
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
Pukul 7 pagi Sean baru terbangun dari tidur nyenyaknya. Direnggangkan tubuhnya agar terasa lebih segar.
Telah menjadi rutinitasnya selama tiga hari ini, Sean selalu terbangun dengan langsung menatap wajah cantik istrinya yang masih enggan membuka kedua bola mata cantiknya.
Padahal, Sean berharap jika dirinya telah terbangun dari tidurnya Sean ingin langsung disambut dengan senyuman cantik dan sapaan romantis dari istrinya. Namun, sampai sekarang hal itu belum terjadi.
"Good morning sayang." Kata Sean dengan mengecup kening istrinya. "Aku sangat merindukanmu. Apa kamu tidak merindukanku hm?" Dengan gemas Sean langsung mengecup salah satu tangan istrinya.
"Aku mau mandi dulu setelah itu aku akan menemanimu lagi. Kamu tau? Badanku hari ini benar-benar lengket sekali." Kata Sean yang mengajak istrinya mengobrol.
"Kau sedang apa son?" Tanya Elden dengan mengangkat salah satu alisnya. Elden baru saja datang kerumah sakit dengan membawakan beberapa bungkusan makanan di kedua tangannya.
"Aku sedang mengajak istriku untuk mengobrol Dad." Jawab Sean dengan tetap memandang wajah istrinya. Sungguh, Sean benar-benar merindukan semua apa yang ada di dalam istrinya.
Elden tersenyum mendengarnya. Lalu diletakannya semua bungkus belanjaanya di meja dekat sofa. "Daddy membelikan beberapa makanan dan cemilan untuk kalian berdua."
"Terimakasih Dad. Aku akan mandi terlebih dahulu." Ujar Sean dengan berbalik dan menatap wajah Daddynya.
Elden mengangguk, mengerti. "Daddy akan membangunkan Mommy mu." Ucap Elden yang mulai melancarkan aksinya yaitu menciumi leher Lexa.
Sean yang melihat itu hanya memutar kedua bola matanya malas. Sungguh, Sean tidak mengerti kenapa bisa mommynya merawat Daddynya yang super duper manja seperti itu. Bahkan Daddynya cenderung seperti bayi besar yang haus akan kasih sayang dan perhatian jika bersama Mommynya.
Setelah itu, dengan langkahnya yang lebar, Sean segera masuk kedalam kamar mandi daripada melihat hal kegilaan yang akan Daddynya lakukan.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Sean segera melepas semua pakaian yang melilit ditubuhnya.
Air dingin menjadi pilihannya untuk saat ini. Sungguh, bebannya terasa sangat berat sekarang. Cobaan terus datang menghampirinya hingga ingin mmebuatnya lelah dan menyerah. Namun, beruntungnya Sean tidak ingin menyerah dengan masalah yang datang menghampirinya. Sean harus menjadi tangguh dan kuat demi istrinya dan dirinya sendiri.
Dengan cepat Sean segera melakukan aktivitas mandinya. Sean ingin segera menemani istri tercintanya, karena Sean tidak ingin kehilangan setiap momen berharga bersama istrinya.
***
Lexa mendengus kesal ketika Elden terus menerus menciumi lehernya. "Elden, stop!" Protes Lexa dengan mendorong wajah Elden agar menjauhi lehernya. Rasanya sungguh geli sekali.
"Iya sayang. Kamu tidak perlu marah seperti itu." Ujar Elden dengan wajah yang ditekuk, masam.
Lantas, Lexa langsung bangun dari tidurnya dan duduk di atas sofa.
Lexa yang mengerti jika suaminya tengah merajuk langsung digenggamnya jemari suaminya.
"Duduk sini." Ajak Lexa dengan tersenyum cantik.
Elden yang mengerti itu hanya diam, menurut.
Lalu, dikecupnya kening Elden dengan sayang. "Good morning sayang." Kata Lexa dengan tersenyum.
"Good morning too sayang." Jawab Elden dengan membalas kecupan istrinya yaitu mengecup pipi kanan istrinya.
"Kamu darimana saja Elden?" Tanya Lexa dengan membuka bungkusan plastik makanan yang Elden beli tadi.
Deg
Tubuh Elden menegang ketika istrinya bertanya seperti itu. Padahal Elden membelikan beberapa makanan itu agar mengalihkan perhatian istrinya. Akan tetapi, sepertinya hal itu tidak berhasil membuat istrinya lupa.
"Semalam aku ada urusan penting dikantor sayang." Jawab Elden dengan mengusap pelan puncak rambut istrinya.
"Oh, benarkah?" Ujar Dara dengan membuka tutup botol minuman dengan mudah.
Bahkan hal itu membuat Elden merasa ngeri dan takut. Istrinya seakan-akan tengah mengintograsinya sekarang.
Dipeluknya pinggang istrinya dari samping. "Iya sayang. Aku semalam pergi ke perusahaan kita." Elak Elden dengan mengecupi lengan istrinya.
Lexa yang mendengar jawaban dari suaminya itu hanya memutar kedua bola matanya malas. "Padahal semalam aku menghubungi Rafael untuk menanyakan tentangmu sayang. Dan kata Rafael semalam kamu tidak pergi keperusahaan." Kata Lexa dengan tenang sambil meminum minumannya.
Deg
Sekarang Elden telah ketahuan jika sedang berbohong.
Lantas, Lexa langsung menoleh dan menatap wajah suaminya dengan tersenyum tipis. "Semalam kamu pergi kemana hm?" Tanya Lexa dengan menutup kembali botol minumannya.
Tubuhnya langsung terasa dingin jika melihat istrinya tersenyum seperti itu. "Aku.. aku-"
Dengan gemas Lexa langsung meangkup wajah suaminya dengan menggunakan kedua tangannya. "Katakan dengan jujur sayang." Ucap Lexa dengan menekan setiap perkataanya.
Elden merasa gugup sekarang. Elden tidak akan bisa mengelak lagi jika istrinya seperti ini.
"Aku semalam pergi kemarkas anak kita sayang." Jawab Elden denfan pasrah.
Keringat dingin mulai membasahi wajahnya. Lexa yang melihat suaminya yang terlihat ketakutan semakin merasa heran.
"Jawab Elden." Titah Lexa dengan tegas.
Jika seperti ini, Elden bisa apa sekarang?
"Untuk bertemu dengan Afi sayang. Kepala pelayan di mansion anak kita. Dia adalah pelaku yang menaruh obat penggugur janin di makanan dan minuman menantu kita. Jadi, sebagai grandpa yang baik, aku tidak terima jika menantuku dicelakai seperti itu. Apalagi itu adalah cucu pertama kita. Jadi, jangan marah padaku jika aku menghabisi Afi." Mohon Elden dengan menatap takut kedua bola mata istrinya.
Lexa menghela nafasnya pelan. "Baiklah. Aku tidak akan memarahimu. Tapi, jangan kamu ulangi lagi Elden. Kamu bisa berbicara dengan baik-baik terlebih dahulu." Ujar Lexa dengan merapikan beberapa helaian rambut suaminya.
Elden mengangguk, mengerti. "Terimakasih sayang kamu sudah mau mengerti aku." Ucap Elden dengan mengecup singkat bibir sexy istrinya.
"Hm." Jawab Lexa.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Disana Sean telah selesai mandi. Wajahnya terlihat lebih fresh daripada sebelumnya. Hal itu membuat Lexa tersenyum legah.
"Sean, kesini sayang. Ayo sarapan dengan mommy." Ajak Lexa dengan mengeluarkan bungkus makanan.
Sedangkan Elden langsung melepas pelukannya dan duduk terdiam melihat apa yang sedang istrinya lakukan.
Sean segera berjalan menghampiri Mommy dan Daddynya. Lalu, duduk di sofa dekat Mommynya.
"Kamu ingin roti selai apa? Biar Mommy yang siapkan untukmu."
"Roti selai keju saja Mom." Jawab Sean dengan memandang tempat tidur istrinya disana.
"Baiklah. Dua roti dengan selai keju untuk anak kesayangan Mommy dan dua roti selai strawberry untuk Daddy." Kata Lexa dengan ceria. Dikasihnya roti itu ke Sean dan juga Elden.
"Terimakasih mom."
"Terimakasih sayang."
"Sama-sama."
Setelah itu mereka memakan makanannya masing-masing.
"Sayang apa kamu sudah bertemu dengan Garvin, kakakmu?" Tanya Lexa dengan menatap wajah anaknya.
"Sudah Mom." Jawab Sean dengan singkat.
***
Disisi lain, Nick baru saja tiba di apartement elite Gold Star milik Rara.
Terlihat sebuah seringai tipis yang tersungging dibibir tipisnya.
Tidak ingin menunggu lebih lama, Nick segera memasukkan sandi apartement untuk masuk kedalam apartement Rara.
Nick sudah mengetahui sandi apartement milik Rara sejak saat itu. Jadi, Nick memerintahkan Rara untuk tidak mengganti sandinya. Jika Rara berani melakukannya, Nick akan membantai habis orang disekeliling Rara.
Ceklek
Pintu apartement terbuka.
Dengan santainya Nick melangkah masuk kedalam apartement.
Namun, langkahnya langsung terhenti ketika dirinya melihat Rara yang tengah berdiri mematung melihat dirinya.
"Hai hanny." Sapa Nick dengan wajah dinginnya.
Tubuh Rara membeku melihat kehadiran sosok laki-laki yang telah menghancurkan tubuh dan hatinya.
"Untuk apa kamu kesini?" Tanya Rara dengan suara yang terdengar ketakutan. Sungguh, Rara merasa takut jika berhadapan dengan Nick sekarang.
"Tentu saja untuk bermain-main dengan tubuhmu." Ujar Nick dengan santai.
Digulungnya kemeja miliknya hingga sesiku. Lalu, dilepadnya ikat pingangnta dan dipegangnya dengan menggunakan salah satu tangannya.
Semalaman Nick telah menghabiskan malamnya di Club milik kenalannya. Namun, nyatanya hal itu tidak membuat emosinya meredam. Apalagi setiap melihat wajah Dara yang sedih dan menangis karena keluarga Dara yang telah dibantai habis oleh Derrick kekasih Rara. Hal itu benar-benar membuat Nick emosi dan kesal. Nick ingin membalasnya dengan caranya yaitu dengan menghancurkan Rara agar Derrick mengetahui bagaimana rasanya melihat orang yang ia sayang menangis dan hancur bagaikan mayat hidup.
Dengan langkahnya yang tegas Nick mulai berjalan mendekati Rara. Aura dingin dan mencekam sangat terasa.
"Ra, kekasihmu sungguh keterlaluan. Sepertinya kau perlu ku hukum agar kekasihmu tau bagaimana rasanya seperti yang Dara rasakan sekarang." Kata Nick dengan menyeringai licik.
***
Jangan lupa spam komentar di part ini + Follow IG aku ya untuk next chapterπ€ Dan yang mau kenalan dengan Garvin, bisa follow IG aku juga π€π Jangan lupa Screenshoot dan tag nama IG aku yaa. Akan aku repost satu persatu di Story IG akuπ€
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€