
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Lexa tersenyum mendengar suara ranjang yang berderit itu dari luar kamar dengan Elden yang berdiri disampingnya.
"Sayang, lebih baik kita melakukannya sendiri daripada kita menguping seperti ini." Ujar Elden dengan tidak sabar dengan memegang salah satu lengan istrinya.
Lexa memutar kedua bola matanya malas. "Iya, iya sayang. Kenapa kamu tidak sabaran sekali hm?" Ucap Lexa dengan mengalungkan kedua tangannya keleher suaminya.
Elden teesenyum diperlakukan seperti ini. Istrinya tetap seperti dulu. Istri yang selalu berani melakukan apapun padanya.
"Mau dikamar atau didapur?" Tanya Elden dengan menaik turunkan alisnya. Mencoba untuk menggoda istrinya.
Dengan menyeringai tipis Lexa menjawab "Dikamar saja. Itu lebih baik daripada di dapur. Apalagi sekarang kita berada di mansion milik anak kita. Jadi, kita harus menjaga tingkah kita sayang."
Lalu, Elden dengan sigap menggendong tubuh istrinya. "Ide bagus sayang."
Setelah itu Elden mencium bibir merah merona milik Lexa dan dengan senang hati Lexa membalas ciuman suaminya. Dengan berjalan menuju kamar yang telah disediakan Sean, Elden dan Lexa melakukan ciuman penuh cinta. Saling balas membalas dan memanggut satu sama lain.
Niatnya Lexa tidak akan memberi jatah pada Elden. Tapi, saat meluhat wajah yang tengah memberebgut seperti itu membhat Lexa tidak tega. Dan, mungkin mulai besok Lexa tidK akan memberi jatah pada Elden. Seetiap kesalahan yang Elden lakukan, maka hukuman akan menantinya. Hukuman yang paling dutakuti oleh Elden adalah ketika istrinya tidak memberinya jatah sama sekali. Itu benar-benar siksaan batin dan fisik untuknya.
🐙🐙🐙
Sedangkan disisi lain, jam 2 pagi Sean baru menyelesaikannya.
Istrinya tampak ngos-ngosan dengan badan yang telah basah dipenuhi keringat. Bahkan sekarang, kedua bola mata istrinya tengah terpejam, tertidur. Tubuhnya juga terasa lebih segar dan fresh. Saking semangatnya Sean melakukannya samapai tidak terasa jika sekarang sudah pukul 2 dini hari. Istrinya benar-benar membuatnya khilaf untuk melakukannya secara terus-menerus.
Sean mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut. Ditatapnya wajah cantik yang tengah tertidur damai itu. Bahkan Sean tidak bisa berpaling ataupun tidak pernah bosan untuk terus menatap wajah cantik istrinya.
"Aku sayang kamu. Sangat menyayangimu. Jangan pernah pergi tinggalkan aku. Jangan pernah menyuruhku untuk menyingkir dari kehidupanmu. Karena, aku tidak akan pernah bisa malakukan itu. Kamu takdirku dan aku takdirmu. Kamu milikku dan aku milikmu. Sejak awal kamu dilahirkan ke dunia ini untuk diciptakan menemaniku, hidup bersama ku dan hanya untukku. Bukan untuk yang lain." Ujar Sean sembari tersenyum tipis.
Lalu, dikecupnya dengan sayang kening istrinya. Sean bangkit dari tidurnya dan segera mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sean habiskan selama setengah jam untuk mengguyur tubuhnya dibawah shower. Memikirkan apa yang harus ia lakukan kedepannya. Setelah semuanya telah selesai, Sean segera melilitkan handuk ke pinggangnya. Dengan langkah tegasnya, Sean segera berjalan keluar kamar mandi dan memakai pakainnya. Sean tersenyum ke cermin didepannya. Kamu pasti bisa melakukannya Sean.
Setelah itu Sean merebahkan dirinya disamping istrinya yang tengah tertidur menyamping dengan selimut yang melilit tubuhnya. Dengan cepat Sean merengkuh dan memeluk tubuh istrinya. Rasa hangat langsung menyelimuti dirinya. Rasa hangat yang disalurkan melalui pelukan yang ia lakukan.
Lalu, dengan perlahan kedua mata Sean mulai terpejam. Malam yang panjang serta malam yang lucu itu telah ia lewati bersama istrinya.
Kamu takdirku. Dan selamanya akan tetap begitu. Sesering apapun kamu singgah, kamu akan kembali padaku, kedalam pelukan ku. Aku yakin itu. I love you sayang.
🐄🐄🐄
BANGUN PAGI BERSAMA
Dara terbangun dari tidurnya dengan keadaan tubuh yang remuk radam. Sean benar-benar menghajarnya semalaman. Tiada ampun. Tiada kenal lelah. Sean memang benar-benar hebat bisa sekuat itu untuk melakukannya. Padahal dirinya yang tidak melakukan apapun sudah merasa lelah yang sangat terasa. Tapi kenapa Sean yang aktif bergerak tidak capek sama sekali?! Dara benar-benar ingin tepuk tangan sekarang. Suaminya ternyata hebat juga.
Jika mengingat itu Dara menjadi kesal. Kedua pipinya langsung mengembung lucu. Bibir mungil yang berwarna merah merona itu tampak sedang memberengut kesal ketika mengingat ia meminta Sean untuk berhenti, bukannya malah berhenti tapi semakin semangat melakukannya. Mulai goyang kanan kiri, maju mundur dan di aduk. Memangnya dikira Dara ini dodol apa?! Sehingga Sean terus melakukannya. Ternyata, Sean lagi-lagi membohongi dirinya! Bilangnya 10 menit tapi menjadi 1 jam. Memang dasar Sean mesum! Sangat mesum!
Diperutnya dapat Dara rasakan tangan kekar yang memeluk pinggangnya possesive. Terasa berat tapi bisa membuatnya langsung tersenyum manis dengan kedua pipi yang mulai merona malu. Inilah kedua tangan yang selalu memegangnya agar tidak bergerak. Setelah itu Dara berbalik dan menghadap ke arah Sean dengan hati-hati karena kakinya masih sedang sakit. Sedangkan Sean tidak merasa terusik sama sekali dengan pergerakan istrinya. Tidurnya semakin pulas dan semakin pulas.
Dipandanginya wajah Sean dengan insten.
Hidung mancung. Rahang tegas. Wajah tampan. Alis yang tebal dengan tatapan yang tajam. Arogan dan tak suka dibantah. Kejam dan pemarah. "Tangan berotot. Perut seperti roti sobek. Badan tegap dan tinggi. Aku suka." Ujarnya pada dirinya sendiri ketika mengingat tubuh Sean yang berada di atasnya semalam. Terlihat sangat sexy dan keren. Dara jadi membayangkannya lagi. Membayangkan jika Sean.. (membayangkan apa lagi hayo?). Hal itu sontak saja membuat Dara langsung menggelengkan kepalanya. "Jangan berfikir seperti itu Dara. Jangan!" Kata Dara pada dirinya sendiri.
Setelah itu Dara langsung memegang salah satu tangan kekar milik Sean yang memeluk pinggannya possesive. Diusapnya pelan dan penuh kasih sayang tangan kekar milik Sean.
Memori ingatannya langsung berputar begitu saja. Entah kenapa seketika hal itu membuat Dara tersenyum getir. Memori ingatannya berputar kala bertemu pertamakali bersama Sean. Lalu, hal-hal yang romantis yang ia lakukan bersama Sean. Saat itu tampak indah di penglihatannya. Tampak membahagiakan dan menyenangkan hingga membuat Dara tak ingin jauh ataupun mulai membuka hatinya hanya untuk Sean seorang. Namun, ternyata dibalik kebahagiaan yang ia rasakan selama ini terdapat sebuah rasa yang teramat menyakitkan.
Dara menatap wajah tampan itu dengan pandangan yang berkaca-kaca. Ayah, bunda dan Liya pergi meninggalkannya. Yang Dara punya sekarang hanya dirinya sendiri. Sean? Entahlah Dara tidak tau sampai kapan Sean akan menetap bersama dirinya. Hanya rasa obsesi ataukah memang benar tulus?
Tapi di dalam hatinya yang paling kecil Dara berharap Sean tidak akan mengecewakannya lagi. Tidak akan pernah lagi.
Aku beri kamu kesempatan lagi. Kesempatan terakhir untuk meyakinkan ku. Ku beri kesempatan untuk membuktikannya lagi. Tolong manfaatkan sebaik mungkin. Jika aku sudah menyayangimu maka aku akan menyayangimu tulus. Tapi, jika aku memilih pergi, maka aku tak akan kembali lagi. Bukannya aku menyerah dan tak cinta. Tapi, hati ini sudah terasa lelah.
Jika aku disuruh memilih ditinggalkan atau meninggalkan, aku lebih memilih ditinggalkan. Karena dengan ini kita bisa melihat siapa yang benar-benar tulus dan mana yang tidak.
Tapi jika kamu datang untuk kembali lagi, maka maaf aku tidak bisa menerima mu lagi.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤