My Possesive Husband

My Possesive Husband
170. SUPRISE UNTUK SEAN


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Setelah di rasa cukup tenang, Dara mulai berjalan masuk ke dalam perusahaan dengan Roy yang berjalan di belakangnya.


Dan benar saja, semua orang yang bekerja disana dibuat terpukau dengan kedatangan Dara yang begitu tiba-tiba.


"Bukankah itu istri tuan Sean?"


"Benarkah? Dia sungguh sangat cantik sekali."


"Kalau tidak salah perempuan itu bernama Dara. Tapi, menurutku bukankah lebih cantikkan mantan tuan Sean waktu itu?"


"Oh, kalau tidak salah yang bernama Raya kan? Tapi bukankah Raya sekarang sudah tiada?"


"Iya Raya memang sudah tiada. Namun, tetap saja kalau menurutku lebih cantikan Raya daripada perempuan itu. Kalau Raya lebih terkesan berani dengan penampilannya. Apalagi kau tau, kemarin aku melihat kembaran Raya. Dia bernama Alice."


"Oh sekretaris baru yang langsung dipecat kemarinkan?"


"Iya. Tapi yang membuatku lebih herannya lagi, Alice masih berkeliaran di perusahaan ini."


"Apakah jangan-jangan Alice menjadi perempuan simpanan tuan Sean?!"


Tak


"Kau jangan berfikir sejauh itu bodoh!"


"Aku hanya berkata."


Deg


Langkah Dara terhenti ketika mendengan sayup-sayup bisikan itu.


Raya? Alice? Apa hubungannya mereka berdua?


Lalu, tanpa terlalu memperdulikan omongan karyawan suaminya, Dara segera berjalan menuju lantai teratas untuk menemui suaminya. Sedangkan Roy, masih tetap setiap mengikuti Dara dibelakang dengan tetap fokus dan waspada. Namun di dalam hatinya (Roy) bertanya-tanya, kenapa bisa Alice berada disinisi?!


***


Sean menghela nafasnya lega ketika rapat yang telah diadakan sudah selesai. Namun, kelegaan itu berangsur sirna ketika Derrick, seseorang yang telah menjadi targetnya berjalan menhampirinya.


"Saya sangat puas sekali bekerjasama dengan anda tuan Sean Crishtian." Ucap Derrick dengan tersenyum ramah. Membuat Sean merasa muak ketika melihat senyuman itu. Ingin rasanya Sean menyobek mulut itu dengan menggunakan kedua tangannya. Lalu, ia tusuk badan itu hingga tidak bernyawa. Tapi, untungnya kewarasan masih ada di dalam dirinya.


Sean hanya diam dan menatap datar ke arah Derrick.


"Sudah saya duga jika bekerjasama dengan perusahaan milik anda pasti akan di untungkan dan tidak akan di rugikan. Saya benar-benar puas bekerjasama dengan anda tuan Sean." Ucap Derrick yang mulai pembicaraan.


Sebuah senyum miring tersungging dibibir Sean sekilas. Bahkan mungkin tidak akan ada yang melihat senyuman miring tersebut. "Saya juga berharap, jika bekerjasama dengan perusahaan milik anda, perusahaan saya tidak akan dirugikan." Jawab Sean dengan nada yang terkesan dingin.


Derrick tersenyum mendengarnya. "Saya jamin, perusahaan anda tidak akan dirugikan sama sekali jika bekerjasama dengan saya." Jawab Derrick dengan sangat meyakinkan. Mengabaikan tatapan dingin dari lawan bicaranya. Akan tetapi berbeda dengan Sean. Sean hanya menatap datar laki-laki di depannya.


Sean mengangguk lalu berjalan meninggalkan Derrick tanpa sepatah-katapun.


Sarah yang melihat itu langsung menunduk, permisi. Sarah sebagai sekretaris Sean mewakili Sean untuk mengucapkan maaf dengan memunduk dan tersemyum.


Derrick yang mengerti itu pangsung mengangguk dengan memasang wajahnya yang ramah. Berneda dengan apa yang ia rasakan sekarang. Kedua tangan Derrick mengepal kuat. "Dasar bedebah keaparat!" Umpatnya dalam hati yang tidak terdengar oleh siapapun.


"Kita kedatangan tamu siapa," Tanya Sean ke Sarah dengan tetap terus berjalan untuk segera menuju ruang kerjanya.


"Saya tidak boleh memberitahu tuan. Katanya ini adalah suprise. Saya hanya di suruh untuk segera menjemput tuan di ruang rapat." Kata Sarah dengan memperjelas semuanya.


Sean mengangguk, mengerti. Tidak memaksa Sarah untuk memberitahunya. Toh, lagian sebentar lagi Sean akan sampai di ruangan kerjanya.


Sesampainya di depan pintu ruang kerjanya, Sean menghela nafasnya pelan.


Sarah yang meluhat itu hanya tersenyum. Awalnya Sarah merasa kesal dengan Dara. Tapi, saat melihat Dara yang seperti itu, Sarah yakin jika Sarah tidak akan bisamengalahkan Dara di hati Sean. "Kau sunggub beruntung sekali Dara." Lirihnya pelan dengan tersenyum.


Ceklek


Pintu ruang terbuka dengan perlahan. Lalu, Sean melangkah masuk kedalam ruangan kerjanya. Sepi. Sunyi. Sean tidak merasakan hawa keberadaan oeang disini..


"SUPRISE!"


Deg


Sean begitu terkejut dengan teriakan yang bernada riang itu. Hampir saja Sean akan keceplosan berkata kasar. Untungnya masih bisa Sean tahan. Jika itu terjadi, mau ditaruh dimana wajahnya? Masa' harus di sembunyikan? Apalagi di depan istrinya, Sean selalu ingin tampil sempurna.


"Sayang, kamu kok bisa disini?" Tanya Sean dengan suaranya yang terkesan lembut. Berbanding terbalik dengan sikapnya tadi yang selalu terlihat dingin dan menyeramkan.


"Hehehe." Dara tertawa renyah dengan sedikit terlihat gugup. "Aku hanya ingin memberi hubby kejutan." Tambahnya dengan sebuah senyuman yang tersungging di bibirnya yang mungil.


Entah kenapa melihat Dara yang seperti ini, membuat Sean merasa sangat bahagia. Apalagi melihat sumber kebahagiannya tengah berdiri di hadapannya. Hal itu semakin membuat Sean semakin bersemangat.


Deangan perlahan Sean mengusap pelan puncak kepala istrinya dengan gemas. "Bagimana jika kita makan siang saja dipinggir jalan. Makanannya terlihat menggiurkan di mataku." Ajak Sean yang tentu saja di tolak oleh Dara.


"Aku sudah membawa makanan siang untuk hubby." Kata Dara dengan menunjuk sebuah makanan yang sudah tertata rapi di meja.


"Baiklah, ayo makan sayang."


Setelah itu, Sean dan Dara segera nerjalan dan duduk bersebelahan di sofa tersebut. Dengan cekatan Dara segera menyiapkan makanan untuk suaminya.


Dengan manja Sean memeluk possesive pinggang istrinya dari samping. Lalu, kepalanya ia sandarkan ke bahu istrinya.


"Aku menyayangimu."


***


Alhamdulillah hari ini aku happy bgt soalnya novel My Possesive Husband sudah genap 20M Pembaca🤗 Terimakasih banyak atas support kalian semua. Mulai dari like, komen and vote kalian semua. Aku ucapkan terimakasih banyak dan aku sayang kalian semua banyak💚💙


Meskipun ada jatuh bangunnya tapi aku happy bgt. Semoga kedepannya novel My Possesive Husband semakin lebih baik lagi dan bisa memberikan hiburan tersendiri bagi pembacanya🤗


Oh iya aku punya info ke kalian kalau Novel My Possesive Husband sebantar lagi akan ending😭 Tapi tenang aja kok, sesuai request kalian akan ada suprise buat kalian. Semoga kalian suka ya dengan suprisenya🤗☺


Yang baca dari awal pasti tau jatuh bangunnya Dara untuk mencapai titik sekarang. Tau apa saja yang Dara rasakan dan Dara alami hingga mencapai di titik ini. Dan kalian juga pasti tau apa saja yang telah Sean alami. Oh iya sebentar lagi semua titik terang dengan kode, sandi dan tanda tanya besar di Novel My Possesive Husband akan terungkap🤗 Siapin batin dan tisu yang banyak ya😭 Oh iya jangan lupa oksigen juga😭 Takut sesak nafas. Hehehe canda kok✌


Sekali lagi terimakasih banyak buat semuanyayang sudah setia membaca dari Part awal hingga sekarang💚


Bismillah| Difilmkan🎥🎬|Dibukukan📚|Dijadikan komik|Bismillah sutradara 2024🎬