
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
"Aku yang mengajak mereka berdua. Karena akan ada informasi penting yang akan aku bicarakan ke kalian. Mungkin kalian akan sangat tidak menyangkanya." Ujar Darren yang mulai berbicara serius. Darren juga tidak ingin membuang-buang waktunya.
"Apa maksudmu Darren?" Kini Damian yang mulai bertanya. Pasalnya, Damian sangat penasaran sekarang. Penasaran dengan informasi penting yang dimaksud oleh Darren. (Damian perwakilan kalian yang merasa pensaran dengan informasi ituπ)
Darren menyeringai tipis. Ada sebuah makna di balik senyuman itu. Ada sebuah pesan tersirat dari seringai itu. Dan Sean, Damian, Nick menyadari itu. Sahabatnya yang satu ini memnag tidak boleh diremehkan.
"James Alergon adalah dalang dibalik keguguran istrimu."
"APA?!" Teriak Nick tidak peecaya. Bahkan sekarang Nick langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Kau tidak bercanda Darren?" Ujar Damian yang tidk percaya dengan apa yang dikatakan oleh Darren. "Bukankah James itu anak didik dari Daddy mu Sean?" Tanya Damian dengan beralih menatap wajah Sean.
Sedangkan Nick langsung duduk kembali ketempatnya. Nick merasa menjadi pengecut karena tidak tau mengenai informasi sepenting ini. Katanya cinta dan sayang dengan Dara. Lalu, apa yang ia lakukan sekarang? Nick terlalu sibuk balas dendam ke tubuh mungil Rara. "Sialan!" Umpat Nick dalam hati. Kini rasa bencinya ke Rara dua kali lipat daripada sebelumnya. Ingin rasanya Nick menghancurkan tubuh mungil itu dengan tangannya. "Lihat saja, nanti malam kau akan habis di tanganku Ra. Kau akan habis dibawah kungkunganku hingga membuatmu ingin mati saat itu juga." Kata Nick dalam hatinya. Namun, Sean menyadari perubahan amarah yang terpancarkan dari tubuh sahabatnya itu. Sebegitu cintanya Nick ke istrinya?
"Kenapa kau tidak terkejut Sean?" Ucap Damian yang tidak menangkap keterkejutan dari raut wajah Sean. Hanya diam dan duduk dengan tenang. Sepertinya perkataan Darren tadi hanya dianggap angin lalu.
"Aku sudah tau itu." Jawab Sean dengan tenang. Akan tetapi wajahnya terlihat lebih datar daripada sebelumnya.
"Sungguh? Kenapa kau tidak memberi tau kita?" Protes Nick dengan tangan kanannya yang mengepal kuat. Hingga membuat otot-otot hijau ditangannya terlihat menonjol.
Sean membuang mukanya dengan tersenyum miring. "Baru malam ini aku ingin memberi tau ke kalian mengenai permasalahan itu. Tapi, aku tidak menyangkanya jika Darren sudah mengetahuinya terlebih dahulu." Sean menatap wajah Darren yang duduk disebarang sana. "Kau memang benar-benar tidak bisa ditebak Darren. Kamu diam-diam menghanyutkan. Bahkan aku saja tidak mencium keberadaan mu dan pergerakan dari anak buah mu." Tambahnya lagi.
Sebuah smirk tersungging di bibir Darren. "Kau sibuk dengan istrimu Sean. Kau bulan madu dengan istrimu di villa milik pribadimu bukan? Jadi, aku sedari kemarin hingga sekarang hanya mencium bau-bau bucin dari tubuhmu."
Sontak saja hal tersebut membuat Damian langsung tertawa. "Hahaha.. ternyata kau bisa melucu juga Darren. Aku tidak menyangka jika sahabat ku ini bisa melucu seperti ini." Kata Damian dengan memegang perutnya yang terasa kram karena tertawa terlalu kencang.
Namun berbeda dengan Nick. Nick hanya memasang wajah datarnya. Berusaha terlihat baik-baik saja padahal rasa cemburunya kini sedang menyiksanya. Ternyata mencintai dalam dia akan sesakit ini. Nick jadi mengingat perkataan Damian yang menyumpahi dirinya dan kawan-kawannya yang akan menjadi lebih bucin daripada Damian. Dan inilah yang Nick rasakan sekarang. Nick baru pertama kali jatuh cinta. Tapi saat itu juga, Nick merasakan namanya patah hati karena cinta juga. Sungguh miris. Jika boleh, Nick ingin sekali tidak jatuh cinta dengan Dara. Harusnya Nick bisa menahan perasaannya. Akan tetapi, sialnya Nick tidak bisa menahan perasaanya. Dirinya telah dibuat jatuh dalam pesona cantik dan indahnya dua bola mata cantik itu.
"Baiklah, kembali ke topik pembicaraan pertama." Sela Nick dengan menyandarkan tubuhnya ke kursinya.
"Aku? Aku baik-baik saja." Jawab Nick dengan suaranya yang dingin dengan melirik sekilas ke wajah Sean.
Suasana tegang mulai terasa. Aura pembunuh dan aura dingin sangat mereka rasakan sekarang. Aura itu keluar dari tubuh Nick dan mereka semua menyadari itu.
"Hai bung, kenapa kau terlihat menyeramkan?" Ujar Damian dengan menepuk pelan bahu Nick. Berusaha menenangkan Nick yang terlihat sedang menahan amarahnya.
"Singkirkan tanganmu dari bahuku Damian kecuali jika kau ingin pertumpahan darah terjadi disini."
Deg
Sejak kapan sahabatnya kembali seperti ini?
"Kau tidak seperti biasanya Nick. Apa terjadi ssuatu denganmu?" Kini Darren yang mulai bertanya. Sedangkan Damian langsung melakukan apa yang dilakukan oleh Nick.
"Santai Nick. Aku hanya bertanya padamu karena aku peduli padamu. Tidak ada maksud lain." Kata Damian yang berusaha menjelaskan ke Nick.
"Sudah kubilang aku baik-baik saja Darren." Jawab Nick dengan menatap nyalang ke wajah Darren.
"Oke. Daripada kalian berdebat masalah ini. Lebih baik kita membahas mengenai informasi penting itu." Sela Sean dengan jemari yang mengetuk pelan mejanya. Membentuk sebuah irama lagu yang terdengar sangat menakutkan. Dari ketukan jari Sean saja, hal itu sudah sukses membuat tiga sahabatnya langsung terdiam ditempatnya.
"Baiklah. Kalau kau perlu bantuan, kau bisa menceritakan ke kami Nick. Kita akan membantu mu sebisanya." Ujar Damian dengan menepuk pelan bahu Nick.
Setelah itu, rapat dilanjutkan dengan serius.
Baik dari Sean, Damian dan Nick, mereka benar-benar dibuat terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh Darren.
Benar kata Darren, mereka akan dibuat terkejut dengan fakta itu. Dibuat tercengang dengan berita yang disampaikan oleh Darren..
"Kita harus bergerak mulai sekarang. Dan untuk Geng Mafia The King Of Blood kita harus lebih berhati-hati. Dan kau Darren, kau awasi pergerakan mereka." Titah Sean dengan suaranya yang tegas. Aura menyeramkan keluar dari tubuh tegap itu.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya π
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€