My Possesive Husband

My Possesive Husband
129. SIAPA ITU?


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Pagi telah menjelang. Burung-burung berkicauan menyambut indahnya pagi.


Di mansion mewah milik ketua Mafia Crownead Eagle terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


Ada yang sedang masak, bersih-bersih mansion dan ada juga yang sedang membersihkan kebun.


Terlihat Lexa tengah sibuk menata beberapa hiasan bunga.


"Ke kanan sedikit. Iya, geser sedikit." Ujar Lexa dengan menyuruh maid yang sedang berusaha menjalankan apa yang diperintahkan oleh Lexa.


"Oke. Bagus. Thank you ya." Final Lexa ketika hiasan bunganya telah diletakkan sesuai dengan apa yang ia inginkan.


Setelah itu maid tersebut membungkuk hormat dan pamit untuk mrlanjutkan pekerjaanya.


"Permisi nyonya."


Lexa langsung berbalik dan menghadap ke orang yang berkata tadi.


Disana ada Roy yang tengah membungkukkan tubuhnya.


"Ada apa Roy?" Tanya Lexa dengan kening yang berkerut. Bertanya-tanya apa yang membuat Roy tiba-tiba datang menghampirinya.


"Nyonya dipanggil tuan Elden sekarang. Tuan Elden sekarang berada di ruang tengah nyonya." Ujar Roy dengan sopan.


Lexa tersenyum dan mengangguk mengerti. Kirain aja ada sesuatu hal yang besar mungkin terjadi. Ternyata cuman dipanggil suami tercintanya. "Terimakasih Roy karena sudah memberitahuku." Kata Lexa dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari wajah cantiknya.


"Sama-sama nyonya. Itu sudah menjadi tugas saya." Jawab Roy dengan sopan.


Setelah itu Lexa segera berjalan untuk menuju ruang tengah untuk menghamipiri suami tercintanya.


Dengan langkahnya yang kecil, Lexa membutuhkan waktu kurang lebih enam menit untuk menuju tempat suaminya.


Sesampainya di ruang tengah. Lexa sudah disuguhkan dengan punggung lebar dan badan yang tegap milik suami tercintanya.


Disana Elden, suaminya tengah berdiri membelakangi dirinya.


Lalu, sebuah ide jahil terlintas di otaknya.


Dengan mengambil langkah yang pelan tanpa bersuara sedikitpun, Lexa berjalan menghampiri suaminya dan dipeluknya dengan erat tubuh tegap yang membelakanginya.


Elden langsung tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh Lexa tadi. Dimatanya, apa yang istrinya lakukan selalu terlihat menggemaskan.


"Ada apa sayang? Tumben sekali kamu memanggilku di pagi hari seperti ini?" Ucap Lexa dengan semakin mempererat pelukannya.


Diusapnya dengan sayang kedua tangan istrinya yang tengah memeluk pinggangnya. "Aku ingin membicarakan mengenai dalang dibalik keguguran menantu kita sayang." Kata Elden dengan memulai pembicaraan serius.


Deg


Dengan cepat Lexa lantas melepas pelukannya.


"Kamu sudah menemukannya sayang?" Tanya Lexa dengan membalik tubuh Elden agar menghadapnya.


Elden menggeleng. "Masih belum sayang. Rafael dan aku masih memburunya." Ujar Elden dengan tersenyum dan mengusap pelan pipi cabi istrinya.


Kening Lexa mengerut, heran. "Lalu untuk apa kamu membicarakannya padaku?"


"Aku ingin meminta saran padamu sayang." Kata Elden dengan menatap serius wajah suaminya.


Elden menarik nafasnya pelan. "Apa yang harus kita lakukan jika dalang dibalik itu semua adalah orang yang kita kenal?"


Deg


Jantung Lexa seakan dipacu dengan cepat. "Apa maksudmu El?"


❤❤❤


"Sayang apa kamu serius?" Tanya Sean meyakinkan dirinya sendiri.


Sungguh, Sean dibuat terkejut dengan permintaan istrinya semalam.


Istrinya minta untuk belajar beladiri dan tembak menembak? Oh, shit!! Dengan membayangkannya saja rasanya Sean tidak tau harus bagaimana.


Dara mengangguk mantap. "Iya Sean aku serius. Untuk apa aku bercanda." Jawab Dara dengan meregangkan tubuhnya.


"Aku mau mandi dulu." Ujar Dara dengan menyibak selimutnya dan turun dari tempat tidur.


"Iya sayang. Apa kamu perlu bantuan untuk mandi?" Tanya Sean dengan menatap tubuh putih mulus milik istrinya.


Dara yang mendengar perkataan suaminya tadi langsung tersenyum tipis. "Aku tau apa yang sedang kamu pikirkan sayang. Jadi, stop berfikiran kotor seperti itu. Aku bisa mandi sendiri. Kamu cukup berfikir apa yang harus aku pelajari di awal pembelajaran nanti."


Deg


Tunggu! Jangan bilang kalau istrinya akan belajar hari ini?!


"Wow. Wow. Sellow sayang. Jangan terlalu terburu-buru. Kamu harus sehat dan sembuh dulu. Kamu baru saja pulang dari rumah sakit. Dan belajar beladriri dan tembak menembak bukanlah perkara sesuatu hal yang mudah. Itu butuh tenaga yang extra dan kesehatan yang mendukung." Jelas Sean dengan bangkit dari tempat tidurnya. Memperlihatkan tubuhnya yang tegap dan berotot itu.


"Jadi kapan kamu bisa memulai untuk mengajariku Sean?" Tanya Dara dengan menatap kedua bola mata suaminya.


"Tunggu kamu benar-benar pulih terlebih dahulu sayang. Kalau kamu sudah benar-benar pulih aku akan mengajarimu. Khusus untuk istriku, akan aku memberi les privat khusus." Kata Sean dengan mengedipkan salah satu matanya.


Dara yang melihatnya hanya memutar kedua bola matanya malas. Suaminya memang benar-benar ya.


"Aku ingin bertanya sesuatu padamu sayang. Kenapa kamu ingin belajar beladiri dan tembak menembak? Sedangkan kamu saja mempunyai seorang suami yang bisa menjagamu extra seperti aku." Ucap Sean dengan duduk disisi ranjang.


"Emh..." Dara langsung berfikir. Memikirkan bagaimana merangkai kata yang tepat.


"Aku tidak ingin menyusahkanmu sayang. Aku juga ingin bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak ingin dipandang sebelah mata oleh musuhmu. Apalagi kamu mempunyai musuh banyak yang mengincar akan kematian kamu. Jadi, aku ingin belajar sedikit dan sekiranya itu bisa bermanfaat untuk aku nanti." Jawab Dara dengan memainkan bajunya.


Sean langsung tersenyum mendengarnya. Hatinya terenyuh mendemgarnya. "Terimakasih sayang. Aku pasti akan mengajarimu." Ujar Sean dengan mantap.


Jika istrinya ingin belajar dengan tujuan yang baik. Maka tidak ada kata tidak untuk menolaknya. Sean pasti akan menyetujuinya.


"Terimakasih sayangku!" Jerit Dara dengan dengan kesenangan. Dengan cepat Dara langsung memeluk tubuh tegap suaminya.


Sean yang tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya karena Dara yang tiba-tiba memeluknya langsung jatuh ke atas tempat tidur dengan Dara yanag berada di atasnya.


"Sama-sama sayangku." Jawab Sean dengan membalas pelukan istrinya.


Sean yakin jika akan ada pelangi setelah hujan.


Sedangkan di perusahaan SC Tecnology kini tengah digegerkan dengan kedatangan seorang perempuan cantik dengan tubuh yang semampai.


Bukankah itu perempuan yang pernah menjalin hubungan dengan pemilik perusahaan ditempat mereka bekerja?


Untuk apa perempuan itu berada disini sekarang?


***


Main tebak-tebakan bareng Author lagi yuk 😂


Btw, ntar malam Author mau Live IG buat spoiler ke kalian 💛 Jangan lupa nonton ya + Live IG bareng yuk 🤗


Maaf ya kemarin tidak UP. Instagram aku eror, tidak bisa membuat story + aku tidak membuka Apk NT/MT sama sekali gara-gara sibuk belanja dan datang ke acara nikahan sahabat ❤ Maaf ya 🤗


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


instagram: @fullandari