
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Pagi telah menjelang. Semalam, tidak terjadi peristiwa apapun diantara sepasang pengantin baru itu.
Dara yang bangun dengan keadaan yang lebih fresh dari sebelumnya. Sedangkan Sean bangun dengan wajah yang ditekuk. Ngambek. Baru kali ini dirinya ingin diam dengan seribu bahasa. Tak ingin mengatakan sepatah apapun. (Part Sebelumnya)
Dara lantas bangun dan beranjak dari tempat tidurnya. Sedangkan Sean memejamkan kedua matanya lagi. Mungkin Sean terlalu lelah karena kejadian semalam.
Dara yang tidak terlalu memikirkan hal tersebut, lantas berjalan ke kamar mandi untuk melakukan mandi paginya.
Ya, Dara sekarang telah menjadi seorang istri dari Sean Crsihtian. Maka, seperti yang diajarkan oleh ibu dan ayahnya, Dara akan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri yaitu menyiapkan sarapan untuk sang suami.
Setelah selesai mandi, Dara lantas segera memakai pakaian santainya. Dengan memakai celana pendek serta baju berwarna hitam polos, Dara telah siap untuk melakukan aktivitasnya. Sekarang jam 7 pagi. Dara akan memasak makanan yang lezat untuk sang suami tercintanya itu.
Dengan perasaan bahagia Dara berjalan menuju dapur. Rumah mewah dan megah bak istina ini membuat Dara merasa nyaman. Rumah yang ia impi-impikan sejak dulu. Tapi satu yang kurang, orang tuanya.
"Selamat pagi Liya." Sapa Dara dengan senyuman yang tak pernah luput dari bibir mungilnya itu.
"Selamat pagi juga Nona." Jawab Liya dengan tersenyum yang diikuti oleh para maid yang lain.
Dara tersenyum cerah. Entah kenapa hari ini Dara sangat bahagia. Tak pernah menyangka jika dirinya bisa menikah di umur yang terbilang masih muda.
Lalu Dara segera memasak makanannya yang dibantu oleh beberapa maid.
"Nona, bagaimana semalam?" Tanya salah satu maid yang membantu mencuci beberapa buah.
Dara berfikir sejenak. Memikirkan jawaban yang cocok untuk menggambarkan kejadian semalam.
"Emh.. seru. Dan terasa hangat."Jawab Dara dengan tersenyum ketika mengingat dirinya tertidur sambil memeluk tubuh Sean.
"Apakah tuan sangat ganas?" Tanya salah satu maid yang berdori disamping Dara yang membantu memotong beberapa sayuran.
"Tidak. Sean tidak ganas sama sekali. Tapi aku yang terlalu ganas padanya." Jawab Dara. Memang benar bukan? Semalam ia memukul Sean dengan ganas menggunakan bantal miliknya. Bahkan Sean sedikit berteriak meminta ampun. Jadi, Dara ganas bukan?
Tapi berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh para maid. Jadi, Tuannya itu tidak seliar apa yang mereka pikirkan. Bahkan Sean ternyata bisa kalah dengan gadis yang jauh lebih muda darinya. Bahkan para maid mulai membayangkan hal liar yang terjadi antara nona dengan majikannya itu.
Selama satu jam lebih Dara memasak yang dibantu oleh beberapa maid. Akhirnya masakannya telah siap semua. Dengan perasaan bahagia Dara menatap semua masakannya yang telah tertata rapi di meja makan.
"Aku ke kamar dulu untuk membangunkan Sean. Tolong kalian bereskan sisanya." Kata Dara dengan lembut.
"Baik nona." Jawab mereka kompak. Para maid yang berada disana dapat merasakan perubahan majikannya itu. Mansion ini juga mulai terasa lebih berwarna dan lebih hidup karena kehadiran Dara.
Dara segera berjalan ke atas menuju kamarnya. Dara baru sadar jika tangga yang dimiliki oleh mansion Sean sangatlah cantik dan mewah. Dara kagum. Kira-kira berapa ya biaya yang dikeluarkan untuk membuat tangga ini? Itulah yang dipikirkan oleh Dara. Rasanya Dara ingin berfoto di tangga ini lalu di abadikan ke akun media sosial miliknya.
***
CERITA ELDEN DAN LEXA SUDAH UP YA! JUDULNYA PSYCOPAT VS CEWEK GALAK
SILAHKAN CEK DI PROFIL AKU! RAMAIKAN YA :) TERIMAKASIH TEMAN-TEMAN. JANGAN LUPA BERI BINTANG 5 :)