My Possesive Husband

My Possesive Husband
Episode 6


"Sayang tidak perlu seperti ini," Ucap Mawar.


"Kamu lihat makanan nya udah cukup belum, terus kamu juga coba makanan nya enak gak," Ucap Rangga sambil tersenyum.


"Tapi, " Ucap Mawar dengan ragu-ragu.


Rangga menggenggam tangan Mawar dan menarik nya menuju meja makan...


"Aku ambil garpu dan sendok nya dulu, " Ucap Rangga yang langsung mengambil peralatan makan untuk istri nya.


"Ini sayang," Ucap Rangga.


Tidak ada respon dari Mawar membuat Rangga berinisiatif untuk menyuapi istri nya dengan mesra.


"Aaaaaaa," Ucap Rangga.


"Ah....kamu mah buat aku malu aja," Ucap Mawar sambil melihat mbok Siti dan pelayan lain nya.


"Gapapa Tuan dan Nyonya lanjutkan saja mesra-mesraan nya kami seperti menonton sinetron secara langsung," Ucap Mbok Siti.


"Ayok sayang, " Ucap Rangga yang menyodorkan sendok yang berisi tempe orek.


Mawar awal nya ragu-ragu namun akhirnya ia membuka mulut nya.....


Mawar menyicipi tempe orek buatan mbok inah dkk.


"Wahhh, enak tempe nya gak kemanisan rasa nya pas," Ucap Mawar dengan ekspresi kagum tentu ekspresi ini di tunjukkan karena ia merasa tempe orek yang masuk ke dalam mulut nya adalah tempe yang sangat enak.


"Coba nasi uduk nya sayang sama teluk orek( orak -arik) nya," Ucap Mawar dengan semangat menunjuk makan yang ia ingin makan....


"Awal nya malu-malu kucing sekarang ketagihan kan nyonya, " Ucap salah satu pelayan.


"Hehehe, " Mawar agak sedikit malu di ledek seperti ini namun mau apa lagi memang itu adalah kenyataan.


"Sayang ayok," Ucap Mawar dengan semangat.


"Iya,iya....," Ucap Rangga sambil tersenyum.


Rangga sangat senang melihat sifat Mawar yang sangat manja dan seperti anak-anak jika mengenai makanan.


"Aaaaaaa," Ucap Rangga menyuapi Mawar.


"Ini juga enak kok aku jadi gak sabar mau makan," Ucap Mawar yang tiba-tiba langsung menarik kursi dan duduk di kurai dan siap-siap untuk menyantap sarapan.


Mawar langsung mengambil piring dan sendok nasi namun saat Mawar ingin mengambil nasi yang posisi nya agak jauh ia di halangi oleh Rangga.


"Olahraga dulu ya sayang nanti makan nya jam 7 an," Ucap Rangga.


"Tapi kan olahraga bisa setelah makan nanti," Ucap Mawar merajuk.


"Iya memang bisa sayang tapi nanti takut nya kamu malah ngantuk," Ucap Rangga.


"Ah... tapi, " Ucap Mawar.


"Ganti baju dulu kita olahraga dulu ya," Ucap Rangga.


"Iya deh," Ucap Mawar menunduk karena kecewa keinginan nya tidak terpenuhi.


"Sayang," Ucap Rangga dengan lembut.


"Saat Mawar mengangkat kepala nya Rangga secara tiba-tiba mencium bibir Mawar dengan cepat Mawar pun sampai kaget dengan kejutan yang terbaru dari suami nya.


Mbok Siti dan pelayan yang lain nya hanya bisa menutup mata atas kemesraan mereka.


"Ah... kamu mah," Ucap Mawar yang menarik kepala nya dan memalingkan wajah nya yang memerah.


"Aku mau ganti baju dulu deh," Karena tak kuat dengan rasa malu nya Mawar segera meninggalkan ruang makan dan menuju ke kamar.


"Ah...kenapa sih dia asal nyosor saja malu tahu, "


Ucap Mawar dalam hati ia mempercepat jalan nya .


"Langkah yang bagus Tuan dengan begini akan ada pangeran atau putri yang akan segera lahir," Ucap mbok Siti menunjukkan jempol nya kepada Rangga.


Setelah beberapa menit.....


Rangga dan Mawar siap-siap untuk olahraga dengan mengunakan kaus biasa dan celana jogging, kedua nya nampak serasi dengan baju olahraga couple.


Rangga dan Mawar berolahraga di taman kompleks yang terbuka untuk umum jadi situasi di taman itu sangat ramai bahkan banyak pedagang yang berjualan di sana.


"Sayang kita mau olahraga sampai mana?" Tanya Mawar.


"Kita keliling taman ini 4 kali," Ucap Rangga.


"Sanggup gak kamu?," Tanya Rangga.


"Taman ini luas gak sih sayang?," Tanya Mawar sambil melihat-melihat keadaan taman namun Rangga menatap ke arah kanan Mawar ke arah yang berlainan.


Saat Rangga menengok ke arah Kanan melihat seseorang pria yang melirik terus ke arah Mawar hal ini menyebabkan Rangga merasa panas bukan kepayang.


Bahkan saat Rangga melihat ke arah pria itu, pria itu hanya fokus melihat Mawar dari belakang.


Rangga yang tentu tidak terima dengan yang dilakukan pria tidak terima dengan perilaku pria itu.


Namun saat ia ingin melangkah ke arah pria itu Rangga melihat anak dan istri pria itu datang Rangga menahan langkah kaki nya....


"Dari mana saja, kenapa lama sekali!!!,"Ucap pria itu dengan nada tinggi.


"Padahal ada anak nya di situ namun dia tetap bersikap seperti itu!!!, " Ucap Rangga dari dalam hati.


"Laki-laki biadap tidak memiliki moral!," Ucap Rangga dari dalam hati menahan semua amarah ia mengepal tangan nya hingga urat tangan nya keluar.


"Sayang jauh gak sih!, " Tanya Mawar.


"Sayang bisa belikan aku air gak?," Tanya Rangga.



Bersambung.....


Hai ! saya adalah author novel baru tolong bantuan nya baca terus karya saya ya, saya sangat berminat di novel type Romantis dan fantasi, petualangan, futuristik, ke depan nya akan banyak kreasi yang di buat oleh saya jadi selamat membaca dan mejadi happy Readers.


BTW kalian tahu gak bahwa bulan itu jauh tapi dekat di hati sama seperti kalian pembaca kalian jauh namun tetap dekat di hati.


Ada lagi,kalian tahu samudra itu luas ya benar seluas cinta ku pada mu readerss yang baik.


Satu lagi deh Bunga bermekaran di taman kalau cinta ku bermekaran di hati kalian readers.


Ini adalah lirik lagu romantis :


Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti


Lagu Anneth Delliecia


Kuhampiri jalan yang kita lewati


Setiap hari kita di sini


Ku menanti hadirmu 'tuk kembali


Hanya kenangan yang tersisa di sini


Namun, s'karang kau t'lah pergi


Dan kuyakini kau takkan kembali


Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih harapkanmu


Ku menanti hadirmu 'tuk kembali


Hanya kenangan yang tersisa di sini (namun, sekarang)


Namun, s'karang kau t'lah pergi (pergi)


Dan kuyakini kau takkan kembali


Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih harapkanmu


Sesungguhnya hatiku tak sanggup menerima


Dan lupakan s'galanya


Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti


Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini


Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti


Tak lagi saling menyapa


Meski ku masih harapkanmu (harapkanmu), oh-oh


Meski ku masih harapkanmu, oh-ohoh-oh


Kurelakanmu