My Possesive Husband

My Possesive Husband
51. LEMAH


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Nick hari ini akan pergi ke mansion milik Sean. Sudah dari tadi sore Nick menghubungi Sean namun tak kunjung di angkat juga.


Jadi, Nick memutuskan untuk pergi ke mansion Sean malam ini untuk menyampaikan sesuatu hal yang penting mengenai kancing baju yang ditemukan oleh Darren. Berkaitan dengan pembantaian keluarga Dara.


Saat pertama kali Nick bertatapan dengan kedua mata cantik dan teduh itu, hatinya langsung berdesir merasakan getaran aneh yang tidak biasa ia rasakan saat bersama perempuan lain. Entah kenapa, Nick seakan-akan dibuat jatuh kedalam pesona mata teduh dan cantik itu.


Tidak mungkinkan kalau sekarang Nick jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kekasih sahabatnya sendiri? Tidak mungkin. Tapi, jika iya itu terjadi, apa akan terjadi permusuhan sesama anggota mafia? Nick berusaha menghilangkan pikirannya itu. Namun, faktanya itu sangat berbeda dengan kenyataan yang ada. Hampir setiap malam Nick berkencan dengan perempuan yang sexy dan cantik, tapi hal itu tidak bisa membuatnya melupakan tatapan teduh dan wajah cantik itu.


Hufft.. Nick harus bagaiamana sekarang?


Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih setengah jam itu, akhirnya Nick sampai di depan mansion mewah milik Sean.


Nick sampai dibuat kagum dengan mansion milik sahabatnya itu. Sean terlalu niat untuk membuat mansion yang mewah dan megah itu. Meskipun mansionnya juga tidak kalah megah dengan mansion milik Sean. Tapi, namanya ketua pasti berbeda dengan anggota.


Setelah itu, Nick segera masuk kedalam mansion mewah itu. Maid dan bodyguard yang melihat kehadiran Nick langsung menunduk hormat. Mereka semua tau jelas anggota Mafia Crowned Eagle.


"Sean ada dimana?" Tanya Nick.


"Tuan Sean sedang berada di dalam ruang kerjanya tuan." Jawab salah satu maid itu.


"Terimakasih."Jawab Nick dengan tersenyum. Dari semua anggota Crowned Eagle, hanya Nicklah yang mempunyai sifat ramah seperti ini. Sedangkan yang lain? Bagaikan ice kutub yang keras menunggu akan kedatangan matahari yang bisa mencairkannya.


Setelah itu Nick segera menaiki tangga untuk menuju ruang kerja milik Sean. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara teriakan seorang gadis dari dalam ruang kerja milik Sean. Nick segera mempercepat langkahnya. Seketika saat itu juga ada perasaan khawatir yang menyelimuti dirinya. Nick jelas tau pemilik suara itu. Itu teriakan suara Dara.


Dibukannya pintu ruang kerja milik Sean dengan cepat.


Dan disana, Nick melihat tubuh Dara yang tak sadarkan diri dengan darah yang mulai keluar dari dalam tubuhnya.


Sedangkan Sean, hanya diam mematung melihat istrinya yang tak sadarkan diri. Sean mendengar jelas suara rintihan istrinya yang memanggil namanya. Akan tetapi, tubuhnya seakan beku tak bisa digerakkan. Itu istrinya?


Nick yang melihat itu langsung berlari menghamipiri tubuh lemah itu. Bahkan kedua bola mata cantik yang ia rindukan itu telah memejamkan matanya. Hatinya terasa teriris melihat kondisi Dara yang sekarang. Kondisi Dara berbanding terbalik ketika waktu itu Nick berkunjung kesini saat bermain truth or dare bersama sahabat-sahabatnya waktu itu.


Bahkan lantai ruangan kerja Sean sekarang banyak terdapat pecahan kaca bertaburan dimana-mana. Membuat Nick harus berhati-hati saat akan menggendong tubuh lemah itu.


Sean yang melihat kehadiran Nick yang tiba-tiba dan langsung menggendong tubuh istrinya membuat amarahnya langsung menyelimuti dirinya.


Tatapannya menajam. Rahangnya mengeras. "Jauhkan tanganmu dari tubuh istriku Nick." Titah Sean dengan suara dinginnya. Tatapannya semakin menajam melihat Nick yang telah berani menyentuh miliknya.


"Kita tidak punya banyak waktu. Kita harus membawanya ke rumah sakit." Ujar Nick. Sungguh, Nick merasa khawatir dengan keadaan Dara saat ini.


"Jauhkan tanganmu dari milikku atau kutembakkan timah panas ke dalam kepalamu itu." Suara tegas itu membuat Nick langsung meletakkan tubuh lemah itu ke atas sofa yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Nick lebih baik mengalah daripada memperpanjang masalah. Nick tau bagaimana sifat dan watak dari sahabatnya itu. Paling tidak suka dengan bantahan dan penolakan.


Lantas Sean langsung menghampiri tubuh istrinya yang tak sadarkan diri itu tanpa sepatah kata apapun. Maafkan aku sayang.


"Jika aku melihatmu menyentuh milikku lagi, maka aku tak akan membiarkanmu tetap hidup Nick. Sekalipun kau adalah sahabatku. sendiri."


"ROY!" Teriak Sean dengan suara yang menggelegar.


Roy langsung datang menghampiri Sean ketika namanya dipanggil.


"Kau hubungi Albert untuk segera kesini dalam waktu 10 menit. Jika dia tidak datang, akan aku bunuh kalian semua!" Ujar Sean membuat Roy menelan ludahnya kasar.


"Baik tuan." Jawab Roy dengan menundukkan kepalanya dan segera berjalan keluar untuk menghubungi Albert, dokter pribadi Sean.


Lalu, digendongnya tubuh itu dan segera dibawanya kedalam kamarnya.


Sedangkan Nick hanya diam, mengikuti Sean dari belakang. Tidak ikut masuk kedalam kamar. Nick masih menghargai privasi orang lain.


Sean segera meletakkan tubuh lemah itu ke atas kasur miliknya dengan pelan-pelan. Seakan-akan tubuh istrinya itu seperti berlian yang mudah retak.


Tadi setelah melempar tubuh mungil istrinya ke kaca, kesadaran Sean langsung tertarik begitu saja ketika mendengar suara rintihan istrinya yang memanggil namanya.


Perasaan bersalah muncul dihatinya. Kau bodoh Sean!


Sean tadi seperti melihat wajah Raya padahal itu adalah istrinya sendiri. Sean benar-benar merutuki kebodohannya, kenapa setiap kali emosi karena masa lalunya, Sean malah melihat bayang-bayang Raya?!


Tidak lama kemudian, dokter Albert datang bersama lima perawat dengan tergesa-gesa sambil membawa peralatan medis.


"Kenapa kau lama sekali!" Ucap Sean sarkas dan dingin.


Albert hanya diam tak menanggapinya. Langsung mempersiapkan perlatannya.


Sean menyingkir dari tempatnya. Digantikan oleh Albert.


"Bisa kau keluar dulu Tuan Crish?" Ujar Albert.


"Baiklah. Tapi jika terjadi sesuatu dengan istriku. Maka nyawamu dan bawahanmu yang menjadi taruhannya. Aku tidak main-main dengan perkataanku."


"Akan aku usahkan semampu kami." Jawab Albert. Sedangkan lima perawat yang lain menelan ludahnya kasar ketika mendengar perkataan seperti itu tadi. Mereka merasa ketakutan ketika Sean mengatakan ancaman seperti tadi. Tampak serius dan tidak main-main.


Lalu, Sean dan Roy segera keluar dari dalam kamar. Membiarkan Albert dan lima perawat lainnya melakukan tugasnya.


Dengan langkah tegasnya Sean berjalan melewati Nick yang berdiri didepan pintu kamar. Sedangkan Nick hanya tersenyum tipis. Nick memilih menunggu Dara sambil bersandar kedinding. Memejamkan kedua matanya, berusaha menikmati setiap tarikan nafasnya.


Sean berjalan menuju kamar mandi di salah satu kamar yang tak terpakai. Dengan seluruh tenaganya Sean memukul kaca kamar mandi hinga retak. Sebagai bukti pelampiasan kekesalannya.


Darah mulai keluar dari kepalan tangannya itu. Namun, rasa sakit tidak Sean rasakan.


"KAU BODOH SEAN! KAU TELAH MELUKAI ISTRIMU SENDIRI!"


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤