
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Rapat yang dilakukan oleh Sean telah berjalan dengan sangat lancar. Meskipun mengalami sedikit perdebatan, akhirnya Sean mampu menyelesaikan nya dengan sangat baik.
Jam telah menunjukkan pukul 12 siang. Jam istirahat untuk makan siap telah berlangsung. Lantas, Sean yang tengah berada di dalam ruangan kerjanya langsung mengeluarkan kotak bekal dari dalam tas yang telah ia bawa dari Mansion.
Kedua bola matanya berbinar senang ketika melihat sosis, kentang dan NuGet berada di dalam kotak bekalnya. Semuanya ini adalah makanan favorit Sean. Tapi, tetap saja buah mangga Asia serta tofu mix tetap di hati.
Dengan semangat empat lima Sean memakan makanan nya. Tidak lupa juga sebelum memakan makanan nya, Sean terlebih dahulu untuk berdoa. Setelah berdoa, Sean langsung memakan makanan nya dengan lahap.
Mulai dari sosis lalu berlanjut ke kentang. Selanjutnya Sean men-cocol makanan yang ia pegang dengan menggunakan saus pedas yang sangat nikmat. "Ini enak sekali." Kata Sean yang tengah berbicara pada dirinya sendiri.
Kemana perginya Xander si tangan kanan Sean yang baru?
Jawaban nya adalah Xander sekarang sedang berdiri dan berada di depan ruangan kerja Sean. Berdiri tegak dan tegas. Membuat beberapa orang yang melihatnya langsung merasa segan sendiri.
Iya, mereka semua sudah tau kemana perginya Roy sekarang. Tangan kanan Sean sedari masih umur belasan tahun. Tangan kanan Sean yang sudah 9 tahun mengabdi ke Sean.
Roy sudah tiada. Mereka merasa sedih mendengar kabar itu. Apalagi Bos mereka. Pasti akan sedih. Namun, hebat nya mereka tidak melihat kesedihan sama sekali di wajah Bos mereka.
Iya, selama ini Sean selalu di kenal dengan sosok yang tegas, berwibawa dan bertanggung jawab. Bos mereka benar-benar pandai menyembunyikan perasaan.
Sebenarnya mereka ingin menyampaikan turut berduka cita. Hanya saja, mereka harus berfikir dua kali untuk mengucapkan nya. Bos mereka juga tidak terlalu banyak bicara dengan mereka. Alhasil, mereka hanya bisa mengucapkan turut berduka cita lewat perasaan. Mungkin lain kali mereka akan mengucapkannya secara langsung. Ngomong-ngomong, bukankah katanya bos mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki? Pasti sangat tampan sekali!
Sean telah selesai memakan makanan nya. Mulai dari sosis, NuGet hingga kentang, telah habis ia makan. Di tepuk nya dengan pelan perut nya. "Perut ku benar-benar terasa penuh." Ujarnya pelan. Sean seperti orang pada umum nya. Akan bersendawa ketika selesai makan. Mendengar dirinya sendiri bersendawa, Sean langsung tertawa sendiri. Merasa lucu. "Jika mereka tau aku seperti ini, mungkin mereka akan berfikir dua kali untuk takut padaku." Gumam nya pelan. Lalu, pandangan nya beralih ke arah bingkai foto yang terletak di atas meja kerjanya. Foto istrinya yang tengah tersenyum ke arah kamera dengan senyuman cantik yang selalu membuat Sean jatuh terpesona ribuan kali. Bayangan wajah istrinya langsung tergambar jelas di ingatan nya. Apalagi wajah anak nya. Sean semakin tidak sabar untuk segera pulang ke Mansion.
Drrtt.. Drrt.. Drrt..
Ponselnya bergetar. Sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya. Tertera nama Darren disana.
"Sean jam berapa kita akan rapat?" Tanya Darren yang langsung pada intinya.
"Rapat anggota inti akan kita lakukan jam 10 malam. Setelah itu kita akan rapat besar-besaran jam 12 malam. Jangan lupa untuk sampaikan ke seluruh kepala Anggota Geng Mafia Crowned Eagle. Ini adalah rapat besar-besaran ke 4 kalinya setelah sekian lama kita tidak mengadakan nya. Jadi aku ingin mereka semua hadir." Ujar Sean.
"Baiklah. Aku akan menyampaikan ke mereka semua." Jawab Darren sambil menatap monitor laptopnya yang tengah menampilkan sebuah sandi-sandi komputer yang sangat sulit di pahami.
Darren yang mendengar pertanyaan itu langsung menghentikan pekerjaan nya. Ternyata bukan hanya dirinya yang merasa aneh, tapi Sean juga yang menyadari tingkah aneh Nick. "Untuk sekarang aku tidak melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari Nick. Hanya saja saat anggota Geng saudara mu berkumpul aku melihat ketertarikan dari Alfa Davidson ke Nick. Entah dalam hal apa. Aku akan mencari taunya."
"Alfa Davidson? Bukankah dia adalah ketua dari sindikat kasus penyelundupan, pemerasan dan pembunuhan kan?" Tebak Sean.
"Iya kau benar Sean." Jawab Darren.
"Baiklah. Tolong kau awasi Darren. Aku sekarang sedang sibuk dengan perusahaan ku."
"Kau bisa percayakan padaku Sean."
Setelah itu panggilan langsung terputus. Sean menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. "Hufftt.." Sean menghembuskan nafasnya pelan. Salah satu tangan nya terangkat untuk memijat pelan pelipisnya. Kepalanya terasa puding sekarang. "Apa yang harus aku lakukan untuk memperkuat kekuasaan ku?"
***
Trailer Novel KENZO - MY POSSESIVE BOYFRIEND sudah aku Upload di Channel YouTube aku ya 🥰🥰🥰 Jangan lupa di tonton ya 🥰🥰🥰
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊