My Possesive Husband

My Possesive Husband
64. BANTU AKU


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit, akhirnya Sean, Dara, Roy dan bodyguard yang lain telah sampai di mansion.


"Roy, panggilkan Albert. Suruh dia datang kesini sekarang juga." Titah Sean sambil menggendong tubuh istrinya.


Roy membungkuk hormat. "Baik tuan." Jawab Roy.


Setelah itu, Sean berjalan masuk kedalam mansion. Semua mata langsung tertuju padanya.


Para maid sungguh terkejut ketika melihat tuannya yang tengah membawa istrinya dalam gendongannya.


Apa benar nona Dara yang berada digendongan tuan Sean?


Bagaimana reaksi Nona Dara jika mengetahui Liya telah tiada?


Langkahnya kakinya langsung terhenti ketika Sean mendengar bisikan-bisikan kecil dari maidnya.


Badan tegapnya langsung berbalik, menghadap ke arah maidnya yang tengah menunduk takut padanya.


"Kembali ketempat kalian atau kurobek satu-persatu mulut kalian." Ujar Sean dengan dingin.


Maid yang mendengar titah tegas dari tuannya langsung menunduk hormat dan kembali ketempatnya. Lebih baik mengambil jalan aman daripada jalan bahaya.


Sean berjalan menuju kamar miliknya bersama Dara yang berada digendongannya. Sean tak berhenti untuk tersenyum ketika telah mendapatkan kembali istri cantiknya. Bukankah sedari awal telah ia bilang, Dara itu miliknya. Hanya miliknya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka. Sean segera berjalan masuk kedalam kamar dengan langkahnya yang tegas.


Dibaringkannya tubuh mungil istrinya ke atas tempat tidur. Sean terdiam ketika ia memperhatikan wajah damai itu. Ia perhatikan dengan instens wajah cantik dan tenang itu. Sean benar-benar telah dibuat jatuh dalam pesona Dara. Sungguh, Sean berani bersumpah jika Dara tampak cantik berkali-kali lipat jika sedang tertidur seperti ini.


Tok Tok Tok


Pintu kamar terbuka. Disana Roy berdiri yang ditemani oleh Albert.


Albert segera berjalan masuk kedalam kamar dengan tergesa-gesa. Selama diperjalanan menuju mansion milik Sean tadi, Roy telah menceritakan semua perihal kejadiannya. Bahkan Albert sebagai laki-laki merasa ngeri dan takut mendengar cerita dari Roy tadi. Bagaimana jika Albert sendiri yang menghadapinya secara langsung? Albert mungkin akan mati dalam keadaan berdiri. Tapi, Albert benar-benar mengapresiasi kebetanian yang dilakukan oleh Dara. Dara berani melawan bahkan membantah perkataan Sean. Baru kali ini Albert bertemu dengan perempuan sepemberani itu. Setelah itu, diletakannya beberapa alat medis yang telah ia bawa tadi kesisi ranjang.


Akan tetapi, Sean langsung mencengkram pergelangan tangan Albert saat tangan Albert akan menyentuh kaki istrinya. "Kau mau apa," Tanya Sean dingin dengan aura menakutkan yang keluar dari tubuhnya.


Albert sedikit terkesiap ketika tangannya dicengkram kuat oleh Sean. Seakan-akan ingin meremukkan pergelangan tangannya. Tenaga Sean memang tak bisa dianggap enteng. "Tentu saja mengobati kakinya." Jawab Albert berusaha tenang, ketika Sean menatapnya tajam, penuh intimidasi.


"Apa kau tidak punya asisten pribadi perempuan huh?!" Ujar Sean dengan nada yang sedikit kesal. Sean tak rela jika istrinya disentuh oleh pria lain selain dirinya.


Albert menghembuskan nafasnya kasar. Ia kira ada apa. Ternyata hanya gara-gara ini. "Lain kali aku akan membawa perawat perempuan." Jawab Albert berusaha untuk bersabar. "Jadi untuk sekarang, biarkan aku mengobati istrimu. Apa kau tidak mau melihatnya sembuh dan kembali seperti semula?" Kata Albert dengan tenang. Walaupun jantungnya berdetak tidak beraturan ketika mengatakannya. Ingatkan Albert jika didepannya sekarang ada Ketua Mafia Crowned Eagle. Sang Pembunuh Berdarah Dingin.


Sean menarik nafasnya perlahan-lahan. Mencoba menimalisir emosinya. Terasa berat, tapi dirinya bisa apa? Jika Sean adalah seorang dokter, Sean yang akan mengobati istrinya sendiri, tanpa perlu meminta bantuan orang lain. Dan Sean tidak akan tersiksa dengan percikan api cemburu seperti sekarang. Jadi, kedua matanya yang bak elang itu menatap setiap gerakan Albert tak pernah luput dari penglihatannya.


Sedangkan Albert berusaha mengabaikan tatapan Sean yang tengah menatapnya tajam. Diobatinya salah satu kaki Dara dengan cermat dan telaten, penuh kesabaran.


Sehingga kurang lebih 45 menit kemudian, Albert telah selesai mengobati kaki Dara. Sedangkan Sean masih setia berdiri tak jauh darinya.


"Jangan terlalu keras padanya. Dia perempuan yang masih muda. Bukan laki-laki seperti kita. Dia juga sedang terlalu banyak fikiran. Beri nutrisi dan vitamin yang cukup untuk tubuhnya. Tubuhnya terlihat mulai melemah dan mulai mengurus. Tidak seperti beberapa hari yang lalu saat pertama kali kutemui." Ujar Albert panjang lebar.


Sean hanya diam dan menatap tubuh istrinya.


Sabar Albert.


"Dan untuk selama satu bulan kedepan, dia tidak boleh berjalan menggunakan kakinya. Belikan dia kursi roda. Ajaklah untuk jalan-jalan agar dia bisa sedikit merasa lebih baik." Ujar Albert sambil mengemasi perlatan medis miliknya.


Setelah semua beres, Albert berdiri dengan membawa tas miliknya. "Jangan sampai kau menyesal untuk kedua kalinya. Kau tau bukan, jika dia adalah perempuan baik-baik." Lalu, Albert berjalan keluar meninggalkan keterdiaman Sean.


Tubuh Sean membeku, ketika mendengar perkataan Albert tadi. Sean jelas tau apa yang dimaksud oleh Albert tadi. Langkahnya dengan perlahan mendekati tempat tidur istrinya. Ditatapnya dengan penuh kasih sayang wajah cantik itu. Diusapnya dengan sayang wajah cantik bagaikan malaikat itu dengan sayang.


Tak terasa buliran kristal jatuh membasahi kedua matanya.


Digenggamnya tangan mungil itu mengggunakan kedua tangannya.


Digenggamnya dengan begitu erat seakan-akan itu adalah adalah permata hidupnya.


Maafkan aku. Maafkan aku telah melukaimu. Maaf telah menyakiti perasaanmu. Maaf telah mengecewakanmu. Maaf telah membohongimu. Tapi, aku mohon padamu, jangan pergi. Jangan lari dariku. Jangan tinggalkan aku. Aku cuman punya kamu. Bantu aku. Tolong bantu aku keluar dari bayang-bayang masa laluku.


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤