
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Alice tersenyum tipis mendengarnya. "Kenalkan namaku Alice." Kata Alice dengan memandang tidak suka ke arah Dara. Jadi ini yang namanya sahabat? Mana ada sahabat yang berani menikung kekasih sahabatnya sendiri? Apalagi sampai menikahi mantan kekasih sahabat sendiri.
Dara yang mendengar suara itu langsung menoleh dan menatap wajah Alice. "Alice? Bukankah kau adalah..."
Deg
Dara masih mengingat betul wajah itu. Meskipun Dara dulu jarang melihatnya, tapi Dara masih mengingat betul wajah itu.
Sean merangkul pinggang istrinya possesive. "Kenapa kau ada disini? Bukankah kau sudah ku pecat?" Ujar Sean dengan tegas.
Alice tersenyum tipis mendengarnya.
Dara menatap dingin kearah Alice. Tidak memperdulikan pertanyaan suamimya yang di tujukan untuk Alice. "Kenapa bisa kau ada disini?" Ucap Dara dengan nada yang terkesan dingin.
"Kenapa? Apa aku tidak boleh disini? Atau kamu takut tersaing dengan ku?" Ujar Alice menanggapi perkataan Dara tadi.
"Sayang kamu mengenalnya?" Tanya Sean dengan kening yang sedikit berkerut. Merasa heran dengan apa yang sedang terjadi.
Dara menoleh dan mengangguk. "Dia Alice, saudara kandung Raya." Kata Dara dengan yakin.
Iya Dara masih mengingat betul wajah itu. Dia adalah Alice saudara kandung Raya. Yang membedakannya adalah Alice memiliki bibir yang sedikit tipis daripada Raya. Dan juga Alice memiliki tahi lalat di tangannya, dan Dara melihatnya dengan jelas tadi.
Alice teesenyum tipis mendengarnya. Ternyata Dara mengenalnya. Sesuai dengan apa yang telah ia duga. "Apa kabar Dara? Bagaimana rasanya menikahi mantan kekasih sahabat sendiri?" Sindir Alice dengan nada bicaranya yang sarkas.
Dara melepas pelukan suaminya di pinggangnya. Menatap malas perempuan yang nerada di hadapannya. Radanya Dara ingin menghajar habis mulut Alice dengan menggunakan tangannua sendiri. "Rasanya? Kau ingin tau rasanya bagaimana?"
Oke. Sean bingung sekarang. Apa yang harus ia lakukan? Rasanya Sean bingung, tidak tau harus melakukan apa disaat berada di posisi seperti ini. Ingin melarai tapi mereka sama-sama wanita. Kalian pasti tau seberapa brutal perempuan ketika berkelahi.
"Rasanya seperti ini." Dengan gerakan cepat, Dara membalik badannya agar berhadapan dengan suaminya. Kedua tangannya ia kalungkan ke leher suaminya hingga menciptakan sebuah posisi yang terluhat intim. Lantas Dara langsung mencium bibir suaminya dengan lembut.
Sean terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya sekarang. Namun, Sean juga begitu senang saat istrinya melakukannya. Dengan senang hati Sean memebalas ciuman itu. ********** dengan lembut dan ia sesap bibir mungil istrinya. "Sial! Rasanya Sean sudah tegang dibawah sana!" Umpatnya dalam hati.
Kedua jemari Alice mengepal kuat. Menatap nyalang dengan apa yang dilakukan Dara sekarang. "Bit*h!" Kata Alice dalam hatinya dengan wajah yang memerah tidak suka.
Dara melepas ciumannya. Terdengar desahan kecewa dari suaminya. Dara tersenyum tipis dengan melihat ekspresi wajah Alice. "Rasanya nikmat dan rasanya ingin lagi dan lagi. Kau tau Alice, aku meras sangat senang saat melakukanya." Ujar Dara dengan memandang remeh ke arah Alice.
"Dasar j***ng murahan! Wanita tidak tau malu!" Bentak Alice dengan amarah yang meledak-ledak. Dengan kesal Alice akan menampar pipi mulus Dara.
Namun, sebelum tangannya melakukannya, tanganya sudah di tahan terlrbih dahulu oleh tangan kekar, berotot. Tangan Sean. "Jika kau berani menyentuh istriku, maka kau akan berurusan denganku." Ujar Sean dengan dingin.
"Roy!" Teriak Sean dengan suara yang menggelegar.
Roy yang baru saja berdiri di luar pintu ruangan kerja Sean dengan cepat bergegas masuk kedalam ruangan. "Iya tuan." Jawab Roy dengan menunduk hormat.
"Baik tuan." Jawab Roy dengan patuh. Lalu, dengan secepat mungkin Riy melakukan tugas yang disuruh Sean.
"Lepaskan aku brengsek!" Umpat Alice dengan gerakan brutal agar terlepas dari cekalan Roy. "Kau Dara, ingat. Hidupmu tidaka akan pernah tenang! Kau camkan itu! Kau perempuan terbrengsek yang pernah aku temui! Kau rela mengambil mantan kekasih milik sahabatmu sendiri! Dasar wanita ja**ng rendahan!"
Dara terdiam ditempatnya. Sean dengan cekatan menutupi kedua telinga istrinya dengan menggunakan kedua tangannya. "Jangan dengarkan dan cukup lihat aku." Ujar Sean dengan lembut.
Dengan patuh Dara menuruti perkataan suaminya. Kedua bola matanya yang semulanya menatap kosong kearah Alice langsung beralih menatap wajah suaminya.
Tes
Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya.
Sean tertegun melihat reaksi dari istrinya. Setelah itu, diusapnya buliran kristal yang jatuh membasahi kedua bola mata istrinya dengan menggunakan ibu jarinya. "Jangan sedih. Apa yang dia ucapkan tidak benar. Kamu bukan perempuan seperti itu. Jangan dengarkan perkataan orang yang seperti itu." Dengan sayang Sean mengusap lembut pipi istrinya. Dengan pandangan yang tidak luput dari wajah istrinya.
Dara mengangguk pelan. Setelah itu tubuhnya berbalik dan berjalan ke arah sofa. Di dudukannya tubuhnya ke sofa itu.
Tanpa berkata apapun lagi Sean segera mengikuti istrinya dan ikut duduk disebelah istrinya.
"Sayang." Panggil Sean dengan megenggam salah satu tangan istrinya. Ditatapnya dengan lekat wajah istrinya yang terlihat murung. Sean tau, pasti istrinya sedang memikirkan perkataan perempuan itu.
"Sean.." Panggil Dara dengan suara yang terdengar lirih. "Apakah aku terlihat jahat karena telah menikahi mantan kekasih sahabatku sendiri?" Tanya Dara dengan suaranya yang terdengar lirih.
Sean menggeleng kuat. Tidak setuju dengan perkataan istrinya tadi. "Kamu tidak jahat. Perkataan seperti itu tidak perlu kamu fikirkan. Kamu tidak seperti itu sayang. Kamu bukan wanita penikung. Jadi, stop berfikir yang tidak-tidak." Ucap Sean dengan tegas.
Dara menggeleng lemah. "Tapi kamu mantan kekasih sahabatku sendiri."
Sean mengusap wajahnya kasar. "Kalau aku mantan kekasih sahabat mu sendiri kenapa sayang? Apakah itu salah? Kamu bukan perempuan yang menikung hubungan orang. Aku bertemu dengan mu dalam keadaan single. Begitupun juga kamu. Aku yang mengejar kamu. Sedari awal aku yang menahan mu disini bersamaku. Bukan kamu yang menggodaku."
Dara terdiam. Otaknya langsung bergerak memikirkan apa yang dikatakan suaminya tadi.
Lalu, sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Melihat sitrinya yang sudah tidak semurung tadi. Dipeluknya tubuh istrinya dengan sayang. "Aku menyayangimu Dara."
Deg
Untuk pertama kalinya Sean memanggil namanya.
Dibalaanya pelukan suaminya dengan sayang. "Aku juga menyayangimu." Jawab Dara.
Diusapnya punggung istrinya.
"Tapi sayang.." Sean melepas pelukannya. "Kenapa kamu bisa mengenalinya? Bukankah dia perempuan yang berada di foto waktu itu?"
Dara mengangguk. "Aku waktu itu mencoba mengingatnya. Tapi, aku tidak ingat sama sekali. Namun aku sudah familiar dengan wajah itu. Jadi, saat aku bertemu denganya secara langsung, aku langsung mengingatnya begitu saja." Jelas Dara dengan memandang wajah tampan suaminya.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤