
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Katakan lagi sayang."
Dara jadi takut sekarang setelah mendengar perkataan suaminya yang terkesan dingin. "Bolehkah aku latihan tembak-menembak dengan Garvin?"
Jemari Sean mengepal kuat. "Tidak." Jawab Sean dengan dingin.
Dara menatap wajah suaminya dengan penuh permohonan. "Please. Ijinkan aku Sean. Aku ingin bisa sepertimu. Aku ingin kita menjadi pasangan yang saling melindungi satu sama lain. Aku ingin kita menjadi pasangan tangguh, yang tidak bisa dipisahkan." Ujar Dara dengan menatap wajah suaminya.
" Tanpa kamu latihan tembak menembak, kita tidak akan pernah terpisahkan." Jawab Sean dengan suaranya yang dingin. Pandangan Sean hanya lurus kedepan. Tidak mebalas tatapan istrinya sama sekali. Rahangnya bahkan mulai mengetat sekarang.
Dara sedikit tertegun dengan perkataan suaminya tadi. "Aku mengerti jika dunia Mafia memang menakutkan bahkan menyeramkan. Tapi aku mohon, ijinkan aku untuk ikut latihan tembak menembak. Aku sangat ingin latihan tembak menembak. Bukan tanpa alasan. Aku benar-benar ingin bisa melindungi diri aku sendiri. Aku istrimu Sean. Aku istri dari seorang ketua Mafia. Jadi, aku tidak ingin diremehkan atau dianggap lemah oleh musuhmu atau oleh orang lain. Aku tidak ingin jika karna aku, karna kesalahan ku nanti, aku bisa membahayakan nyawa mu. Bukankah kamu pernah bilang, jika banyak orang diluar sana yang mengincar kematian mu? Banyak yang menginginkan kematian mu." Dara menghentikan perkataanya. Lalu kedua bola matanya bergerak menatap wajah suaminya dengan pandangan yang penuh arti. Dengan perlahan kedua tangannya terangkat dan menangkup wajah suaminya dengan sayang. "Lihat aku sayang." Lirih Dara.
Sontak saja Sean langsung menatap wajah istrinya. Kedua bola matanya langsung terkunci dengan kedua bola mata istrinya.
"Aku tidak ingin jika aku nanti dijadikan sebagai senjata kelamahan oleh musuh mu Sean. Aku tidak ingin mereka mengalahkan mu dengan menjadikan aku sebagai tawanannya. Atau bahkan mungkin menjadikan aku sebagai umpan kelemahan mu. Dan aku tidak ingin dijadikan sebagai alat untuk menyerang titik kelemahan mu." Ujar Dara dengan kedua bola mata yang mulai berair. "Kamu tau Sean jika aku suka membaca novel. Dari novel itu juga aku bisa belajar jika bahaya itu bisa datang kapan saja. Bisa datang dari arah mana saja tanpa kita duga. Apalagi aku suka membaca novel yang bergenre dark romance. Waktu itu aku membaca novel tentang kisah cinta Mafia. Novel itu berjudul My Possesive Husband. Novel itu sangat bagus. Aku bahkan sampai ikut terseret ke dalam dunia novel itu. Seakan-akan aku adalah pemeran utama dari novel itu. Tapi, tetap saja ada beberapa orang yang berkomentar negatif tentang novel itu. Padahal dari novel itu kita bisa belajar dan memetik hal positif dari setiap kejadian dan problem yang ada. Jika aku bisa bertemu dengan orang yang suka berkomentar negatif di novel itu, aku ingin sekali berkata ke mereka, apakah mereka bisa membuat novel seperti penulis My Possesive Husband? Dan jika mereka ingin mengkritik, harusnya mereka memberi kritikan yang positif dan membangun. Bukan malah menjatuhkannya seperti itu. Seharusnya mereka juga memberi masukan juga. Terkadang aku merasa sedih ketika membaca komentar mereka. Apakah mereka tidak berfikir jika dari komentar negatif mereka, bisa membuat penulisnya sedih? Padahal penulisnya sudah bersusah payah membuat setiap partnya. Apakah mereka tidak ada sedikit rasa kasihan dengan authornya? Setidaknya mereka harus menghargainya juga. Bukan malah menjatuhkannya dengan komentar pedas mereka. Bukan karena authornya tidak siap untuk di kritik, tapi authornya juga perempuan yang mempunyai sisi sensitif seperti mereka." Ujar Dara panjang lebar sedangkan Sean hanya mendengarkannya dengan seksama.
Tunggu sebentar. Kenapa sekarang Dara malah curhat ke suaminya?
Sean menaikkan salah satu alisnya. "Terus sayang?"
Dara menggeleng pelan. "Lupakan apa yang aku katakan tadi hubby. Jadi, aku bolehkan latihan tembak menembak dengan Garvin?"
Jemari Sean mengepal kuat. "Kenapa harus dengan Garvin? Kenapa tidak dengan yang lain? Atau mungkin latihan dengan ku." Ujar Sean dengan menatap wajah istrinya. Dengan perlahan ibu jarinya mengusap air mata istrinya.
Dara menggeleng pelan. "Daddy Elden menawariku untuk latihan tembak menembak dengan Garvin. Jadi menurutku itu ide bagus. Aku bisa belajar dengan waktu yang singkat."
"Garvin tidak akan punya waktu untuk mengajari kamu. Dia adalah orang yang sibuk. Dia juga adalah orang yang berbahaya. Aku tidak ingin dia melukaimu."
"Tapi, Garvin saudara mu Sean. Daddy juga menyarankan padaku. Pasti Daddy sudah memperhitungkannya denga jelas dan matang."
"Dia bukan saudaraku." Jawab Sean dengan dingin. Setelah itu, Sean langsung bangkit dengan menurunkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur.
Dara terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya tadi. "Saudara tiri? Jadi kalian bukan saudara kandung?" Bahkan sekarang kedua bola matanya membulat sempurna.
Lantas, Dara langsung memberengut dan mengerucutkan bibirnya. "Jika hubby yang melatih ku, nanti bukan tembak menembak tapi malah tembak menembak yang lain."
Sean langsung tertawa renyah dibuatnya. "Sejak kapan istriku bisa berfikir sejauh itu, hm?"
Lalu, Dara langsung bangkit dari duduknya dan berdiri berhadapan dengan suaminya. Ingatkan Dara jika Dara sekarang sedang bertelanjang dada seperti suaminya. Hanya saja, Dara sekarang hanya memakai buste houder (bra atau Bh).
"Ijinkan aku hubby. Jika aku latihan tembak menembak dengan Garvin, setidaknya itu tidak akan membahayakan aku. Dia juga bukan orang asing. Dia adalah bagian dari kelurga mu. Jadi, Garvin juga termasuk dari keluarga ku juga."
Sean menghela nafasnya pelan. "Aku akan memikirkannya." Kata Sean dengan memalingkan wajahnya.
Sebuah senyuman tersungging di bibir mungil Dara. "Terimakasih hubby. Kamu memang yang terbaik." Dipeluknya tubuh suaminya dengan erat. Membaut Sean lagi dan lagi harus mengumpat dalam hati ketika merasakan sentuhan hangat dari tubuh istrinya.
"Sama-sama sayang." Diusapnya dengan sayang punggung istrinya. Sial! Lembut sekali punggung istrinya.
Lalu, tidak lama kemudian, Dara langsung melepas pelukannya. "Aku juga ingin minta satu hal lagi."
Kening Sean berkerut. "Apa itu?"
"Berikan aku kebebasan untuk keluar dari Mansion."
Deg
Apakah Sean harus mengijinkannya?
***
- Ini Garvin Crishtian
- Ini Sean Crishtian
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤