
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
"Aku minta dessert roti sobek milik suamiku." Bisik Dara seduktif.
Sial! Sejak kapan istrinya menjadi seagresif ini?!
Sean memejamkan kedua bola matanya. Menikmati setiap usapan yang dilakukan oleh istrinya di perutnya. "Sial!" Umpat Sean dalam hati. Sean tidak berani mengumpat secara langsung karena ada istrinya. Rasanya Sean ingin mendesah sekarang. Usapan tangan mungil istrinya di absnya saja sudah membuat Sean keenakan. Bahkan hal itu sudah benar-benar menguji kesabarannya. Namun, Sean masih bersabar dan menunggu aksi berikutnya yang akan dilakukan oleh istrinya. Padahal Sean ingin langsung menidurkan istrinya sekarang juga. Menindih, mengukung dan mencium bibir ranum itu. Akan tetapi Sean masih berusaha mengontrol nafsunya yang sudah siap meledak kapan saja.
Sebuah seringai tipis tersungging di bibir mungil Dara. Apalagi saat melihat ekspresi suaminya yang terlihat seperti menahan sesuatu. Rasanya Dara ingin tertawa sekarang. Namun Dara masih menahan tawanya. Tidak ingin merusak suasana yang sedang panas ini. Ternyata suaminya lucu juga jika sedang menahan gairahnya. Rasanya Dara ingin mengerjai suaminya ini. Sesekali mengerjai ketua geng Mafia Crowned Eagle tidak apa-apa bukan?
Setelah itu, Dara langsung duduk dipangkuan suaminya. Menatap penuh cinta kedua bola mata suaminya.
"Sejak kapan istriku menjadi seagresif dan senakal ini?" Tanya Sean dengan menatap istrinya penuh gairah.
Dara tertawa renyah setelah mendengar perkataan suaminya tadi. "Tentu saja sejak bersama suamiku." Jawab Dara dengan mengedipkan salah satu matanya. Mencoba untuk menggoda suaminya lagi. Lalu, Dara mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya. Mendekatkan wajahnya dengan suaminya hingga membuat nafas keduanya saling beradu. Bahkan kedua hidung mancung dan mungil itu saling menempel satu sama lain.
Sean langsung menahan senyumnya dan langsung memeluk possesive pinggang istrinya. "Ooh, benarkah sayang? Aku jadi ingin tau hal apa saja yang telah dipelajari istri cantikku ini." Jawab Sean menantang istrinya. Jika bersama istrinya bisa membuat istrinya seagresif ini, maka Sean rela setiap hari tidur bersama istrinya dan menghabiskan waktunya di dalam kamar bersama istri tercintanya.
"Baiklah jika itu kemauan suamiku. Asal aku yang memimpin permainannya. Suamiku cukup diam biar aku yang lakukan." Jawab Dara dengan tersenyum tipis. Ada makna tersembunyi di senyuman itu. Dara akan mempraktikkan semua yang pernah suaminya lakukan di tubuhnya. Diam-diam Dara juga mempelajari apa yang dilakukan suaminya. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mempraktikannya. Dara ingin tau, apakah itu berhasil apa tidak.
Dengan gemas Dara langsung mencium bibir suaminya. Digigitnya pelan hingga membuat Sean langsung membuka mulutnya. Memberikan akses pada istrinya agar menjelajahi rongga mulutnya.
Bahkan sekarang, lelehan saliva mereka sudah tercampur menjadi satu. Tidak ada rasa jijik sama sekali. Yang ada Sean dan Dara semakin menikmatinya.
Dara tersenyum menang di sela ciumannya. Ternyata Dara bisa mempraktikannya dengan nyaris sempurna. Bolehkah Dara merasa bangga sekarang? Rasanya Dara ingin merayakannya sekarang juga. Ternyata ada hikmahnya juga dulu ada pelajaran mengenai tubuh manusia. Dara bisa sedikit lebih tau mengenai hal itu juga.
Lalu, dengan senang hati Sean membalas ciuman istrinya. Tapi, baru saja membalas ciuman istrinya, Dara sudah melepas ciumannya. Menyudahi kegiatan balas-membalas ciuman.
Terlihat raut kecewa yang kentara dari wajah suaminya.
"Dilarang ikut bermain hubby. Kecuali aku yang menyuruh hubby." Ujar Dara dengan menatap suaminya penuh kemenangan.
Istrinya benar-benar sedang menguji kesabarannya!
Didorongnya tubuh tegap suaminya hingga terbaring di atas tempat tidur.
Dara memendang takjub abs milik suaminya. Sedangkan sekarang istrinya sedang duduk di atas perutnya.
"Sayang, biarkan aku yang memimpin." Rengek Sean pada istrinya. Sungguh, rasanya Sean ingin segera menuntaskannya tanpa bermain-main seperti ini.
Dara menggeleng pelan. Menolak permintaan suaminya. "No hubby. Peraturannya aku yang jadi pemimpinnya. Bukan hubby." Jawab Dara dengan tegas dan menatap galak wajah suaminya.
Sean menghela nafasnya kecewa. "Please sayang. Aku sudah tidak tahan lagi." Lirih Sean. Jika boleh, Sean bisa saja membalik posisinya sekarang.
Kepala Dara menggeleng dengan tegas. "No hubby." Jawab Dara dengan tegas. Membuat Sean akhirnya pasrah.
Dara tersenyum puas. Setelah itu, Dara melepas pakaian atasnya. Kini Dara bertelanjang dada. Membuat Sean lagi dan lagi menelan air ludahnya kasar. Sial! Kenapa istrinya terlihat sangat menggoda!
Setelah itu tubuh Dara membungkuk dan diciumnya leher suaminya itu. Disesapnya leher itu dengan rakus. Tidak lupa juga Dara menggigit leher suaminya. Meninggalkan jejak kepemilikan disana. Hal itu sukses membuat Sean mendesah pelan.
"Ini milikku. " Bisik Dara seduktif. Membuat bulu kuduk Sean meremang. Kenapa sekarang dirinya yang menjadi sangat sensitif?!
Jemari Dara perlahan turun dan mengusap pelan tubuh tegap itu. "Dan ini milikku." Jemari itu berhenti abs milik suaminya. "Jangan biarkan orang lain menyentuhnya hubby." Bisik Dara di telinga suaminya dengan suaranya sensualnya.
Sial! Sejak kapan sitrinya menjadi sebinal ini?! Apa Mommynya yang mengajarinya? Jika iya, Sean akan mengucapkan banyak terimakasih ke Mommynya nanti.
Setelah itu, Dara langsung menegakkan tubuhnya lagi.
Sean menatap wajah istrinya yang terlihat ingin mengatakan sesuatu. "Kamu kenapa sayang?" Tanya Sean. Ingin rasanya Sean mencium habis bibir mungil itu. Apalagi kedua bola mata yang tengah mengerjap lucu itu. Rasanya Sean ingin menciumnya. Sean benar-benar dibuat gemas dengan tingkah menggemaskan istrinya sekarang.
"Hubby, bolehkah aku meminta satu permintaan ke hubby?" Tanya Dara dengan menatap takut-takut wajah suaminya.
Sean menaikkan alisnya. "Boleh sayang. Kau boleh meminta apapun padaku." Jawab Sean dengan tersenyum. Diusapnya dengan sayang rambut halus itu.
Sontak saja, kedua bola mata Dara langsung berbinar senang. "Janji?" Ucap Dara dengan semangat empat lima.
Sean mengangguk. "Iya sayang. Aku janji."
Jemari Dara saling bertaut satu sama lain dengan sesekali melirik wajah suaminya. "Bolehkah aku latihan tembak-menembak dengan Garvin?"
Dengan reflek Sean langsung bangun dari tidurnya. Dan hampir saja Dara terjungkal karena gerakan suaminya yang tiba-tiba. Untung saja, Sean langsung memeluk possesive pinggang istrinya. Sedangkan Dara langsung memeluk leher suaminya.
"Katakan lagi sayang."
Dara jadi takut sekarang setelah mendengar perkataan suaminya ynag terdengar dingin. "Bolehkah aku latihan tembak-menembak dengan Garvin?"
Jemari Sean mengepal kuat. "Tidak." Jawab Sean dengan dingin.
***
Terimakasih banyak atas pengertian kalian semua. Jadi Part ini aku UP sebagai permintaan maaf ku kalian. Sebenarnya part ini buat besok pagi. Tapi aku UP sekarang. Semoga kalian suka yaβΊ Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dikolom komentar. Jangan lupa Like juga yaπ
- Dessert nya roti sobeknya kakakπ
-Dara: Hmm.. Masih aku pantauπ
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya π
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€