My Possesive Husband

My Possesive Husband
221. BEFORE YOU ATTACK ME THEN I WILL ATTACK YOU (Extra Part 12)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Mom apakah semuanya akan baik-baik saja?" Tanya Dara ketika sampai di dalam kamarnya. Lalu mengambil duduk di sofa yang tersedia di dalam kamarnya. Sedangkan Kenzo kini berada di dalam gendongan nya.


Lexa baru saja menutup pintu kamar. "Mommy yakin semuanya pasti akan baik-baik saja." Jawab Lexa sambil tersenyum. Meskipun sebenarnya hatinya juga merasa ragu jika akan baik-baik saja.


"Apa Kenzo tertidur?" Tanya Lexa sambil berjalan menghampiri menantunya itu.


Dara mengangguk. Kedua bola matanya beralih menatap wajah anaknya. "Iya mom. Kenzo sudah tertidur."


Lantas Lexa segera merapikan kamar tidur cucunya. Dirapikan nya dengan Serapi mungkin. "Tidurkan saja Kenzo disini. Agar kamu tidak terlalu lelah karena menggendong nya."


"Iya Mom." Setelah itu Dara bangkit dari duduknya dan berjalan ke tempat tidur anaknya. Lalu, di tidurkan ya Kenzo ketempat tidur. "Selamat tidur malaikat kecil Mommy." Kata Dara dengan suara yang rendah. Dikecupnya dengan kening anaknya. Disela kecupannya Dara berdoa "Jadilah anak yang baik dan bisa membanggakan Mommy dan Daddy mu." Ujar Dara.


Lexa mengambil duduk di pinggiran ranjang. Pikirannya sibuk menerawang masa lalu. Andaikan dan andaikan adalah kata yang sering ia pikirkan sekarang. Ya, memang benar. Penyesalan selalu datang di belakang dan pembalasan setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan ada. Entah dari mana datangnya, tapi pasti itu akan terjadi.


Dara yang melihat wajah Lexa terlihat lesu hanya tersenyum sendu. Kedua kakinya melangkah dengan perlahan menuju tempat Mommy nya berada. "Mom.." Panggil Dara dengan suara yang terdengar lembut.


Awalnya Lexa yang sedang melamun langsung menoleh dan menatap wajah menantunya. "Iya sayang? Kenapa?" Ujar Lexa sambil tersenyum.


Dara mengambil duduk di sebelah Lexa. "Boleh aku bertanya sesuatu ke Mommy?" Ucap Dara sambil menatap langsung wajah Lexa.


Lexa mengangguk sambil tersenyum. "Boleh. Kamu boleh tanya."


Digenggamnya kedua tangan Lexa hingga membuat tubuh mereka saling berhadapan satu sama lain. "Akhir-akhir ini perasaan ku terasa tidak enak Mom. Tapi aku tidak tau kenapa itu bisa terjadi. Atau itu hanya perasaan ku saja yang terlalu berlebihan atau mungkin itu hanya rasa takut ku saja." Kata Dara panjang lebar.


Lexa yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya. "Maksud kamu?" Hanya kalimat itu yang bisa keluar dari dalam mulutnya.


Dara menggeleng pelan. Kepalanya menunduk. Dapar Lexa rasakan kedua tangan Dara mulai terasa dingin. "Aku tidak tau masalah apa yang membuat Garvin dan Sean menjadi seperti ini Mom. Sean tidak pernah menceritakannya." Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. "Bahkan Sean tidak pernah menceritakannya pada ku tentang masalah yang menyangkut dirinya dan Garvin." Hatinya terluka. Perasaanya terasa sesak.


Lexa yang sudah tidak tega melihat Dara yang menangis seperti itu di hadapannya lantas Lexa memeluknya. "Sean tidak menceritakan nya sama kamu karena tidak ingin membuat kamu khawatir. Jangan berfikir yang tidak-tidak tentang Sean ya. Sean melakukannya karena ada alasannya. Dan Mommy yakin, apa yang Sean lakukan sekarang pasti itu yang terbaik untuk saat ini." Ujar Lexa memberi pengertian untuk Dara.


Tangis Dara semakin pecah setelah mendengar penjelasan dari Mommy nya. Begitupun juga dengan Lexa yang menangis dalam diam.


Sementara itu di ruang tamu itu, suasana terasa sangat tegang. Tidak ada jarak di antara mereka. Wajah mereka bahkan saling berdekatan satu sama lain. Elden yang melihat akan hal itu langsung mengusap wajahnya kasar. "Jika kalian tidak bisa mengontrol emosi kalian jangan salahkan sosok Daddy yang dulu datang kembali."


Sean yang mendengar perkataan Daddy lantas dengan kasar Sean langsung melepas cengkraman nya di leher Garvin.


Garvin yang melihat hal itu tersenyum tipis. Berbeda dengan Sean. Kilatan amarah dan kebencian terpancar jelas dari kedua bola mata nya.


"Jadilah kuat terlebih dahulu baru melawanku. Perluas daerah kekuasaan mu agar kau bisa menandingi kekuasaan ku." Dengan suara yang dingin Garvin mengatakannya. Smirk tipis lagi-lagi tersemat di bibir tipisnya. "Kau tau Sean, kau tidak ada apa-apanya untuk ku. Dulu kita memang sepadan. Tapi sekarang kita sudah tidak sepadan. Level mu masih jauh berada di bawah ku."


Bug


Sean yang tidak bisa mengontrol emosinya lantas langsung memukul telak rahang Garvin. "Brengsek kau!" Umpat Sean dengan penuh emosi.


Elden yang melihat hal itu lantas menjauhkan Sean dan Garvin. Amarah melingkupinya. Jiwanya yang dulu seakan datang ingin memberontak namun masih ia tahan. "Jika kalian masih sayang sama Mommy kalian, hentikan perselisihan kalian." Suaranya dingin dengan aura hitam yang melingkupi.


Garvin mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya. Kerah bajunya yang berantakan ia benarkan. Sedangkan Sean hanya menatap tajam dan penuh kebencian dalam diam.


"Aku tunggu kau 3 atau 5 tahun lagi. Jika kau masih belum kuat melebihi aku, jangan salahkan aku jika kau akan mati di tanganku." Ujar Garvin dengan menatap kedua bola mata Sean.


Sean tertawa renyah mendengar perkataan saudara tiri itu. "Before you attack me, then I will attack you."


Lalu, Garvin melangkah keluar. Namun, kemudian berhenti. Tubuhnya berbalik. "Titip salam ke Mommy, Dad. Aku sayang Mommy." Setelah mengatakan hal itu, Garvin berjalan keluar menuju sahabat-sahabatnya berada.


Jayden yang melihat luka di sudut Garvin lantas mulai terpancing.


Garvin yang mengerti akan hal itu langsung memberikan kode stop untuk tidak bertanya.


"Apa kita akan pulang?" Tanya Lucas dengan memasang wajahnya yang polos.


Daniel langsung memukul kepala Lucas. "Hentikan sifat kepura-puraan mu itu Lucas."


"Aku akan menunggu kedatangan mu Darren." Bisik Marvin dengan tersenyum tipis lalu berjalan menyusul Garvin, Lucas, Jayden dan Daniel.


Sementara itu Alfa masih terdiam di tempatnya. Masih diam dan menatap ke arah Nick. "Sepertinya aku sudah menemukan saingan yang sepadan dengan ku." Kata Alfa lalu berjalan menyusul kawan-kawannya.


"Setelah ini kita harus mengadakan rapat besar-besaran dengan seluruh anggota Geng Mafia kita." Ujar Damian sambil menatap kepergian Geng Mafia The King Of Blood.


***


Masih penasaran dengan kelanjutan nya kan? Aku tunggu 999 komentar ya. Kalau udah terpenuhi akan aku Lanjut! 😍


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊