My Possesive Husband

My Possesive Husband
127. MENCINTAI DALAM SEPI


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Dengan gemas Sean langsung mengacak pelan puncak rambut istrinya. "I love you."


"I love you too." Jawab Dara dengan menatap kedua bola mata suaminya.


"Ekhem. Ingat, dunia bukan hanya milik kalian berdua." Sindir Damian lagi.


Dan hal itu sukses membuat Dara langsung tertawa renyah.


Deg


Kenapa terasa menyakitkan mencintai seseorang yang tidak akan pernah kita miliki?


"Kau kenapa Nick?" Tanya Darren ketika melihat ekspresi Nick yang terlihat kecewa.


Nick langsung mengalihkan pandangannya ke arah Darren yang berdiri disampingnya. Yang semulanya, Nick menatap fokus ke arah Dara. "Tidak apa bung. Aku hanya sedikit merasa pusing." Ujar Nick dengan tertawa renyah. Berusaha menutupi rasa kecewanya.


Dara menatap wajah Nick dengan pandangan yang bertanya-tanya. Kenapa tatapan kecewa itu seakan-akan dibuat untuk dirinya. "Apa kabarmu Nick? Apa kau sedang sakit?" Tanya Dara dengan menatap tepat kedua bola mata Nick. Berusaha mencari sebuah kebenaran melalui kedua bola mata tajam itu.


Sean yang mengerti itu tentu saja tidak ingin kalah. Dengan santainya Sean langsung memeluk pinggang istrinya possesive. Memperjelas jika Dara adalah miliknya dan tidak akan bisa dimiliki oleh siapapun.


Nick langsung tersenyum tipis melihat tangan Sean yang memeluk pinggang Dara possesive. Jika boleh ditukar, Nick ingin sekali berada di posisi Sean sekarang. Ingin menjadi suami dan menjadi sosok laki-laki yang dicintai Dara. Namun, rasanya itu mustahil. Dara tidak akan pernah ia miliki. Apalagi setelah melihat Dara yang terlihat bahagia bersama Sean. Hal itu semakin sukses membuatnya tersadar dan mulai menepi. Jika perempuan yang ia cinta sekarang telah bahagia dengan pasangannya, maka Nick tidak ada alasan lagi untuk menjadi superhero untuk Dara. Sungguh, rasanya Nick sedang di ujung tanduk sekarang. Baru kali ini Nick merasakan ini semua. Hanya pada Dara. Hanya pada istrinya Sean, perasaannya terasa tercampur aduk seperti sekarang. "Aku baik-baik saja Dara. Aku hanya sedikit kurang enak badan." Jawab Nick dengan memasukkan kedua tangannya ke saku celana jeansnya.


Dara tersenyum mendengarnya. "Syukurlah kalau seperti itu." Kata Dara dengan menghela nafasnya lega.


Dikecupnya dengan sayang pipi istrinya. "Apa kamu ingin sarapan sekarang?" Tanya Sean dengan menatap wajah istrinya yang terlihat semakin cantik. Di matanya Dara selalu terlihat cantik dan bertambah cantik setiap harinya.


Dara mengangguk, menyetujui. Perutnya juga terasa lapar sekarang. "Iya Sean aku lapar." Ujar Dara dengan tersenyum sambil merapikan helaian rambut suaminya.


Damian, Darren dan Nick sekarang terasa menjadi obat nyamuk yang terabaikan. Alhasil mereka lebih memilih duduk di sofa yang tersedia dengan melakukan kesibukannya masing-masing.


"Mau aku belikan sesuatu?" Tanya Sean dengan sekali lagi mengecup alis istrinya.


"Ihh Sean! Kok cium aku terus?!" Kesal Dara karena Sean tidak berhenti menciumnya. Apa sekarang suaminya berubah menjadi monster yang suka mencium?


Sean tersenyum menggoda. "Iya sayang. Aku sekarang menjadi monster yang akan memakanmu." Ujar Sean dengan semakin merapatkan tubuhnya. Memeluk dan menciumi seluruh wajah istrinya. Bahkan sekarang wajah Dara terasa lembab dan basah karena ciuman yang dilakukan oleh Sean.


Lalu, Dara membalasnya dengan menggelitiki pinggang suaminya. Untungnya, hal itu sukses membuat Sean merasa geli dan berusaha menjauhi tubuhnya. Namun, Dara tidak ingin melepas Sean begitu saja.


"Sayang, ampun!" Pinta Sean disela tawanya. Sungguh, pinggang adalah titik sensitifnya yang membuatnya terasa sangat geli.


"Tidak mau. Wlekk!!" Ledek Dara dengan tetap terus menggelitiki pinggang suaminya.


Suara dan tawa kebahagiaan mengisi ruangan. Kesedihan dan keterpurukan yang menimpa mereka kemarin, mereka ubah menjadi sebuah kebahagiaan yang akan mereka ciptakan sendiri. Mereka ubah menjadi sebuah pelajaran dan menjadi sebuah kedewasaan untuk terus tetap melangkah maju. Karena Sean dan Dara tidak akan pernah berpisah seberapapun keras musuh atau orang diluar sana yang ingin memisahkan mereka. Mereka akan tetap bersama apapun yang terjadi.


Namun tanpa Sean dan Dara sadari, kebahagiaannya menjadi sumber kesedihan seseorang.


Ada hati yang patah yang tak terlihat. Ada hati yang patah, yang berusaha ia sembunyikan. Berusaha ia tutupi dengan sebaik mungkin. Karena ia tidak ingin kesedihannya dan kekecewaannya ia tunjukkan. Cukup dirinya yang tau dan rasakan bagaimana rasanya mencintai seorang perempuan yang tak akan pernah ia miliki.


Nick hanya tersenyum melihatnya.


Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu..


Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya..


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi..


Nick lantas memilih bangkit dari duduknya.


"Aku mau pergi dulu. Ada beberapa urusan yang harus aku urus." Ujar Nick pada Damian dan Darren.


Darren mengangguk mengerti. Sedangkan Damian memberikan sebuah tanda isyarat melalui tangannya.


Dengan langkahnya yang lebar Nick segera melangkah keluar dari ruangan.


Ternyata Nick tidak sekuat itu. Berada di ruangan yang sama bersama perempuan yang ia cinta membuat hatinya terasa sesak dan menyakitkan. Melihat perempuan yang ia cintai megenggam tangan laki-laki lain, tersenyum bahagia karena laki-laki lain dan nyaman dipelukan laki-laki lain, membuat Nick tersadar dan mulai menepi.


Andara Claire Crishtian tidak akan pernah menjadi Andara Claire Albert.


Sungguh lucu bukan? Pertamakalinya Nick jatuh cinta tetapi malah jatuh cinta dengan seseorang yang tak pernah ia miliki.


Yang Nick lakukan sekarang hanya melihatnya dari kejauhan dan menjaganya dari jauh. Nick juga tidak ingin merusak perasahabatannya dengan Sean hanya karena perasaanya yang ingin memiliki.


Yang bisa Nick lakukan sekarang adalah mencintai dalam sepi dan kebisuan yang hanya ia yang mengetahuinya.


Perasaan sesak dan sakit menyelimuti dirinya.


Kenapa harus sesakit ini ia jatuh cinta untuk pertamakalinya?


***


- Percakapan Nick dengan Author


Author : Yang sabar Nick author juga tau rasanya jadi kamuπŸ™


Nick : Kejam banget kamu thor. Kenapa aku harus menyukai perempuan yang sudah dimiliki orang lain thor. Kenapa thor?😭


Author : Soalnya author pernah ngerasain itu NickπŸ™


Nick : Tapi kenapa harus aku yang jadi pihak ke tiga thor? Kenapa tidak Sean aja? Kenapa tidak Damisn atau Darren? Kenapa harus aku? 😭 *Bentak Nick dengan suara yang terdengar frustasi*


Author : Maaf Nick, pemeran utamanya di Novel My Possesive Husband itu Sean dan Dara. Sedangkan Damian sudah punya Sena. Darren juga anti perempuan Nick. Hanya kamu doang yang suka one night stand dengan perempuan. ☹


Nick : Tau ah thor. Aku ijin cuti dulu thor. Jangan munculin aku dulu dibeberapa chapter thor. Aku mau nguatin hati dulu. Bye!😭


Author : Jangan ngambek dong Nick 😒 *Manatap wajah Nick dengan sedih*


Nick : Maaf thor. Aku tidak sekuat itu. Move on tidak semudah kamu bayangkan thor. Kamu jahat thor.😭 *Berjalan pergi dan menutup pintu ruangan dengan keras*


Author hanya tersenyum dan menghela nafasnya kasar. "Hufft.. itulah yang aku rasain dulu." πŸ˜₯


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀