
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Sarah tadi. Di jam 11 siang sampai jam 1 siang nanti Sean akan melakukan sebuah rapat dengan 5 kolega bisnis dan salah satunya adalah Derrick.
Sekarang telah menununjukkan pukul 11 siang. Dengan tegesa-gesa Sean berjalan keluar ruangan kerjanya. Padahal Sean masih ingin bertukar chat dengan istrinya. Namun, karena ini sudah menjadi tanggung jawabnya, alhasil mau tidak mau Sean harus rela meninggalkan ruangan kerjanya. Tidak lupa juga sebelum itu Sean mengirimkan sebuah pesan ke istrinya.
Sean (Suamiku tersayang 🖤) : Sayang aku mau rapat dulu. Nanti jika sudah selesai, aku akan mengabarimu. I love you.
Entah sejak kapan, Sean sekarang merasa tidak ingin ditinggalkan istrinya. Bahkan mau meninggalkan istrinya saja terasa sangat berat. Ada apa dengan dirinya?
Drtt.. Drtt.. Drtt..
Ponselnya bergetar. Tanda bahwa sebuah pesan masuk kedalam ponselnya. Alhasil, Sean segera mengeceknya.
Dara (Istri tercintaku 🖤) :Iya. Semangat kerjanya hubby. Jangan negatif thingking lagi ya. Aku akan menunggu kamu. I love you too.
Sean tersenyum setelah membaca sebuah notifikasi pesan chatt yang terlihat di ponselnya. Yaps. Pesan dari istri tercintanya. Memang benar, untuk menaklukkan hati seorang Sean harus memiliki hati yang lebih lunak daripada Sean. Dan orang itu adalah Dara. Dara memiliki hati yang lebih lunak dan lembut daripada Sean.
Sean berhenti sejenak didepan sebuah pintu ruang dua pintu. Sean menghembuskan nafasnya sejenak. "Huftt.."
Setelah itu, Sean memasukkan ponselnya kedalam jas miliknya. Dirasa telah yakin, Sean segera membuka pintu ruangan dan berjalan masuk kedalam ruangan rapat. Di dalam ruangan tersebut sudah ada 5 kolega bisnis besar yang telah duduk berkumpul secara berhadap-hadapan. Hanya tinggal dirinyalah yang belum ikut berkumpul.
Sontak saja saat mereka melihat kehadiran Sean, mereka langsung berdiri dan menunduk hormat.
Sean yang melihat itu hanya tersenyum tipis menanggapi sapaan mereka.
Setelah itu Sean segera duduk di kursi miliknya yang berhadapan langsung dengan 5 kolega bisnis besar yang paling berpengaruh. Salah satunya adalah Derrick. Orang yang paling Sean incar selama ini.
"Baiklah, rapat bisa dimulai." Ujar Sean yang mulai membuka rapat.
"Apakah tuan ingin meluncurkan produk baru teknologi perkembangan zaman sekarang?" Tanya alah satu kolega bisnis paling muda.
Sean mengangguk.
"Bagaimana jika kita menciptakan sebuah mesin otomatis yang memiliki perlindungan sangat kuat?" Sahut seseorang yang duduk di sebrang sana.
"Tidak. Lebih baik kita meluncurkan sebuah produk baru yang memiliki potensi melacak musuh." Ujar Derrick dengan menegakkan tubuhnya. Menatap tepat wajah Sean yang duduk berhadapan langsung dengannya. "Bagaimana tuan Sean yang terhormat?" Tanya Derrick dengan menatap tepat wajah Sean lalu beralih menatap yang lain.
Sean nerfikir sejenak. "Menurutku lebih baik kita mendengarkan penjelasannyaterlebih dahulu melalui presentasi yang telah kita sepakati." Kata Sean dengan tegas yang setujui oleh teman bisnisnya.
"Sarah." Panggil Sean yang langsung di respon oleh Sarah.
"Iya tuan." Jawab Sarah dan segera berjalan mendekati Sean.
"Kau bisa melakukan presentasi terlebih dahulu." Ujar Sean yang langsung di angguki oleh Sarah.
Terlihat semua 5 kolega pembisnis itu terpukau dengan apa yang Sean presentasikan.
Disisi lain Dara sekarang tengah bersiap-siap dengan pakaian agar rapi.
"Yess!" Ujar Dara dengan riang. Sungguh hari ini Dara merasa sangat bahagia. Dara di ijinkan oleh Sean untuk berlatih tembak-menembak dengan Garvin. Namun dengan syarat Dara harus berlatih tembak-menembak di mansionnya. Tidak boleh keluar dari lingkungan mansion. Tentu saja dengan pengawasan dan penjagaan yang ketat.
Tidak hanya itu, yang lebih membahagiakannya lagi Dara di ijinkan keluar mansion dengan Roy yang akan menjadi pengawal pribadinya.
Dara tersenyum di depan cermin. Melihat penampilannya yang terlihat sangat memukau. Dengan menggunakan baju berwarna putih yang sedikit memperluhatkan bahunya dan dengan menggunakan celana pendek yang di rangkap dengan rok yang memiliki belahan samping yang cukup panjang di sebelah kanan. Dan jangan lupakan juga rambut yang telah ia rubah sedikit.
"Baiklah Dara. Kamu sudah perfek." Ucapnya pada dirinya senduri dengan mengolesi bibirnya dengan menggunakan lipstik merah miliknya.
Setelah semuanya telah siap, Dara memutuskan untuk menggunkan heelas 7cm yang semakin mempercantik penampilannyan
Siang ini Dara akan memberi kejutan ke suaminya yaitu dengan datang ke kantor suaminya secara tiba-tiba. Tidak lupa juga Dara membawa sebuah kotak bekal yang akan ia kasihkan ke suaminya.
Dengan langkahnya yang mungil Dara mengambil tas selempang miliknya yang telah ia isi dengan dompet dan ponsel miliknya. Setelah itu, Dara segera berjalan turun untuk menuju ke halaman mansion. Tempat dimana Roy yang sudah menunggunya.
"Maaf Roy sudah membuatmu menunggumu lama." Kata Dara dengan membuka pjntu mobil dan segera duduk di kursi penumpang.
"Tidak apa-apa nona." Jawab Roy dengan mulai menyalakan mobilnya dan segera berjalan meninggalkan halaman mansion.
Oh iya, setelah kejadian waktu itu, Roy tidak lagi menghindarinya. Roy sudah terlihat biasa saja dengan Dara. Tidak menjauh dan tidak menatap Dara dengan datar. Hanya saja sekarang Roy terlihat lebig dingin daripada sebelumnya. Bahkan jika Dara lihat, Roy yang sekarang benar-benar menjaga jarak dengan perempuan.
Jalanan kota terluhat sefikit ramai. Membuat Dara tersenyum ketika melihat pemandangan orang-orang yang tengah sibuk dengan apa yang mereka lakukan.
Lalu jemarinya bergerak menuju sebuah kalung yang telah bertengger manis di lehernya.
"Bi Marta." Lirihnya pelan ketika rasa rindu menyergap dirinya. "Apa kabar bi? Apakah bibi baik-baiks aja disana?"
Lalu, tidak lama kemudian Dara telah sampai di perusahaan milik suaminya. Lantas, Dara segera keluar dari dalam mobil dengan Roy yang telah membukakan pintu mobilnya.
"Ayo nona." Kata Roy dengan mempersilahkan Dara untuk berjalan terlebih dahulu.
Dara menghembuskan nafasnya pelan. Menimalisir rasa kegugupannya ketika beberapa pasang mata melihat dirinya.
Setelah di rasa cukup tenang, Dara mulai berjalan masuk ke dalam perusahaan dengan Roy yang berjalan di belakangnya.
Dan benar saja, semua orang yang bekerja disana dibuat terpukau dengan kedatangan Dara yang begitu tiba-tiba.
Lalu, bagaimana jika Dara bertemu dengan Alice yang masih berkeliaran di kantor Sean?
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤