Sean, Seanlah yang menanggung itu semuanya. Membiayai semuanya. Raya menyesal. Sangat amat menyesal Harusnya Raya tidak menyelingkuhi Sean. Harusnya Raya tidak menghianati Sean. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Raya tidak bisa kembali memutar waktu.
Jemari cantiknya mengetik sebuah pesan.
Raya : Sean ayo jadi kekasihku lagi. Maafkan aku untuk yang dulu.
Dan send. Pesan tersebut terkirim sukses.
Ting
Raya tersenyum senang ketika Sean langsung membalas pesannya.
Sean : Maaf, aku tidak bisa Ray.
Raya langsung tersenyum getir melihat balasan pesan dari Sean.
Ya, mana mungkin Sean mau menerimanya lagi setelah ia melakukan itu semuanya.
Diusapnya pelan perutnya yang sedikit membuncit itu.
"Tidak ada yang mau menerima kita sayang." Lirihnya pelan. Pandangannya kosong. James juga hilang tiada kabar. Mungkin benar, dirinya hanyalah sebuah aib untuk keluarganya.
Jadi untuk menghilangkan sebuah aib itu Raya harus pergi meninggalkan semuanya.
Lalu, dengan langkahnya yang tertatih-tatih Raya mengambil sebuat cutter yang ada di kotak pensilnya.
Selamat tinggal Sean.
Diirisnya urat nadi yang berada dipergelangan tangannya.
Dengan perlahan tubuhnya mulai melemas. Daranya mengucur deras dari pergelengan tangan yang telah ia lukai.
Kesadarannya mulai menipis. Kedua matanya mulai terpejam.
Maafkan aku Sean. Maafkan aku yang telah menghianatimu.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤