
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ๐๐
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku ๐ค
dan jangan lupa beri bintang 5 ya ๐
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata ๐ค
Happy Reading
***
Nb: Harap baca sambil dengerin lagu sedih! agra feelnya semakin dapat!
"Permisi tuan. Satu jam lagi tuan akan ada beberapa rapat penting yang harus di hadiri." Ucap Sarah, selaku sekretaris pribadi Sean di perusahaan.
"Ya. Kau bisa pergi." Jawab Sean dengan suaranya yang terkesan dingin. Bahkan, Sean menjawab tanpa melihat lawan bicaranya sama sekali.
Sarah yang melihat tingkah tuannya hanya menggerutu kesal dalam hati. Sungguh, dirinya sudah berdandan secantik mungkin, memakai pakaian sesexy mungkin agar dilihat oleh Sean, tapi sekarang faktanya apa? Bahkan Sean tak menatapnya sama sekali. Hanya fokus dengan laptop yang berada di meja kerjanya.
"Baik tuan. Saya permisi." Pamit Sarah dan segera berjalan meninggalkan ruangan.
Setelah kepergian Sarah, Sean segera menghubungi istrinya. Hari telah menjelng sore, akan tetapi istrinya tidak menghubunginya sama sekali. Bahkan chat atau sms yang ia kirimkan pada istrinya tidak dilihat dan tidak dibalas sama sekali. Hal itu sungguh membuat Sean merasa khawatir. Dan pilihan terkahirnya sekarang adalah Roy, tangan kanannya. Meskipun Sean awalnya merasa curiga dengan Roy, setelah ia perhatikan sekali lagi, tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali dari Roy. Dengan cepat Sean segera menghubungi Roy untuk menyakan kabar istri tercintanya.
"Roy, apa yang sedang Dara lakukan?" Tanya Sean to the point ketika telfonnya langsung di angkat oleh Roy.
"Nona sedang istirahat tuan."
"Baiklah. Bilang padanya, jika sudah bangun suruh untuk segera menghubungiku."
"Baik tuan."
Dan panggilan Sean akhiri. Perasaan lega langsung ia rasakan ketika mendengar kabar jika istrinya baik-baik saja.
Tok Tok Tok
"Masuk." Titah Sean.
Lalu, masuklah sosok laki-laki yang berbadan tegap dengan rahang yang tegas.
"Sudah lama tidak bertemu denganmu Sean." Sapa pria tersebut.
Sebuah senyuman tipis tersungging di bibirnya. "Ya. Kau benar, sudah lama tudak bertemu dengan mu Garv." Jawab Sean dengan menyeringai tipis. "Garvin, saudara tiriku." Tambahnya.
Garvin yang mendengar itu hanya tersenyum miring. "Ternyata kau tetap seperti dulu Sean." Ujarnya dengan tenang.
๐น๐น๐น
Hari mulai menjelang malam. Dara telah terbangun dari tidur nyenyaknya. Diusapnya dengan sayang perut buncitnya. Setelah mandi Daravduduk terdiam di atas tempat tidurnya.
Tiba-tiba Dara ingin memakan nasi goreng buatan suami tercintanya. Tapi, suaminya sekarang sedang bekerja. Jadi, apa yang harus ia lakukan sekarang?
Tok Tok Tok
"Masuk."
Lantas Roy langsung masuk kedalam kamar Dara.
"Permisi nona. Tuan Sean tadi bilang jika nona telah bangun, nona disuruh untuk menghubungi tuan." Kata Roy dengan menunduk hormat. Tanpa berkontak mata langsung dengan kedua bola mata Dara. Entah kenapa, setiap kali Roy menatap kedua bola mata Dara, maka Roy akan mengingat tentang Liya yang tengah menangis dan disiksa.
"Emh.. terimakasih Roy." Ujar Dara dengan menatap wajah Roy.
"Saya permisi nona."
"Iya Roy, silahkan."
Setelah itu Roy langsung menunduk hormat dan berjalan menuju pintu kamar.
Dara menghela nafasnya berkali-kali. Kenapa terasa menyesakkan?
Lantas, Dara langsung bangkit dari tempat duduknya menuju meja rias untuk mengambil ponselnya.
Setelah itu dinyalakannya ponsel miliknya dan dengan segera menghubungi Sean.
Dan di bunyi panggilan ke 3 Sean baru mengangkatnya.
"Hai sayang."
"Hai juga Sean." Jawab Dara dengan wajh yang ditekuk.
"Kamu kenapa sayang?"
"Emh, tidak apa-apa Sean. Aku hanya ingin sesuatu." Ucap Dar sambil menarik pelan kursi.
"Istriku ingin apa?"
"Ingin nasi goreng buatan kamu Sean." Ujar Dara dengan mengusap pelan perut buncitnya ketika merasakan tendangan pelan didalam sana. Malaikat kecilnya benar-benar aktif.
Terdengar suara tertawa renyah disana. "Istriku sedang mengidam nasi goreng? Baiklah, nanti malam akan aku buatkan untuk istri tercintaku. Empat jam lagi Daddy akan pulang."
Dara langsung tertawa mendengarnya. "Baiklah Daddy, mommy akan menunggumu. Begitupun juga dengan Sean junior yang akan ikut menunggu. Jadi, segeralah pulang karena malaikat kecil kita sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Daddynya yang sibuk bekerja." Ujar Dara dengan nada yang sedikit menggida suaminya.
"Apapun untuk istri tercinta."
"Baiklah. Aku mau makan malam terlebuh dahulu. Aku lapar."
"Baiklah sayang. Makan yang banyak dan istirahat yang cukup. Maaf aku tidak bisa menemanimu untuk makan malam bersama."
"Tidak apa sayang. Aku mengerti."
"Terimakasih sayang. Jadi, nanti aku akan mengubungimu tiga jam lagi setelah rapat selesai."
"Iya Sean."
"I love you sayang."
"I love you too hubby."
Dan panggilan terputus. Lantas Dara langsung bercermin untuk merapikan penampilannya. Setelah dirasa penampilannya telah rapi, Dara segera berjalan keluar kamar untuk menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, disana berbagai makanan telah tersedia. Semua maid dan bodyguard yang melihat kehadirannya langsung menunduk hormat.
"Selamat malam nona." Sapa mereka dengan serempak.
Dara tersenyum manis. "Selamat malam juga." Lalu, Dara langsung duduk dikursi meja makan.
"Afi." Panggil Dara.
Afi langsung berjalan mendekati Dara. "Iya nona." Jawab Afi dengan menunduk hormat.
"Aku ingin nasi goreng. Tolong suruh maid membuatkannya."
"Baik nona."
Lantas, Afi segera menyuruh maid bagian dapur untuk segera melakukannya.
"Roy sedang pergi kemana?" Tanya Dara pada salah satu bodyguard yang berdiri tak jauh darinya.
Dara menggeleng pelan. "Tidak. Aku hanya ingin tau saja."
***
Didapur mansion, nasi goreng telah jadi.
"Oh iya, nona Dara kan suka dengan telur kata sapi." Uajr maid tersebut pada dirinya sendiri.
Lantas, dicarinya teluar yang berada didalam kulkas. Namun, tak ia temukan. Maka, maid tersebut mmeutuskan untuk mencarinya ke gudang makanan.
Setelah kepergiannya, datanglah seseorang yang berjalan-jalan diam-diam.
Didekatinya nasi goreng itu dengan menbawa sebuah serbuk obat yang berada digenggaman tangannya. Dituangkannya serbuk obat itu kedalam makanannya.
Hingga sebuah seringai tipis tersungging dibibirnya. "Selamat makan nona Dara." Ucapnya dalam hati.
Setelah melakukannya, sosok tersebut segera berjalan meningglkan dapur untuk menuju ruang makan.
Disana Dara tengah sibuk memainkan ponselnya.
"Permisi nona, nasi gorengnya telah jadi." Ucap maid tersebut.
"Ah, iya. Terimakasih." Jawab Dara dengan sedikit tetkejut.
Sedangkan Afi berdiri tak jauh darinya.
Dengan lahap Dara langsung memakan makannya. Dihabiskannya seporsi nasi goreng itu dengan lahap.
"Nona, ini minumannya." Ujar Afi yang menuangkan segelas susu untuk Dara minum.
Dara mengangguk. Tidak bisa menjawab karena mulutnya yang terlalu penuh dengan nasi goreng.
"Akhirnya, ngidamku terwujud juga." Ucapnya pelan.
"Ini susu apa Afi?" Tanya Dara yang melihat susu berawarna merah muda itu.
"Susu untuk ibu hamil nona. Itu rasa strawberry." Ujar Afi dengan sopan.
Dara mengangguk mengerti. "Baiklah, terimakasih Afi." Lalu, diminumnya segelas susu itu hingga habis tam bersisa. Yang tanpa Dara sadari, diminuman itu telah tercampur dengan obat.
"Terimakasin makan malamnya. Aku akan kembali ke kamarku." Ujar Dara yang diangguki seluruh maid dan bodyguard yang berada disana.
"Baik nona."
Dengan langkahnya yang mungil, Dara langsung berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya.
Ceklek
Pintu kamar terbuka. Dara langsung menyalakan televisi dan tiduran di atas tidur. Dengan memainkan ponsel miliknya, Dara membuka aplikasi untuk bermain gamenya.
Selama satu jam Dara tak bosan dengan apa yang ia lakukan sekarang.
Namun, tiba-tiba perutnya terasa sakit bagaikan ditikam pisau dan ditusuk berkali-kali.
"Auu.." rintih Dara yang merasakan sangat kesakitan diperutnya . Darah mulai keluar dari sela-sela pahanya. Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya.
"Oh please. Jangan." Rintihnya ketika melihat darah yang keluar dari sela-sela pahanya. "Jangan anakku. Please." Ucapnya dengan air mata yang tak berbendung lagi.
"Afi!" Jeritnya dengan suara yang mulai melemah. Tangisnya semakin pecah. "Bertahanlah sayang. Bertahan. Jangan pergi. Jangan tinggalin mommy. Hiks!" Isaknya pilu.
Sedangkan Afi yang berada di luar pintu kamar hanya menyeringai tipis.
"Rencananya telah berhasil tuan." Ucap Afi pada seseorang yang sedang ditelfonnya.
"Bagus. Kau bisa pergi meninggalkan mansion."
"Baik tuan."
Dengan cepat Afi segera berjalan meninggalkan kamar Dara.
"Hiks! Hiks!" Isaknya. "Tolong. Tolong aku. Tolong bayiku."
Tap
Tap
Tap
Dengan langkahnya yang tegas, Roy berjalan mendekati kamar istri majikannya ketika mendengar suara isakan lirih yang berada di dalam sana.
Dibukanya dengan pelan pintu kamar itu. Roy begitu terkejut dengan keadaan Dara yang tampak mengenaskan di atas tempat tidur.
Tubuhnya mematung melihatnya.
Tangannya mengepal kuat.
Dara yang melihat kehadiran Roy langsung tersenyum ketika mendepatkan secercah harapan. "Roy, tolong aku." Lirihnya pelan.
Tubuh Roy seakan dibuat kaku melihatnya.
"Tolong bayiku Roy. Please. Hiks!"
Namun, Roy melangkah mundur.
Dara menggeleng lemah ketika melihat langkah Roy yang menjauhinya "Tolong bayiku Roy."
Kedua tangan Roy mengepal kuat. "Maaf nona. Saya tidak bisa membantumu."
Dan Roy berjalan meninggalkan kamar Dara.
"Roy! Hiks! Jangan pergi!"
"Tolong aku. Tolong bayiku."
Namun, kosong Roy benar-benar meninggalkannya.
Sudah ia coba berkali-kali untuk menguhubungi suaminya, namun tak kunjung diangkat juga. Isakan pilu memenuhi kamarnya.
Dengan perlahan kedua bola matanya mulai terpejam. Rasa sakit menghujami tubuhnya seakan merenggut kesadarannya. "Jangan tinggalkan momy sayang. Jangan. Jangan tinggalkan mommy dan daddy." Lirihnya pelan. Dengan perlahan kedua bola mata itu tertutup.
Sean, tolong aku.
๐บ๐บ๐บ
Bagaimana Part ini menurut kalian? 500 Komentar + 2000 like ๐
Yuk beri komentar kalian๐ Jangan lupa like dan Vote sebanyak-banyaknya ya๐ค Ramaikan di Part ini agar aku bisa UP lagi hari ini๐ Author ingin tau seberapa pengennya kalian untuk double UP hari ini๐ค
DAN BANTU AUTOR YUK DENGAN FOLLOW INSTAGRAM PRIBADI AUTHOR.
instagram: fullandari
Semakin banyak yang like, komen dan follow Instagram Author, Author akan semakin semangat untuk Lanjut di part berikutnya๐๐
Aku tunggu notif dari kalian ya ๐ Terimakasih teman-teman.. โค