My Possesive Husband

My Possesive Husband
174. TITAH SEAN CRISHITIAN


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Malam telah menjelang. Dara kini telah tertidur pulas dengan memeluk tubuh kekar suaminya. Sejak insiden tadi siang di kantornya, Sean segera mengajak istrinya untuk berjalan-jalan sebentar dan setelah itu pulang ke mansion mereka. Padahal, sorenya mereka berencana untuk pergi ke dokter kandungan untuk mengecek apakah Dara hamil atau tidak. Namun, saat melihat mood istrinya yang sedang tidak baik, alhasil Sean memilih kembali ke mansion. Menghibur istrinya dengan membuatkan salad buah yang merupakan makanan favorit istrinya.


Sean tersenyum melihat wajah damai yang tengah tertidur itu. Dirapikannya beberapa helaian rambut yang menutupi wajah istrinya. Sean benar-benar di buat kagum dan jatuh hati dengan kecantikan paras yang ada di istrinya.


Drtt.. Drt.. Drtt.


Ponselnya bergetar. Tanda sebuah pesan masuk kedalam ponsel miliknya.


Lalu Sean segera beranjak dari tempatnya untuk mengambil ponsel miliknya. Terlihat nama Darren yang tertera disana.


Darren : Cepat berkumpul di markas.


Pesan singkat itu langsung membuat Sean segera bergegas untuk berdiri dan bersiap-siap. Sean akan mengatur strategi bersama Geng Mafia Crowned Eagle dalam melakukam penyerangan yang akan ia lakukan. Lihat saja, mereka telah salah memilih lawan dalam bermain-main.


Dengan menggunakan jaket kulit berwarna hitam dan celana jeans warna hitam, Sean segera berjalan keluar dari kamar dengan hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi sedikitpun. Sebelum itu, Sean menyempatkan diri untuk mencium kening istrinya.


Cup


"Good night sayang. Have a nice dream and i love you." Ucapnya dengan tersenyum dan dikecupnya pelan bibir mungil istrinya. Untungnya apa yang ia lakukan tadi tidak membuat tidur istrinya terusik.


"Aku pergi sebentar." Bisiknya pelan dan Sean mulai berjalan ke arah sebuah laci yang menyimpan pistol kesayangannya. Dan jangan lupakan sebuah pisau lipat yang selalu ia selipkan di dalam kaos kaki miliknya. Sean telah siap dengan semuanya.


Setelah dirasa semuanya telah siap, Sean mulai melangkahkan kaki miliknya keluar dari kamar. Tidak lupa juga menutup pintu miliknya.


Lalu, dengan langkah tegasnya Sean berjalan menuruni tangga dengan memakai jam tangan.


"Selamat malam tuan." Sapa bodyguard yang telah berbaris rapi di ruang tamu. Mereka menunduk dengan sopan.


Langkah Sean terhenti tepat di depan bodyguard kepercayaanya. Ada sekitar 50 orang yang sedang berkumpul sekarang. Sisanya mereka masih dalam menjalankan tugasnya yaitu menjaga pintu gerbang utama dan pintu gerbang belakang mansion.


Lalu, di ujung kiri sana ada Roy yang tengah berdiri dengan memandang lurus kedepan.


"Perketat penjagaan mansion. Jangan biarkan orang asing masuk kedalam mansion. Saling kerjasama satu sama lain dan bekerjalah dengan giat. Kalian aku kerjakan sebagai bodyguard disini untuk melindungi apa yang aku punya. Jika kalian lengah sedetik saja, maka nyawa kalian semua yang menjadi taruhannya. Sejak awal kalian memutuskan untuk bekerja dengan ku maka kalian juga harus siap dengan konsekuensi yang kalian terima. Kalian sudah bekerja dengan ku lebih dari 10 tahun. Jadi kalian pasti tau kalau aku benci dengan yang namanya penghianat. Karena penghianat bagiku sama dengan mati." Ucap Sean dengan suaranya yang tegas. Wajahnya datar dengan kedua bola mata yang menukik tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya.


Glek


Mereka menelan air ludahnya setelah mendengar perkataan bos mereka. Mereka jelas tau konsekuensi yang harus mereka terima jika bekerja disini. Gaji tinggi maka resiko yang harus diterima juga semakin tinggi. Tapi, jika merela tidak bermaca-macam dan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan maka mereka akan aman dan baik-baik saja.


"Baik tuan. Kami paham." Jawab mereka dengan serempak.


Sean menatap datar bodyguardnya. Lalu pandangannya beralih ke arah Roy yang berdiri jauh darinya. "Dan untuk mu Roy, kau jaga istriku dan kau atur anak buah mu. Jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. Ingat, jika kalian tidur maka musuh kalian sedang bergerak menyerang. Jadi persiapkan diri kalian masing-masing. Satu lawan satu bisa kapan saja dimulai."


"Siap tuan." Jawab mereka lagi dengan tegas.


"Baiklah. Aku ada urusan penting malam hari ini. Jadi jangan sampai kalian lengah dalam menjaga istriku."


"Siap tuan."


Sean tersenyum tipis melihat bodyguardnya. Lalu, Sean berjalan mendekat ke arah Roy dan berdiri tepat di depan Roy. "Jaga istriku. Jangan sampai kau ulangi kesalahan untuk kedua kalinya. Selama ini aku diam bukan berarti aku tidak tau. Tapi aku ingin tau seberapa jauh kau akan bertindak. Berterimakasihlah pada istriku yang meminta padaku untuk tidak membunuh mu. Jika saja bukan karna istriku, mungkin sekarang tubuhmu telah terkubur di dalam tanah dengan keadaan yang mengenaskan." Bisik Sean tepat di samping telinga Roy. Sebuah seringai tipis tersungging di bibir Sean. Ditepuknya pelan bahu Roy yang merupakan sebuah isyarat tanda peringatan.


Dengan santainya Sean berjalan meninggalkan mansion dan segera bergegas ke garasi yang menyimpan koleksi mobil mewah miliknya.


Malam hari ini Sean memutuskan untuk memakai mobil sport warna hitam yang seharga 5M.


Dengan kecapatan sedang Sean mengenderai mobilnya meninggalkan mansion. Malam ini Sean akan mengatur strategi untuk menghancurkan dan menghabisi musuhnya. Lihat saja, dengan tangannya sendiri Sean akan menghabisi orang itu. Mereka salah karena telah berurusan dengannya.


Sedangkan Roy terdiam di tempatnya. Teman-temannya langsung menjalankan perintah yang disuruh bos nya tadi.


Kedua tangan Roy mengepal kuat. Perasaan bersalah mencul di hatinya hingga tanpa sadar buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. "Liya. Maafkan aku." Lirihnya pelan dengan tangan yang semakin mengepal kuat. "Aku mencintaimu dan selamanya akan tetap begitu."


Yaps. Liya. Perempuan yang dicintai oleh Roy. Perempuan yang rela mengorbankan dirinya untuk Dara yang telah dianggap Liya sebagai sahabat dan keluarganya sendiri.


***


Novel Devil Beside You 👑 Sudah UP juga loh. Bagi kalian yang mau baca kisah Nick bisa cari di profil aku ya 🤗 Makasih 💟


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤