My Possesive Husband

My Possesive Husband
196. MY POSSESIVE HUSBAND - 8 BULAN (Bagian 4)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Kini usia kandungan Dara telah menginjaki usia ke 8 bulan. Selama 8 bulan itu pula Dara harus extra sabar menghadapi suaminya yang bertingkah seperti bayi besar.


Setelah pulang dari Indonesia beberapa bulan yang lalu, hal itu sukses membuat suaminya kagum dengan makanan disana. Bahkan buah mangganya menjadi buah favorit suaminya. Jangan lupakan tofu mix juga. Itu juga menjadi makanan terenak sedunia versi suaminya. Suaminya juga berencana akan liburan lagi kesana dengan mengajak Mommy, Daddy dan sahabat-sahabatnya. Tentu saja Dara tidak akan menolaknya. Liburan itu akan terjadi jika Dara telah melahirkan.


Sesampainya di Mansion waktu itu, Sean dan Dara segera membagikan buah mangga manalagi ke bodyguard dan maid-maidnya. Tidak lupa juga untuk membaginya ke Mommy, Daddy dan sahabat-sahabatnya. Namun hal yang membuat Dara terperangah adalah suaminya bisa menghabiskan 50 buah mangga. Mulai diolah menjadi kue basah, bolu, jus dan di makan biasa. Dan itu dimakan hampir tiap hari oleh suaminya. Semoga saja anaknya nanti terlahir menjadi anak yang manis.


"Sayang aku ingin ikut dengan mu." Dengan rayuan mautnya Sean mengatakannya. Dipeluknya dariΒ  belakang tubuh istrinya.


"No no hubby." Tolak Dara. Sudah ke 25 kalinya Sean selalu mengikutinya. Mulai dari kegiatan belanja, jalan-jalan ke belakang mansion bahkan ke toilet pun suaminya mengikutinya. Alasannya cukup simpel, karena suaminya tidak ingin terjadi apa-apa dengan bayi dan dirinya. Super duper possesive. Sepertinya Dara akan menyebut suaminya dengan julukan "My Possesive Husband".


"Aku akan bertemu dengan Sena." Tubuh Dara berbalik untuk menghadap ke suaminya. Perutnya yang bucit itu membuat Sean merasa sangat gemas. Ingin sekali mengelus, mengusap dan menggigitnya. Namun, sekali Sean menahan keinginannya.


"Pasti disana akan ada Damian. Jadi aku ingin ikut juga." Suaranya yang manja dengan tatapan penuh harapan membuat Dara menghela nafasnya. "Ini keinginan Kenzo sayang. Kenzo tidak ingin jauh-jauh dari Daddy nya. Apa kamu mau anak kita nanti ileran?"


Lagi dan lagi suaminya menggunakan nama Kenzo untuk membuatnya mengiyakan kemauan Sean. Apalagi dengan kata "ileran" jika dirinya tidak menurutinya. Dara tidak ingin jika gara-gara ulahnya anaknya menjadi anak yang ileran. "Baiklah." Jawab Dara final.


Sontak saja jawaban dari istrinya membuat Sean kegirangan. Ternyata membujuk istrinya tidak sesulit yang ia bayangkan.


"Aku akan siap-siap terlebih dahulu." Dengan senyuman yang tersungging di bibirnya Sean segera mengganti pakaiannya. Sean ingin tampil perfek saat bersama istrinya. Agar pria yang melirik istrinya tau jika mereka tidak ada apa-apa dibanding dirinya. Ingat, Sean itu tampan dan juga keren. Semoga anaknya mewarisi ketampanannya.


Sedangkan Dara segera memasukkan beberapa barang yang penting ke dalam tasnya. Hari ini adalah hari pertemuan untuk pertama kalinya antara Dara dan Sena.


Tok Tok Tok


"Silahkan masuk."


Lalu, Roy dan satu maid masuk ke dalam kamar. "Mobil sudah siap nona." Lapor Roy dengan menunduk hormat.


"Makanan juga telah siap nona. Sudah saya letakkan kedalam kotak bekal seperti yang nona perintahkan." Lapor maid muda itu dengan menunduk hormat.


"Baiklah. Terimakasih. Oh, iya Roy aku akan pergi dengan Sean. Kamu bisa menjaga mansion." Ujar Dara yang diangguki oleh Roy.


"Baik nona. Saya permisi." Pamit Roy yang di ikuti oleh maid di sebelahnya.


Seketika Dara terbesit sebuah pertanyaan didalam hatinya. "Apakah Roy sudah move on dari Liya?" Itulah yang menjadi pertanyaan Dara.


"Sayang, kita akan kemana?" Tanya Sean yang kini telah siap dengan pakaiannya. Jaket hitam dan juga celana jeans warna hitam membuat penampilan Sean menjadi semakin memukau.


"Kita akan pergi ke cafe. Aku ingin mengobrol secara langsung dengan Sena." Jawab Dara lalu memakai tasnya. "Sudah siap?"


Sean mengangguk.


Dilihatnya jam telah menunjukkan pukul 9 pagi. Lalu, Dara langsung menggandeng lengan suaminya. Sudah menjadi rutinitas barunya untuk selalu menggandeng lengan suaminya setiap kali Dara berjalan.


Sean dan Dara berjalan berdua. Membuat maid yang melihatnya jadi iri sendiri. Ingin rasanya mereka seperti itu juga.


"Tidak ada yang tertinggal lagi kan sayang?" Tanya Sean.


"Sudah hubby. Tidak ada yang tertinggal lagi." Jawab Dara.


Lantas Sean segera menyalakan mobil miliknya. Pergi menuju cafe tempat di mana Dara akan bertemu.


Perjalanan di tempuh kurang lebih 15 menit. Akhirnya kini Sean dan Dara telah sampai di cafe.


Dara segera keluar dari dalam mobil. Begitupun juga dengan Sean. Sean segera keluar dari dalam mobil dengan membawa beberapa barang milik istrinya.


Lalu, mereka berjalan berdua bersama.


Sontak saja semua pandangan tertuju ke arah mereka.


"Disini." Ujar Damian dengan melambaikan tangannya. Disana sudah ada Sena yang tengah duduk di kursi rodanya.


Dara yang baru pertama kali melihat kondisi Sena yang sekarang begitu terkejut. Apakah Sena, istri Damian adalah perempuan yang......???


"Hai." Sapa Dara yang berusaha menutupi keterkejutannya.


"Hai juga." Ujar Sena menanggapi sapaan Dara.


Dara mengambil duduk berhadapan dengan Sena. Sedangkan suaminya duduk berhadapan dengan Damian.


"Bagaimana Sean menjadi mafia bucin?" Ucap Damian dengan nada yang meledek Sean.


Sean yang mendapat pertanyaan tersebut hanya menaikkan sebelah alisnya. "Aku tidak bucin sepertimu Damian." Jawab Sean dengan wajahnya yang datar.


"Oh benarkah? Bagaimana jika laki-laki dipojok sana menaksir istrimu? Sedari tadi aku perhatikan dia menatap istrimu dengan pandangan.." Sebuah smirk tersungging di bibirnya. "Kau bisa menyimpulkan sendiri." Bisik Damian yang sukses membuat Sean terbakar api cemburu.


Dengan gerakan cepat Sean langsung memeluk possesive pinggang istrinya. Lalu dikecupnya pipi istrinya. Melalui tatapan Sean, sudah terlihat jelas jika Sean melakukannya untuk mempertegas jika "Dia milikku."


Dara yang melihat itu langsung tertawa renyah. Dara tau jika Damian tengah memancing suaminya. Membuktikan jika suaminya bucin atau tidak. Dan sekarang lihat jawabannya? Seisi cafe juga tau jika seorang Sean Crishtian sangat possesive terhadap istrinya.


***


Kenalan dengan Geng Mafia The King Of Blood yuk πŸ₯°β€οΈ GENG MAFIA YANG BERISI 6 BOS MAFIA PALING DITAKUTI DI DUNIA πŸ”₯








Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊 Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀