
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Garv, apa keputusan mu?" Tanya Jayden dengan menatap wajah Garvin.
Pandangan Garvin lurus ke depan. Pikiran nya menerawang entah kemana. Tidak merespon sama sekali pertanyaan Jayden.
Marvin yang melihat hal itu langsung menghela nafasnya. "Apakah kau masih merindukan nya Garv?"
Tangan Garvin langsung mengepal kuat setelah mendengar pertanyaan Marvin. Luka dari masa lalunya terbuka kembali. Rahangnya mulai mengeras. Daniel yang melihat perubahan itu langsung menyeringai tipis.
"Jangan memancing nya Marv." Jayden menatap tajam ke arah Marvin. Tidak suka dengan pertanyaan Marvin tadi. Sangat terlihat jika Jayden lah orang yang paling setia dengan Garvin.
Marvin tersenyum tipis dengan menatap wajah Jayden yang terlihat sedang menahan amarahnya. Setelah itu Marvin bangkit dari tempat duduknya.
Sekarang mereka berada di Club malam terelit di London. Club malam ini milik Alfa Davidson yang merupakan salah satu anggota dari Geng Mafia The King Of Blood. Di ruangan itu hanya berisi anggota Geng Mafia The King Of Blood. Setelah
"Aku hanya bertanya Jayden. Apakah itu salah?" Dengan tenang Marvin mengatakan nya.
Brak
Dengan kuat Garvin memukul mejanya. Hal itu sontak membuat Jayden, Marvin, Alfa dan Daniel terdiam di tempatnya. Sedangkan Lucas yang dari tadi asik memainkan bonekanya langsung reflek kaget. "Omo, kamchagiya." Ujar Lucas sambil mengelus dadanya. Maklum, Lucas termasuk penggemar Drama Korea. Jika kalian mau nobar drakor kalian bisa mengajak Lucas. Dengan senang hati Lucas akan mau. Hanya saja, jangan mengajak Lucas nonton drama Korea yang berakhir sad ending. Bisa-bisa Lucas demo ke agensinya sana. Satu lagi, Lucas paling nge-fans dengan aktor termahal di Korea. Siapa lagi jika bukan Kim So Hyun. Tapi, ingat jangan menikung bias nya. Bisa-bisa kalian akan menerima akibatnya.
Bahkan boneka beruang milik Lucas sampai jatuh ke lantai. Dengan perasaan bersalah Lucas langsung mengambilnya. Di kecup nya beberapa kali boneka beruang itu dengan lembut. "Maafkan aku." Ujar Lucas.
Daniel dan Marvin yang melihat pemandangan itu langsung merasa geli sendiri. Apalagi Alfa yang melihat hal itu. "Apakah kau benar-benar anggota Mafia kami Lucas?" Spontan Alfa langsung berkata seperti itu. Masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Lucas lebih cocok menjadi fans boy dari pada seorang Mafia.
Lucas yang mendengar hal itu langsung memutar kedua bola matanya. "Aku hanya terkejut Alfa." Jawab nya dengan nada bicara yang tidak terima.
Garvin langsung membuang nafas nya kasar. "Keputusan ku sudah bulat. Jika kalian tidak suka dengan keputusan ku, kalian boleh untuk tidak mendukung ku." Kata Garvin dengan tegas. Mengabaikan Lucas yang masih asik bermain dengan boneka kesayangan nya.
"Aku mendukung mu." Sahut Jayden dengan memainkan pistol kesayangan nya.
"Aku juga akan mendukung mu Garv." Sahut Alfa sambil meminum anggur di gelasnya hingga habis tak bersisa.
Daniel yang melihat Alfa meminum minuman anggur lantas bersuara "Ingat Alfa, kandungan alkohol yang kau minum sekarang memiliki kandungan alkohol yang sangat kuat. Aku tidak mau bertanggung jawab jika kau mabuk."
Sontak saja kedua bola mata mereka langsung tertuju ke gelas milik Alfa. "Sial!" Umpat Alfa ketika baru menyadarinya. Rasa pusing langsung menghantam kepalanya. Alfa langsung tertidur dengan kepala yang berada di meja.
"Aku mendukung mu Garv. Bukankah kita sahabat dan satu Geng?" Ujar Lucas sambil memeluk erat boneka beruangnya. Mengabaikan Alfa yang mulai mabuk.
"Aku juga akan mendukungmu." Kini Daniel yang bersuara. "Dan bagaimana dengan mu Marv?" Tanya Daniel dengan menatap wajah Marvin yang terlihat sangat tenang.
Garvin tersenyum tipis. "Lakukan sesuai rencana awal. Dan jangan gegabah." Titah Garvin yang langsung di setujui oleh semua anggota Geng Mafia The King Of Blood.
Sementara itu Elden kini bertemu dengan Rafael.
"Bukankah ini sudah melampaui batas El?" Kata Rafael sambil menatap wajah sahabat nya. "Apa kau akan membiarkan nya?" Ujar Rafael mencercah Elden tanpa henti.
Elden mengusap wajah nya kasar. "Apa aku harus membunuh Garvin Raf? Sedangkan ini semua terjadi juga karena salah ku."
Rafael juga tidak tau harus bagaimana lagi.
"Aku akan menghentikan mereka berdua dengan semampuku jika itu terjadi." Dengan mantap Elden mengatakannya.
Rafael langsung menatap nyalang wajah Elden. "Apa kau bodoh Elden?"
Elden mendengus pelan. "Aku sudah memikirkannya Raf. Jadi, tolong bantu aku dengan mengawasi mereka dari jauh Raf. Aku tidak ingin jika aku lengah sedikit, maka pertumpahan darah bisa terjadi."
Rafael menghela nafasnya. "Baiklah El. Aku akan membantumu."
***
Garvin : Jangan Hate Author! Author udh capek-capek bikin nya.. Tolong di hargai. Kalau tidak suka. Lebih baik diem! Jangan komentar yang bikin orang patah semangat! Author bikin part nya itu juga udah mikir berulang kali. Tidak asal Bikin nya 🙂 Atau kalian mau aku habisi huh?! Berani-beraninya bikin Author kesayangan kami sedih!
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊