My Possesive Husband

My Possesive Husband
81. MANDI BERSAMA (Bagian 2)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Deg


Deg


Deg


Sialan! Gairahnya benar-benar sedang di uji coba sekarang! Bagaimana bisa Sean menahan gairahnya yang sekarang semakin naik ke ubun-ubunnya! Apalagi melihat tubuh mungil, putih, sehalus sutra yang dimiliki istrinya. Sean tidak sanggup untuk menahannya. Ingin rasanya Sean memakan habis istrinya hingga tak tersisa.


"Ekhem."


Deheman dari sang istri langsung menarik kesadarannya dan Sean langsung menatap wajah cantik itu.


"Sudah mengaguminya Sean?" Ujar Dara dengan menatap wajah Sean yang perlahan-lahan mulai terlihat memerah, malu. Dara baru tau, jika ternyata Sean bisa malu seperti itu hanya karena seperti ini.


"Ehm.. mengagumi apa sayang?" Kata Sean dengan mengalihkan pandangannya asalkan tidak bersitatap dengan kedua bola mata istrinya. Bisa-bisa Sean semakin kelepasan karena sudah tidak tahan untuk melakukannya.


Dara menggelengkan kepalanya pelan. Tidak habis pikir dengan perlakuan suaminya itu. "Ayo mandi Sean. Aku sudah gerah sekali." Kata Dara dengan merentengkan kedua tangannya agar Sean menggendong dirinya lagi.


Lalu, Sean langsung menggendong istrinya seperti koala. Dengan sesekali mengecupi pelan leher jenjang istrinya.


Hal itu sontak membuat Dara terkikik geli. "Geli Sean. Bau juga. Aku belum mandi." Ucap dara disela tawanya karena Sean tidak berhenti untuk mengecupi leher jenjangnya yang putih.


"Harum dan wangi sayang. Aku menyukainya. Rasanya aku ingin memakan dan menghisap habis semuanya." Jawab Sean.


Dara memutar kedua bola matanya malas.


Setelah itu, Sean langsung mendudukkan istrinya di dalam bathub air yang telah terisi dengan air hangat.


"Enak sayang?" Tanya Sean dengan menatap insten wajah istrinya.


Dara mengangguk. "Iya Sean. Rasanya enak dan nyaman. Terimakasih ya." Ujar Dara dengan tersenyum tulus ke arah Sean.


"Sama-sama sayang." Jawab Sean dengan tersenyum.


Lalu, beberapa menit kemudian langsung hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali.


Sean sibuk dengan pikirannya tentang James dan Derrick. Sedangkan Dara sibuk dengan pikirannya tentang Raya. Raya Beatrix.


Sean yang semulanya tengah melamun dan sibuk dengan pikirannya langsung menatap wajah istrinya yang tengah menatapnya juga.


"Kenapa sayang?"


"Boleh aku bertanya padamu?" Kata Dara dengan menatap wajah suaminya juga. Tidak yakin apakah dirinya berani untuk mengatakannya atau tidak. Tapi, jika dipendam Dara akan semakin penasaran.


Deg


Deg


Deg


Jantung Dara berdetak tidak beraturan. Takut jika jawaban yang kelur dari bibir Sean akan mengecewakan dirinya.


"Sean, ceritakan tentang Raya." Kata Dara dalam sekali tarikan nafas.


Tubuh Sean membeku ditempatnya. Tidak tau harus berbicara apa.


"Sean.." Panggil Dara lagi karena tidak kunjung mendapatkan respon dari suaminya.


Namun, nihil Sean hanya terdiam tak menjawabnya. "Yasudah, kamu tidak perlu menceritakannya jika tidak mau Sean. Aku akan menunggumu untuk menceritakan semuanya."


Deg


Ada perasaan bersalah yang hinggap di hatinya.


"Sayang, maafkan aku." Kata Sean menatap wajah istrinya yang tengah tersenyum ke arahnya.


Dara mengengguk. "Tidak apa Sean. Aku mengerti tentang kondisimu." Ujar Dara dengan mengelus pelan rahang tegas suaminya yang tampak di tumbuhi bebebrapa rambut halus.


Sean tidak tau harus menjawab apa. Hatinya berdesir saat mendengar perkataan istrinya. Hatinya menghangat ketika melihat kedua bola mata istrinya yang tampak teduh dan sendu yang menatapnya.


Inilah yang Sean suka dari istrinya. Istrinya mampu menerimanya dengan sangat baik. Mampu menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Istrinya berbeda dengan perempuan lain dan Sean akan menjaganya dengan sepenuh jiwanya. Bahkan dengan nyawanya, Sean rela menaruhkannya.


🦁🦁🦁


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


Awalnya yang kuinginkan sederhana.. Semudah kamu datang dan memberiku warna.. Kini bolehkah ku minta kembali hati yang kutukar dengan rasamu yang ternyata pura-pura?


Aku terbiasa memandangmu istimewa.. Menempatkan senyumanmu sebagai alasanku bahagia.. Terbiasa mencari hadirmu dimana.. Tapi itu adalah kejujuranku dalam diam.. yang terpaksa harus mundur untuk menghilang.. Bukan karena aku menyerah.. Tapi karena seberapa dekat pun pijak kita.. Kamu tidak pernah membalas tatapanku dengan cara yang sama..