
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Malam telah menjelang. Dara telah sampai di mansionnya bersama suami tercintanya.
Dengan tersenyum masam, Dara megandeng jemari suaminya. Merasa tidak yakin apakah Dara bisa masuk kedalam mansion Sean apa tidak. Terlalu banyak kenangan yang menyakitikan disini.
"Apa kamu baik-baik saja sayang?" Tanya Sean dengan menatap wajah istrinya yang terlihat sendu.
Dara menggeleng lemah. "Aku baik-baik saja Sean. Tenang saja." Jawab Dara dengan tersenyum.
Sean tersenyum legah mendengarnya. "Ayo masuk sayang. Mommy dan Daddy sudah menunggunya didalam." Ujar Sean dengan menarik jemari istrinya.
"Ayo Sean." Kata Dara dengan mengikuti langkah suaminya.
Mansion Sean telah sedikit berubah. Mulai dari cat serta beberapa tatanan ruangan yang terlihat tidak seperti dulu. Dara jadi bertanya-tanya. Sejak kapan suaminya sempat untuk melakukan ini semua?
"Hai anak Mommy." Sapa Lexa yang langsung bangkit dari duduknya.
"Hai Mom." Ujar Dara dengan tersenyum manis.
"Hai juga Mom." Jawab Sean dengan tersenyum. Entahlah, sudah keberapa kalinya Sean telah tersenyum hari ini.
Lantas, Lexa langsung berjalan mendekati Dara yang tidak jauh darinya dan dipeluknya tubuh mungil menantunya. "Kamu baik-baik saja?" Tanya Lexa dengan menatap wajah Dara dengan khawatir. Lexa benar-benar tau bagaimana rasanya menjadi Dara.
"Aku baik-baik saja Mom." Jawab Dara dengan tersenyum. Berusaha menutupi rasa sedihnya. Karena saat Dara masuk kedalam mansion Sean maka kenangan menyakitkan langsung berputar di otaknya.
Sean tersenyum melihat interaksi antara Mommy dengan istrinya. Setelah itu, Sean memutuskan untuk segera duduk disofa dengan menyenderkan tubuhnya yang berotot itu. Merasa lelah.
"Apa kalian berdua sudah makan malam?" Tanya Lexa dengan menarik pelan pergelangan Dara agar ikut duduk disampingnya. Tentu saja, dengan menurut Dara mengikuti ajakan Mommynya. Yaitu duduk disamping Mommy Lexa.
"Aku dan Dara sudah makan malam Mom. Tadi dengan Darren dan Damian juga. Mereka mengunjungiku." Kata Sean dengan menegakkan tubuhnya. Meregangkan pelan tubuhnya agar tidak terlalu lelah.
"Apa kalian mau istirahat?" Tanya Elden dengan menatap wajah anaknya.
"Sepertinya iya Dad. Aku dan Dara mau langsung istirahat saja." Ucap Sean dengan menatap wajah istrinya.
"Baiklah. Kalian bisa istirahat saja. Kamar kalian sudah dibersihkan. Jadi, tenang saja. Semuanya aman." Jelas Lexa dengan menatap wajah Sean dan Dara. Menatap fokus setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh anak dan menantunya.
"Baiklah Mom. Aku dan Dara ke kamar dulu." Pamit Sean dengan bangkit dari tempat duduknya.
Dara yang mengerti itu, lantas juga ikut berdiri. "Kami tidur dulu Mom, Dad." Pamit Dara dengan sopan.
"Hati-hati dan have a nice dream." Ujar Lexa dengan tersenyum.
Sedangkan Elden hanya menjawabnya dalam kebisuan.
Setelah itu, Sean dan Dara berjalan untuk menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.
Berjalan berdampingan dengan tangan yang saling megenggam satu sama lain.
Ceklek
Pintu kamar terbuka.
Sean dan Dara segera berjalan masuk kedalam kamar dan menutup kembali pintunya.
"Kamu mau langsung istirahat sayang?" Tanya Sean dengan menatap punggung istrinya yang berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangannya.
"Iya Sean. Aku mau langsung istirahat saja." Jawab Dara didalam kamar mandi.
Sean mengengguk mengerti. "Baiklah." Kata Sean dengan melepas pakaian atasnya. Memperlihatmya perut six pack yang menjadi dambaan semua wanita yang melihatnya.
Dara memutar kedua bola matanya malas ketika melihat suaminya telah tiduran di atas tempat tidur dengan tidak memakai atasannya.
"Apa kamu tidak ingin mencuci kaki dan tangan kamu Sean?" Tanya Dara dengan melepas pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian santai seperti memakai baju tanpa lengan berwarna putih dengan dipadukan hot pants yang berwana hitam.
Dan lihat? Istrinya sungguh cantik mempesona bukan?
Setelah selesai mengganti pakaian miliknya, lantas Dara segera meletakkan pakaian kotornya ke keranjang pakaian kotor.
"Ya. Ya. Terserah kamu saja hubby." Ujar Dara menanggapi perkataan suaminya tadi.
Dicepolnya rambutnya ke atas agar tidak membuatnya gerah. Memperlihatkan leher jenjang dan putih mulus itu. Hal itu sukses membuat Sean merasa gerah dan panas sendiri.
Dirasa semua telah selesai. Dara segera naik ke atas tempat tidur dan tiduran disebelah suaminya.
Sean hanya terdiam dan menatap semua gerak-gerik yang dilakukan oleh istri tercintanya.
"Kamu kenapa hubby?" Tanya Dara dengan memasang wajah imut menggemaskan.
Sean langsung tersenyum melihat ekspresi imut menggemaskan itu. "Aku tidak apa-apa sayang." Jawab Sean dengan menarik tubuh istrinya agar berdekatan dengan tubuhnya. Dibaliknya tubuh istrinya agar membelanginya dan di peluknya dengan possesive tubuh mungil itu yang membelakangi dirinya.
Suasana langsung hening dan senyap. Tidak ada yang memulai pembicaraan apapun.
"Maafkan aku sayang." Ucap Sean dengan menyenderkan kepalanya ke ceruk leher istrinya.
"Kenapa kamu meminta maaf Sean?" Tanya Dara dengan megenggam jemari suaminya yang tengah memeluk pinggangnya possesive.
"Maaf karena telah gagal menjagamu. Maaf karena aku tidak becus untuk menjagamu." Ujar Sean dengan semakin menenggelamkan wajahnya ke leher istrinya.
Rasa bersalah dan menyesal masih membayanginya. Jika saja Sean bisa lebih becus menjaga istrinya, pasti kedua malaikat mereka masih berada di dalam perut istrinya.
"Kamu tidak perlu meminta maaf Sean. Itu bukan salah kamu. Jadi, berhenti untuk menyalahkan dirimu sendiri. Mungkin ini sudah menjadi takdir dari Tuhan yang terbaik untuk kita berdua. Mungkin saja agar kita semakin dewasa dan semakin saling menjaga satu sama lain. Saling menguatkan dan mensupport satu sama lain. Jadi, ambil sisi positifnya Sean. Kita ambil hikmahnya dari setiap kejadian yang telah kita lewati agar kedepannya semakin baik."
Deg
Sean terenyuh mendengarnya. Tanpa ia sadari buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Sean bersyukur dan benar-benar merasa beruntung karena telah mempunyai seorang istri seperti Dara.
Dipeluknya dengan erat tubuh mungil istrinya.
"Terimakasih sayang. Aku benar-benar menyayangimu." Lirih Sean drngan mengecup pelan leher jenjang istrinya.
"Sama-sama sayang. Aku juga menyayangimu selalu." Jawab Dara dengan tersenyum.
Dara juga merasa beruntung karena telah mempunyai suami seperti Sean.
"Oh iya Sean, bolehkah aku meminta satu permintaan? Tapi kamu harus janji untuk menurutinya." Ujar Dara dengan membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan suaminya.
"Apa itu sayang? Apapun untuk istriku." Jawab Sean dengan menatap wajah cantik istrinya.
"Ajari aku tembak menembak dan bela diri untuk melindungi diri sendiri."
Deg
Sean langsung dibuat terkejut dengan permintaan istrinya.
****
- Tubuh Sean yang sedang tiduran.
- Percakapan receh Author dengan Nick
Author : Nick udah dibilang bajunya di pakai. Jangan buka-bukaan Nick. Aku tuh ngga kuat liatnyaðŸ˜
Nick : Itu hukuman buat author karena udah bikin aku mencintai seseorang yang tidak akan pernah aku milikiðŸ˜
Author : Itu bukan hukuman buat author Nick. Itu malah bonus buat author😠makin meleleh liatnyaðŸ˜
Nick : Tau ah thor! Aku buka baju biar author tersiksa malah kesenenagan!ðŸ˜
Author : Maaf Nick. Kalau ngga liat entar mubazir. Kan sayang banget😓
Nick : Tau ah. Bye! Cewek memang ribet!
Author : Jangan ngambek dong. Ntar author beliin sayur soup dan tempe goreng de. Khusus buat babang Nick de. Babang Nick ngga pernah tau makanan Indo yang ter the best kan? Itu enak banget loh Nick. Dijamin suka de. Apalagi kalau ditambah sambal + kerupuk. Makin the best lah Nick ☹
Nick : Serius thor?? Oke Nick ngga ngambek lagi!
Author : Nah gitu dong😚 (Dasar Nick. Urusan makanan langsung cepet! 😥)