My Possesive Husband

My Possesive Husband
Episode 2


Di dalam mobil....


Aku tidak suka kamu memanggil nya dengan sebutan seperti itu, walaupun dia yang meminta nya!!!," Ucap Rangga marah.


"Ya Tuhan masih di bahas," ucap mawar dalam hati...... sambil menepuk kening nya.


"Maaf ya sayang," ucap Mawar menatap kekasih nya dengan tatapan menyesal, mata nya seperti mata anjing kecil yang berkaca-kaca bibir nya pun menekuk.


Tentu Rangga akan luluh dengan ekspresi istri nya seperti itu namun tetap saja menuruti perasaan nya yang terbakar api cemburu.


"Jangan menggoda ku dengan ekspresi seperti itu, aku tidak akan tergoda, " ucap Rangga berbalik wajah.


"Seharusnya kamu menolak nya dan berkata Kita TIDAK CUKUP DEKAT!," Ucap Rangga.


"Mana bisa aku bilang seperti itu, Kaka Ridwan dan aku kan sudah saling kenalan lagian dia kan sahabat kamu," ucap Mawar.


"Meskipun mahluk itu adalah sahabat ku bukan berarti dia bisa sangat akrab dengan istri ku!," Ucap Rangga marah.


"Ah... kamu ada-ada aja sih," Ucap Mawar menekan kening nya yang mulai agak pusing dengan gumalan Rangga.


"Sayang aku mau kamu jangan memanggil nya seperti itu!!!, " Ucap Rangga mulai menaikkan nada nya seperti menuntut Mawar untuk berubah.


"Iya, iya kamu fokus nyetir nya," Ucap Mawar membujuk kekasih nya dengan senyum lembut milik nya.


"Kamu harus janji!," Ucap Rangga menatap kekasih nya, rasa marah nya pun mulai mereda.


"Iya suami ku, " ucap Mawar menggoda Rangga.


"Rangga setelah mendengar kata-kata 'suami' merasa hati nya bergedup dengan kencang dan tersipu malu namun ia masih berpura-pura cool.


Rangga setelah kemarahan nya redah sudah tidak banyak bicara tentang masalah yang menganggu nya sebelum nya dan fokus untuk menyetir.


"Sayang maaf tadi aku nada nya agak tinggi karena aku merasa cemburu kamu milik aku!," ucap Rangga.


"Umur kita bisa dibilang berbeda jauh namun tetap saja aku susah sekali mengontrol emosi ku.. akh...," Ucap Rangga dalam hati.


Padahal kalau di lihat dari umur Rangga yang sudah berkepala tiga dan Mawar yang baru saja berumur 24 tahun ini seharusnya Rangga yang mampu mengendalikan emosi nya namun tidak dengan kenyataan nya.


Rangga merasa agak bersalah karena apa yang ia katakan kepada Mawar ia merasa sudah berlebihan seharusnya nada nya tidak terlalu tinggi dan bisa menangani suatu masalah dengan lebih tenang... Rangga sudah menyatakan rasa bersalah nya namun tidak ada jawaban dan ternyata Mawar sudah tidur......


"Kamu sudah tidur ya sayang," ucap Rangga menatap Mawar dengan mata yang memancarkan kasih sayang.


Rangga pun dengan tangan kanan nya mengelus-elus kepala Mawar dengan lembut.


Sesampainya di rumah....


Mawar tertidur dengan lelap nya bahkan sampai di depan rumah ia susah sekali di bangunkan...


"Sayang... sayang bangun kita sudah sampai," ucap Rangga dengan lembut namun tetap saja Mawar tidak bangun.


Rangga merasa sangat kasihan dengan kekasih nya dan memilih untuk menggendong Mawar dan membiarkan Mawar tertidur.


Rangga merasa ada yang aneh di rumah situasi rumah seperti kosong tidak ada yang menjaga bahkan satpam tidak ada di post penjaga nya Rangga pun tadi terpaksalah membuka pintu gerbang sendiri dan hanya lampu di sekitar halaman yang menyala sangat gelap di dalam rumah.


Rangga pun terus berjalan walaupun ia merasa bingung ia melangkah dan membuka pintu...


"Pada kemana!!! bukan nya mereka ada di rumah semua!!," Ucap Rangga di dalam hati sambil menahan amarah.


Rumah mewah yang memiliki jumlah pelayan lebih dari sepuluh tentu tidak membiarkan tuan nya pulang begitu saja dan tanpa kejutan untuk hari pernikahan nya.


"Happy Wedding," setelah ada yang mengucapakan kata-kata ini semua lampu menyala, dan mereka mulai memberi ucapan selamat kepada bos nya sambil membawa kue dengan ukuran biasa untuk membuat


Suara yang ramai membuat Mawar bangun dari tidur nya....


"Ah," Ucap Mawar terbangun membuka mata nya secara perlahan.


Mawar kaget dengan banyak nya orang yang berada di depan mata nya menyambut kedatangan mereka.


"Tuan dan Nyonya Wirasma ini ada hadiah untuk pernikahan kalian memang ini tidak seberapa namun saya harap ketulusan karyawan di sini, " Ucap mbok Siti.


Mbok Siti adalah kepala pelayan di rumah miliki Rangga sendiri ia sudah 25 tahun bekerja bersama keluarga Wirasma.


"Makasih mbok biar saya yang membawa hadiah nya, " Ucap Rangga.


Hubungan Rangga dan mbok Siti seperti anak dan ibu karena Rangga kecil di urus oleh mbok Siti.


"Sayang kamu turun ya," ucap Rangga menurunkan Mawar.


"Iya, " Balas Mawar mengangguk.


"Nyonya Mawar selamat atas pernikahan nya semoga segera di beri keturunan, " ucap mbok Siti.


"Mbok saya baru saja menikah beberapa jam masa langsung memiliki anak," Ucap Mawar yang langsung memeluk mbok Siti.


Tentu Mawar dan mbok Siti kenal dengan dekat karena Rangga sering membawa nya ke rumah ini.


Secara bergiliran para karyawan di rumah menjabat tangan dan memberikan selamat kepada kedua pasangan.


Setelah sambutan selesai Rangga dan Mawar berpamitan untuk pergi ke atas ke kamar Rangga.


"Mbok dan semua saya dan istri saya pergi ke atas dulu, " Ucap Rangga.


Mbok Siti pun mendekat ke arah Rangga... dan membisikkan sesuatu...


"Ya, tentu saja boleh tuan ingat nanti jangan kencang-kencang ya segel baru soal nya, " Ucap mbok Siti.


"ih,kok tiba-tiba aku merinding ya," ucap Mawar dalam hati megusap-usap bagian punuk leher nya.


Rangga pun memanas mendengar kata-kata dari mbok Siti ia rasanya sangat membara ia pun segera menggendong Mawar agar cepat sampai ke destination yang mendebarkan......



Bersambung.......


BTW kalian tahu gak bahwa bulan itu jauh tapi dekat di hati sama seperti kalian pembaca kalian jauh namun tetap dekat di hati.


Ada lagi,kalian tahu samudra itu luas ya benar seluas cinta ku pada mu readerss yang baik.


Satu lagi deh Bunga bermekaran di taman kalau cinta ku bermekaran di hati kalian readers.


Ini adalah lirik lagu romantis :


Virgoun- Bukti....


Memenangkan hatiku


Bukanlah satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu


Bukanlah satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku


Bukanlah satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati


Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Tolong kamu camkan itu....