My Possesive Husband

My Possesive Husband
101. AKU INGIN....


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Kemarin malam, Las Vegas, 23.00 pm


Markas 3.7 merupakan salah satu markas milik Crowned Eagle yang sudah tak terpakai. Markas yang dulunya dijadikan sebagai gudang persenjataan mereka. Namun, kini keadaanya tidak seperti dulu lagi.


Markas itu terlihat sangat menyeramkan dan berantakan. Berbagai macam tembakan dari segala penjuru telah terjadi.


Dor


Dor


Dor


"Sialan!" Umpat Nick ketika mendapatkan tembakan bertubi-tubi dari musuhnya. Membuat Nick harus bersembunyi dibalik dinding agar tidak terkena tembakan itu. Tadi, setelah menyelesaikan masalah gudang persenjataan, Nick meluangkan waktu untuk mampir ke markas 3.7 . Namun, dewi fortuna sedang tidak berpihak padanya, Nick bagaikan masuk kedalam kandang singa sekarang.


"Kalau seperti ini aku tidak bisa keluar." Desisnya pelan. Seharusnya Nick memaksa Darren untuk ikut dengannya. Dengan kemampuan Darren, Nick yakin pasti musuhnya telah mati tertembak dengan tradis. Apalagi Darren adalah snipper sejati sejak lahir. Mungkin sekarang Nick tidak akan repot-repot untuk bersembunyi seperti ini.


Lalu, Nick berusaha memutar otaknya agar bisa mengalahkan 4 penembak itu.


DOR


Tap


Tap


Tap


Nick dapat mendengar langkah seseorang.


Pria tersebut yang merupakan pimpinan dari mereka memberikan sebuah isyarat pada anak buahnya dengan menggunakan telunjuk jarinya. Lalu, dengan sigap mereka yang mengerti akan sebuah isyarat tersebut langsung mematuhinya.


Hening.


Tembakan bertubi-tubi yang tadi dilayangkan, kini telah hilang dan senyap. Akan tetapi hal itu tidak membuat kewaspadaan Nick menurun. Nick yakin, jika kedatangan orang tersebutlah yang membuat suasana menjadi hening seperti ini. Nick meyakini jika pria tersebut merupakan pimpinan dari mereka.


"Keluarlah dari persembunyian mu Nick. Aku tau kau berada disana." Ucap pria tersebut.


Tebakannya benar bukan? Nick sudah menduganya jika pria tersebut adalah pimpinan dari mereka.


Nick yang mendengar itu langsung keluar dari persembunyiannya dengan tetap menaruh kewaspadaanya tetap pada nomor 1. Nick tidak mau mati konyol ditangan musuhnya sendiri. Apalagi Nick adalah anggota inti dari Mafia Crowned Eagle. Jadi tidak lucu bukan, jika Nick mati terbunuh ditangan musuhnya?Dan Nick juga masih memiliki perasaan yang belum tersampaikan. Jadi, Nick ingin menyampaikannya terlebih dahulu agar Nick bisa meninggal dengan tenang. Laangkahnya terhenti tidak jauh dari musuhnya. Lalu, tubuhnya berbalik dan menghadap sosok pria yang tadi berbucara itu. Nick ingin tau siapakah dalang dibalik semua ini. Agar Nick bisa menghabisinya dengan tangannya sendiri.


Deg


Tubuh Nick mematung melihat sosok tersebut. "Shitt!" Umpatnya dalam hati. Rasanya Nick ingin menghajar habis pria tersebut. Lalu, keterkejutan itu tidak bertahan lama dan tergantikan dengan ekspresi yang biasa saja.


"Aku punya penawaran khusus dengan mu Nick Albert." Ucap pria tersebut.


Sebuah seringai tipis tersungging dibibirnya. Nick sudah menduganya.


Dengan suara entengnya, Nick menjawabnya. "Apa itu?"


"Bantu aku untuk membawa Dara pergi dari mansion Sean dan kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau."


Nick tersenyum tipis mendengarnya. "Apa kau tak bercanda Derrick?"


"Aku tidak ada waktu untuk bercanda Nick." Ucapnya dengan dingin.


Nick yang termasuk ketipe orang tenang dan ramah langsung tertawa mendengarnya. Membuat Derrick dan yang lain langsung mengerutkan keningnya, heran.


Bisa-bisanya Nick tertawa dalam keadaan yang seperti.


"Apa tujuannmu untuk membawa Dara keluar dari mansion Sean?" Ujar Nick dengan tersenyum tipis. Sepertinya ini akan sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan.


"Itu permintaan kekasihku. Jika bukan kekasihku yang memintanya, aku tidak akan mau menurutinya." Jawabnya dengan tenang.


"Deal." Kata Nick dengan tiba-tiba. "Tapi ada satu hal yang perlu ku tekankan disini, kalau aku akan membawa Dara keluar dari mansion Sean. Bukan dari kehidupan Sean. Tapi dengan satu syarat, kau jangan menyentuh Dara sedikitpun. Jika kau lakukan itu, maka kau akan berurusan denganku." ancamnya.


"Baiklah. Kau bisa memegang omonganku, Nick. Lagipula, aku juga tidak berminat sama sekali dengan Dara, Nick. Jadi, kau bisa memastikan jika aku tidak akan menyentuh atau bahkan mendekat dengan Dara sedikitpun."


"Baiklah."


***


"Baiklah. Satu persatu aku akan menyelesaikannya. Untuk sekarang aku harus fokus dengan kesehatan istriku." Ucapnya pada dirinya sendiri.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka. Disana istrinya tengah berdiri dengan membawa boneka beruang kesukaanya.


"Sayang.." Panggil Dara dengan nada yang merajuk lucu.


Sean yang mendengar dirinya dipanggil langsung bangkit dari duduknya. "Kamu kenapa sayang?" Tanya Sean dengan berjalan menghampiri istrinya yang tengah berdiri di depan pintu.


Jemari Dara saling bertautan lucu. Hal itu sukses membuat Sean ingin sekali mencium dan menghabisi istrinya.


Dipeluknya dengan sayang tubuh mungil istrinya yang terlihat sedang malu-malu kucing. "Kamu ingin sesuatu sayang?" Tanya Sean yang mengerti dengan gelagat istrinya itu.


Dara mengangguk mengiyakan perkataan suaminya itu. Lalu, Dara membalas pelukan suaminya yang tak kalah erat. Dihirupnya aroma khas yang suaminya punya. Dara benar-benar dibuat kecanduan dengan aroma baju, tubuh suaminya.


Dengan sigap Sean lantas langsung menggendong tubuh mungil istrinya dan segera ia bawa dan ia dudukan di atas meja.


"Istriku ingin apa? hm?" Kata Sean dengan lembut.


Warna merah merona langsung menghiasi di kedua pipi cabi istrinya.


"Jawab sayang. Aku akan menurutinya." Ucap Sean lagi.


Deg


Deg


Deg


Jantung Dara semakin berdetak tidak beraturan.


"Aku ingin.." Ujar Dara dengan mengalihkan pandangannya dari tatapan suaminya. Dara berusaha menghindari tatapan maut yang dimiliki suaminya itu.


"Ingin apa sayang?" Tanya Sean lagi dengan gemas. Ditatapnya dengan instens wajah cantik istrinya dari dekat. Bahkan deru nafasnya berhembus dengan lembut di wajah istrinya.


"Aku ingin itu Sean." Ujar Dara dengan memainkan kedua jemarinya.


Kening Sean mengerut, heran. "Ingin itu?" Kata Sean membeo.


Dara mengangguk.


Oh Tuhan, kenapa istrinya gemesin?


Sean mengerti yang dimaksud itu dari istrinya.


"Apapun untuk istri tercintaku." Ujar Sean yang langsung membuat Dara mendongak dan menatap wajah suaminya.


"Sean mau?" Tanya Dara dengan semangat empat lima.


"Tentu saja sayang." Jawab Sean dengan mengusap pelan wajah cantik istrinya yang terlihat bahagia.


🍩🍩🍩



ANGGOTA INTI GENG MAFIA CROWNED EAGLE πŸ”₯Motto: "Ingin mengalahkan kami kalian harus hebat, Ingin menangkap kami kalian harus cepat, Ingin mengalahkan kami? Kalian pasti bercanda!"


Ketua : Sean Crishtian


Anggota Inti : Nick Albert, Damian Almo, Darren Kendrick


Judul Karya :


My Possesive Husband (Mafia Storie Series 1 -SeanCrishtian) - ON GOING


Boys In The Dark (Mafia Storie Series 4 -DarrenKendrick) - ON GOING


Beatyful In Pain (Mafia Stories Series 3 - DamianAlmo) - MASIH DISIMPAN/BELUM DI UPLOAD


-


Genre: Dark Romance, Action, Romance, Mafia Storie


KALAU CERITA My Possesive Husband SUDAH ENDING, KALIAN MAU BACA NOVEL TENTANG DAMIAN ATAU DARREN? 😍


500 Komentar yuk πŸ”₯ Sudah lama ngga ngobrol sama kaliannπŸ˜πŸ’™