My Possesive Husband

My Possesive Husband
181. (Terdapat Adegan Kekerasan)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


...⚠️ WARNING!...


...TERDAPAT ADEGAN KEKERASAN DI DALAMNYA. HARAP BIJAK DALAM MENYIKAPINYA. KALAU YANG TIDAK SUKA DENGAN ADEGAN KEKERASAN, SKIP SAJA....


"KAU?!" Kedua bola matanya langsung terkejut ketika melihat ada seseorang yang selama ini ia hindari. Dia adalah Sean Crishtian. Mantan kekasih dari anak pertamanya yaitu Raya Beatrix.


Sean menatap datar ke arah pria berumur yang berkepala lima itu. "Sudah lama kita tidak bertemu paman." Sapa Sean dengan suara yang terdengar dingin.


Lantas, Nick dan Damian langsung berjalan masuk kedalam rumah.


"Bukankah tidak sopan jika membiarkan tamu di luar rumah paman?" Kini Nick yang mulai berbicara.


Darren menggeleng kepalanya pelan. "Kau sungguh lucu sekali Nick. Dari wajahnya saja orang itu tidak suka dengan kehadiran kita." Sahut Darren dengan berjalan menyelonong masuk begitu saja. Lalu, dengan santainya Darren duduk di sebuah sofa panjang yang tersedia di ruang tamu tersebut. Duduk dengan gayanya yang selalu menunjukkan aura dominasi.


"Ada apa kalian kesini?" Ditatapnya wajah satu persatu anggota mafia tersebut. Meskipun sekarang Peter merasa ketakutan. Peter tau betul dengan Anggota Mafia Crowned Eagle. Anggota Mafia yang paling ditakuti. Lengkap dengan anggotanya yang juga termasuk ke dalam list jajaran yang tidak bisa di anggap remeh. Lengah sedikit saja, maka nyawa akan melayang.


"Tentu saja untuk mengunjungi paman. Apakah paman baik-baik saja?" Tanya Sean dengan santainya lalu berjalan masuk dan berdiri tepat di samping akuarium.


Peter menggeleng tidak yakin. Tidak yakin dengan apa yang dikatakan mantan kekasih anaknya. "Kau kesini pasti ada tujuannya. Tidak mungkin jika kau kerumah ku tanpa ada maksud dan tujuan." Tebak Peter yang tepat sasaran.


Nick tersenyum senang. "Aku menang!" Serunya dengan semangat empat lima. Membuat Sean dan Darren menatapnya dengan pandangan datar dan bertanya-tanya. "Aku menang Damian. Kau kalah. Jadi, jangan lupa dengan janjimu. Salah satu mobil yang ada di garasi mobil mu harus jadi milik ku." Tambahnya lagi.


Sean menghela nafasnya kasar.


"Sialan kau Nick!" Umpat Damian.


"Hahahaha.." Tawa Nick langsung pecah begitu saja.


Dengan gerakan tak terbaca, Darren langsung mengeluarkan pistol miliknya dan..


Dor..


Tembakan melesat begitu saja. Hampir saja mengenai Peter jika Peter bergerak sedikit. Namun, Darren memang sengaja membuat tembakannya meleset. Darren masih ingin bersenang-senang dengan yang lainnya.


"Ups!" Dengan tanpa rasa bersalahnya Darren melakukannya. "Kau tau Peter, rasanya aku ingin membunuhmu." Ujarnya dengan seringai yang tersungging di bibirnya.


Tubuh Peter membeku di tempatnya. Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat apa yang dilakukan Darren.


Akibat dari tembakan yang dilakukan Darren tadi, membuat seisi penjuru rumah langsung keluar dari kamarnya.


"Ayah ada apa?" Seru seorang anak yang berusia 17 tahun.


Peter yang mendengar suara anaknya, tubuhnya langsung berbalik. "Jangan kesini!" Seru Peter.


Namun, Flow yang merupakan anak sulungnya hanya mengabaikannya. "Kenapa Ayah?" Dengan rasa penasaran Flow berjalan mendekati ayahnya. Namun, kedua bola matanya langsung membola karena melihat seseorang yang selama ini selalu membantunya. Tidak. Bukan hanya dirinya yang selalu di bantu. Tapi juga keluarganya.


"Kakak!" Seru Flow dengan semangat. Flow yang merasa sangat senang melihat kehadiran Sean langsung berlari ke arah Sean dan memeluknya. Mengabaikan suasana yang terlihat tegang.


"Apa yang kau lakukan Flow?!" Bentak Peter. Tidak menyangka jika anaknya akan melakukan hal seperti itu.


"Hallo Bibi. Apa kabar?" Tanya Sean dengan suaranya yang terdengar dingin. Mengabaikan pelukan Flow yang ada di tubuhnya.


Srek


Dengan kasar Damian langsung menarik tubuh Flow. "Bagaimana jika dia kita jadikan orang yang pertama kali kita bunuh? Aku rasanya ingin sekali mendengarkan suara retakan dari kepalanya jika aku pukul pakai balok kayu." Dengan wajah yang tak berdosa Damian mengatakannya. "Oho.. aku jadi rindu dengan suara retakan dari kepala. Aku jadi ingin mendengarnya." Tambahnya lagi.


Sontak saja hal tersebut membuat Flow menggeleng takut. Dengan sekuat tenaga Flow meronta-ronta minta dilepaskan. "Ayah tolong aku! Kak Sean tolong!" Jeritnya meminta tolong.


"Kau berisik!" Nick yang tidak tahan dengan suara jeritan Flow langsung menarik kuat rambut pendek Flow.


"Au!" Ringisnya.


Ava yang tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu langsung berlari menuju ke arah anaknya. Namun, belum sampai di tempat anaknya, suara tembakan terdengar keras mengisi seluruh penjuru rumah.


Dor!


Tubuh Peter membeku sempurna.


Yaps. Sean yang melakukannya tadi. "Kalian tau bukan dengan sifat ku selama ini? Aku yakin kalian pasti tau itu. Bahkan aku sudah memperingati kalian semua waktu itu. Tapi kalian mengabaikannya. Jadi, dengan baik hati aku akan mengingatkan kalian lagi. Bagiku, penghianat sama saja dengan mati." Ujarnya dengan sebuah seringai tipis menakutkan yang tersungging di bibir tipisnya.


Tubuh Ava langsung merosot sempurna. Tembakan tadi tepat menembus perutnya.


"Kenapa kau menembaknya?!" Seru Damian tidak terima. "Padahal aku ingin mendengar suara retakan dari kepalanya jika aku memukulnya dengan kayu!"


Ava menggeleng kuat. "Ibu! Ibu!" Tubuhnya semakin meronta kuat. Lalu, dengan kasar Nick langsung manarik pergelangan tangan Flow dan mendorongnya dengan kuat kedinding hingga menimbulkan suara benturan keras antara punggungnya dengan dinding keras.


"Agh!" Rintihnya.


Nick menyeringai tipis. Setelah itu Nick jongkok tepat dihadapan Flow. "Aku kasih tau kau satu hal. Aku bukanlah tipe orang penyabar dalam menghadapi perempuan. Kecuali satu, aku akan sabar jika menghadapi perempuan yang ku cintai." Bisiknya pelan di telinga Flow.


Next Part khusus 18+


Yang Tidak suka dengan adegan psycopath, harap ngga usah baca ya😏


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman di sana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤