
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Dara terbangun dari tidurnya dengan keadaan tubuh yang remuk radam. Sean benar-benar menghajarnya semalaman. Tiada ampun. Tiada kenal lelah. Sean memang benar-benar hebat bisa sekuat itu untuk melakukannya. Padahal dirinya yang tidak melakukan apapun sudah merasa lelah yang sangat terasa. Tapi kenapa Sean yang aktif bergerak tidak capek sama sekali?! Dara benar-benar ingin tepuk tangan sekarang. Suaminya ternyata hebat juga dalam urusan olahraga di atas tempat tidur.
Jika mengingat itu Dara menjadi kesal. Kedua pipinya langsung mengembung lucu. Bibir mungil yang berwarna merah merona itu tampak sedang memberengut kesal ketika mengingat ia meminta Sean untuk berhenti, bukannya malah berhenti tapi semakin semangat melakukannya. Mulai goyang kanan kiri, maju mundur dan di aduk. Memangnya dikira Dara ini dodol apa?! Sehingga Sean terus melakukannya. Ternyata, Sean lagi-lagi membohongi dirinya! Bilangnya 10 menit tapi menjadi 1 jam. Memang dasar Sean mesum! Sangat mesum!
Diperutnya dapat Dara rasakan tangan kekar yang memeluk pinggangnya possesive. Terasa berat tapi bisa membuatnya langsung tersenyum manis dengan kedua pipi yang mulai merona malu. Inilah kedua tangan yang selalu memegangnya agar tidak bergerak. Pelukan possesive yang selalu ia rindukan. Setelah itu Dara berbalik dan menghadap ke arah Sean dengan hati-hati karena kakinya masih sedang sakit. Sedangkan Sean tidak merasa terusik sama sekali dengan pergerakan istrinya. Tidurnya semakin pulas dan semakin pulas. Dipandanginya wajah Sean dengan insten.
Hidung mancung. Rahang tegas. Wajah tampan. Alis yang tebal dengan tatapan yang tajam. Arogan dan tak suka dibantah. Kejam dan pemarah. "Tangan berotot. Perut seperti roti sobek. Badan tegap dan tinggi. Aku suka." Ujarnya pada dirinya sendiri ketika mengingat tubuh Sean yang berada di atasnya semalam. Terlihat sangat sexy dan keren. Dara jadi membayangkannya lagi. Membayangkan jika Sean.. (membayangkan apa lagi hayo?). Hal itu sontak saja membuat Dara langsung menggelengkan kepalanya. "Jangan berfikir seperti itu Dara. Jangan!" Kata Dara pada dirinya sendiri.
Setelah itu Dara langsung memegang salah satu tangan kekar milik Sean yang memeluk pinggannya possesive. Diusapnya pelan dan penuh kasih sayang tangan kekar milik Sean.
Dara menatap wajah tampan itu dengan pandangan yang berkaca-kaca. Ayah, bunda dan Liya pergi meninggalkannya. Yang Dara punya sekarang hanya dirinya sendiri. Sean? Entahlah Dara tidak tau sampai kapan Sean akan menetap bersama dirinya. Hanya rasa obsesi ataukah memang benar tulus padanya?
Tapi di dalam hatinya yang paling kecil Dara berharap Sean tidak akan mengecewakannya lagi. Tidak akan pernah lagi.
Aku beri kamu kesempatan lagi. Kesempatan terakhir untuk meyakinkan ku. Ku beri kesempatan untuk membuktikannya lagi. Tolong manfaatkan sebaik mungkin. Jika aku sudah menyayangimu maka aku akan menyayangimu tulus. Tapi, jika aku memilih pergi, maka aku tak akan kembali lagi. Bukannya aku menyerah dan tak cinta. Tapi, hati ini sudah terasa lelah.
Jika aku disuruh memilih ditinggalkan atau meninggalkan, aku lebih memilih ditinggalkan. Karena dengan ini kita bisa melihat siapa yang benar-benar tulus dan mana yang tidak.
Tapi jika kamu datang untuk kembali lagi, maka maaf aku tidak bisa menerima mu lagi.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤