My Possesive Husband

My Possesive Husband
238. BRAM KEMBALI ? (Extra Part 29)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Elden, kamu kenapa?" Suara lembut dari perempuan yang ia cinta membuat Elden langsung menoleh.


Kedua bola matanya langsung bertemu dengan kedua bola mata teduh yang menyejukkan hati. Elden tersenyum dengan menggelengkan kepalanya pelan. "Aku baik-baik saja sayang." Jawab Elden. Setelah itu langsung menghadapkan tubuh nya dengan tubuh istrinya.


Lexa menatap kedua bola mata Elden. Berusaha mencari sebuah kejujuran melalui kedua mata Elden. Namun, nihil. Lexa tidak menemukan kejujuran sama sekali dadi kedua mata suaminya. Hanya terlihat keraguan dan ke khawatiran yang dapat Lexa tangkap. "Jangan berbohong pada ku El." Di genggamnya salah satu tangan Elden.


Sekarang, Elden dan Lexa tengah berada di tepi kolam renang Mansion.


Elden sudah menduganya. Jika Lexa pasti tidak akan mempercayai perkataan nya. Lexa memang perempuan satu-satunya yang peka terhadap perasannya.


"Katakan pada ku El. Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa yang membuat kamu menjadi seperti ini?" Tanya Lexa secara beruntun. Lexa tidak ingin jika suaminya berubah menjadi seperti dulu lagi.


Elden menggelengkan kepalanya. Bibirnya seakan terkunci secara rapat. Tidak tau harus berkata apa.


"El, aku istri kamu. Aku milik kamu dan kamu milik aku. Kamu tidak sendiri, El. Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau apapun yang terjadi kita akan bersama-sama terus." Ujar Lexa yang terus berusaha membujuk Elden. Lexa khawatir jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. Apalagi jika sosok Elden yang dulu kembali. Hal itu semakin membuat Lexa merasa takut.


Elden menatap sendu wajah perempuan yang ia cinta. Lalu, salah satu tangan nya bergerak untuk mengusap sayang pipi cabi istrinya. "Aku sedang memikirkan kejadian masa lalu sayang. Aku juga sedang memikirkan hubungan Garvin dengan Sean." Lirihnya pelan.


Sebuah senyuman tersungging di bibir Lexa. Lexa faham betul dengan perasaan suaminya. Elden memang lebih suka memikirkan nya sendirian. "El, percaya sama aku. Semua pasti akan baik-baik saja. Apapun yang terjadi ke depannya, kita pasti bisa melalui ini semua." Ucap Lexa dengan lembut.


Cup


Di kecup nya pipi kanan Elden dengan sayang. "Ciuman itu sebagai hadiah untuk suamiku yang tercinta."


Seketika itu juga Elden langsung tersenyum. Perasaan nya sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Kegundahan dan kegelisahannya mulai sedikit berkurang.


"Ingat El, kita sudah melalui ini bersama-sama. Dari dulu sampai sekarang. Kita bisa melaluinya. Mulai dari Ayah kamu hingga kedua orang tuaku. Nyatanya kita bisa melalui ini semua." Lexa berusaha meyakinkan Elden dengan mengingat kembali perjuangan yang telah mereka lakukan di masa lalu.


Elden mengangguk. Masih mengingat betul bagaimana perjuangannya untuk mencapai di titik sekarang.


Lexa bernafas lega. "Ingat, kita pasti bisa melalui ini semua bersama-sama. Selamanya." Kata Lexa penuh semangat.


Elden yang melihat istrinya bersemangat juga ikut bersemangat. "Iya sayang. Terimakasih." Sebuah senyuman tersemat di bibir Elden. Membuat ketampanan Elden naik dua kali lipat. Meskipun mereka berdua sudah mempunyai cucu, Lexa akui jika gaya romansa mereka seperti anak ABG yang di mabuk cinta.


Drrtt.. Drrt.. Drtt..


Ponsel Elden yabg terletak di lantai bergetar Tanda sebuah panggilan masuk.


Lexa langsung menunduk untuk melihat siapa yang menelfon suaminya itu. "Rafael." Gumam Lexa.


Dengan terburu-buru Elden mengangkatnya. "Ada apa Raf?" Ujar Elden tanpa basa-basi lagi.


"El, gawat."


Elden mengernyitkan kening nya. Sedangkan jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.


"Katakan Raf." Titah Elden dengan tegas.


Sedangkan Lexa hanya diam dan mengamati setiap ekspresi wajah Elden.


Deg


Dunianya seakan hancur begitu saja.


"Jangan bercanda!" Bentak Elden.


"Aku tidak bercanda El. Aku sudah menemukan beberapa bukti keberadaan nya. Dan yang meninggal waktu itu bukanlah Bram. Tapi..."


Tut..


Panggilan terputus. Ponsel Elden jatuh ke dalam kolam.


Kedua bola mata Lexa membulat sempurna. "El, ponsel kamu jatuh!" Jerit Lexa. Ponsel yang Elden gunakan adalah ponsel baru. Baru lima bulan yang lalu Elden dan Lexa membelinya.


Tubuh Elden terdiam bagaikan patung. Selama ini yang ia takutkan terjadi. "Lexa.."


Lexa langsung menatap wajah suaminya itu. "El, kenapa wajah kamu pucat?" Kedua tangannya langsung menyentuh wajah Elden. Pandangan mereka saling terkunci satu sama lain.


"Bram masih hidup Lexa. Bram kembali."


"APA?!"


Sementara itu, di sebuah Mansion mewah milik seorang Ketua Mafia Dunia terlihat sangat mewah dan juga elegan. Bahkan bodyguard, maid hingga penjagaan di Mansion tersebut tidak main-main jumlah nya.


"Tuan, kami sudah menemukan nya." Ujar salah satu orang yang berbadan tegap.


Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya. "Saatnya aku akan mengambil apa yang telah menjadi milik ku."


Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya? Siapakah pria itu? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?


***


- Hi, aku datang - Bram Alexander ✨



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊