My Possesive Husband

My Possesive Husband
162. AGRESIF


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Jam 9 malam. Sean baru pulang dari markas Crowned Eagle.


Tubuhnya ia sandarkan ke kursi mobilnya. Sean menghela nafasnya pelan. "Hufft.." Sedangkan teman-temannya sudah pulang sedari tadi. Namun, Sean masih berada diparkiran markas dan duduk di dalam mobilnya. Berusaha menenangkan pikirannya dan berusaha mencerna semuanya. Sungguh, rapat yang ia lakukan bersama Darren, Damian dan Nick tadi, benar-nenar menguras otak dan tenaganya.


Drrttt.. Drrttt.. Drrttt..


Pangillan masuk kedalam ponselnya. Disana ada nama kontak istrinya yang sedang menelfonnya.


"Hallo sayang." Sapa Sean.


"Hallo juga hubby." Jawab Dara diseberang sana.


Dari nada bicaranya saja, Sean sudah tau, jika istrinya sedang dalam mode ngambek sekarang. Iya, Sean tau dan Sean mengerti, jika tadi Sean lupa tidak mengabari istrinya. Jadi, Sean memaklumi jika istrinya ngambek padanya sekarang.


"Aku akan pulang sebentar lagi sayang." Ujar Sean cepat karena istrinya hanya diam.


"Cepat pulang. Aku dari tadi menunggumu hubby." Kata Dara dengan nada yang merajuk lucu.


Hal itu sukses membuat Sean tersenyum. "Sebegitu rindunya istriku padaku?" Tanya Sean dengan maksud menggoda istri kesayangannya. Jujur, Sean juga merindukan istrinya sedari tadi. Bahkan sejak tadi pagi saja, Sean sudah merindukan istrinya. Jadi ini yang namanya sudah cinta harga mati? Jauhpun rasanya tak rela. Pergi saja rasanya berat. Sean jadi tidak bisa membayangkan, bagaimana jika Sean dan istrinya LDR (Long Distance Relationship)? Apakah Sean bisa sanggup itu? Rindu itu berat. Jauhpun apalagi. Rasa beratnya sepuluh kali lipat. Sean tidak kuat dan Sean tak ingin merasakannya juga. Mungkin Sean akan mati jika merasakan LDR.


"Iya aku rindu padamu Sean. Jadi cepatlah pulang sebelum aku berubah pikiran." Ujar Dara dengan nada tegas.


Sean bisa membayangkan wajah imut, menggemaskan dari wajah istrinya sekarang. Pasti istrinya sedsng kesal. Namun, bukannya takut, Sean semakin dibuat gemas dengan istrinya. Sean semakin dibuat jatuh ke dala peskna istrinya. "Ohh, jadi sekarang istriku berani mengamcam suaminya. Hm?"


Sontak saja hal tersebut membuat Dara membulatkan kedua matanya ketika mendengar perkataan Sean tadi. Dara yang yang sedang memakai masker di wajahnya langsung menghentikan aktifitasnya. "Aku tidak mengancan mu Sean. Aku hanya memperingatkan mu saja." Sahut Dara cepat. Wajahnya memberengut lucu, meskipun suaminya tidak sedang berada di hadapannya, tapi tetap saja, mimik wajah dan nada bicaranya seola-olah suaminya sedang berada dihadapannya.Padahal, nyatanya mereka hanya sedang mengobrol fia suara atau lewat telfon.


Sean tertawa renyah. Lantas Sean langsung menaruh ponselnya di tempat ponsel yang telah tersedia si dalam mobilnya dan segera menyambungkan ponselya denga sebuah earphone miliknya. Setelah itu, Sean segera memakai earphone ketelinga kanannya. Sean berinisiatif untuk mengobrol dengan istrinya sambil menyetir mobil sportnya.(Apa yang Sean lakukan sekarang, jangan ditiru ya teman-teman. Takut membahayakan diri kalian). "Benarkah sayang? Aku tidak percaya itu." Jawab Sean menanggapi perkataan istrinya tadi. Lalu, dinyalakanya mobil sport miliknya dan mulai berjalan meninggalkan markas. Istrinya memang benar-benar menjadi moodbooster dirinya. Rasa pusing yang semula menghantam kepalanya dan lelah yang menghantam tubuhnya, langsung menguap begitu saja.


Diselama perjalanan pulang, Sean menghabiskan waktunya dengan mengobrol denga istrinya. Awalnya Dara menolak ajakan telfonnya dan Dara bilang lebih baik di matikan saja karena takut jika terjadi sesuatu dengan suaminya karena tidak bisa fokus saat mengendarai mobil. Namun, Sean dengan segala keras kepalanya dan sifat tidak mau dibantahnya, akhirnya Dara menyetujuinya. Dara berfikir, jika perdebatan mereka tetap diteruskan, maka Dara nanti pasti akan berakhir di bawah suaminya.


Membayangkannya saja membuat Dara merinding seketika. Proyek si boleh. Tapi jika dilakukan setiap hari, Dara merasa tidak sanggup dan menjadi ngilu sendiri. Tapi, tetap saja perkataan Mommy Lexa kemarin masih tengiang-ngiang ditelinganya.


"Lakukan sesering mungkin ya proyeknya, kalau perlu setiap malam, agar cepat mendapat hasilnya."


Tuhkan. Dara masih mengingat jelas dari perkataan Mommynya waktu itu.


***


Perjalanan ditempuh kurang lebih dua puluh menit. Selama dua puluh menit itu Sean dan Dara asik mengobrol. Sean yang sedang duduk mengendarai mobilnya, sedangkan Dara sedang asik rebahan dengan maskeran di wajahnya.


"Aku sudah sampai sayang." Ujar Sean di seberang sana.


"Oke hubby. Aku mau ke kamar mandi dulu untuk mencuci wajahku." Kata Dara yang meminta ijin ke suaminya.


Dan sambungan telfon langsung mati karena Dara langsung menekan tombol merah di ponselnya.


Tapi, sebelum menemui suaminya, Dara mencuci wajahnya terlebih dahulu. Karena masker yang ia gunakan di wajahnya telah mengering. Dengan langkahnya yang mungil, Dara segera turun dari tempat tidurnya dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Dibasuh wajahnya dengan menggunakan air mengalir di dalam kamar mandi hingga bersih. Dan lihat, wajahnya terlihat lebih cerah dari sebelumnya. Ternyata tidak sia-sia juga Dara memakai masker buah tomat yang ia juas sendiri tadi. Masker alami buatannya sendiri. Mungkin, nanti Dara akan mengajak suaminya jalan-jalan ke mall untuk membeli beberapa barang pribadi yang ia butuhkan nanti.


Setelah itu, Dara juga tidak lupa untuk mengeringkan wajhanya dengan menggunakan handuk yang telah tersedia di dalam kamar mandi.


"Oke. Sudah selesai!" Ujar Dara pada dirinya ssndiri dengan menatap bayangannya di cermin.


Setelah itu, Dara segera berjalan keluar untuk menyambut kepulangan suaminya. Namun, sayang, baru saja Dara membuka pintu Dara sudah disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan. Disana sudah ada suaminya yang sedang duduk di atas kasur dengan hanya menggunakan celana kantornya. Sedangkan pakaiannya sudah Sean lepas.


Dara tersenyum tipis melihatnya. Roti sobek yang berada di perut suaminya benar-nenar menggodanya.


"Hubby, apa aku boleh minta dessert?" Tanya Dara dengan kedua bola mata yang mengerjap lucu.


Sean yang semula menundukkan wajahnya langsung mendongakkan wajahnya ketika mendengar nama suara yang lembut itu. "Dessert apa sayang?" Tanya Sean dengan menatap wajah istrinya. "Aku akan menyuruh Roy dan maid agr membuatkan dessert untuk mu." Ujar Sean lagi.


Dara menggigit bibir bawahnya pelan. Membuat kesan sexy bagi yang melihatnya.


Sean yang melihat itu langsung menyeringai tipis. "Jangan menggodaku sayang." Kata Sean dengan nada suara yang terdenagr berat.


"Aku tidak menggodamu hubby." Jawab Dara dengan berjalan mendekat ke arah suaminya berada. Sesampainya di hadapan suaminya, kedua tangannya langsung menangkup pelan wajah suaminya.


Lantas, Sean langsung memeluk pinggang istrinya. Merapatkan tubuh istrinya ke tubuhnya.


"Jadi, apa aku boleh meminta dessert hubby?" Tanya Dara dengan menatap tepat kedua bola mata suaminya.


"Dessert apa sayang?" Tanya Sean dengan kening yang berkerut. Tidak tau dessert apa yang istrinya inginkan.


"Aku minta dessert ini..." Dengan perlahan salah satu tangan Dara bergerak turun dan mengusap pelan abs di perut suaminya.


"Aku minta dessert roti sobek milik suamiku." Bisik Dara seduktif.


Sial! Sejak kapan istrinya menjadi seagresif ini?!


***


- Bonus Dessert roti sobek kakak



- Dara: Tahan, tahan. Itu godaan. Tapi, dessert roti sobek itu enak😓



Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤