
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Sudah siap sayang?" Tanya Sean dengan merapikan penampilannya agar terlihat sempurna.
Dara mengangguk. "Iya hubby. Aku sudah siap." Jawab Dara dengan tersenyum manis. Sedangkan dikedua tangannya terlihat sibuk dengan barang bawaanya berupa handphone dan beberapa barang lainnya.
Sean yang melihat itu langsung menghampiri istrinya dan membantu istrinya untuk membawa barang bawaanya.
"Thank you hubby." Jawab Dara dengan tersenyum dan berjalan dibelakang mengikuti Sean.
"Your welcome sayang." Kata Sean dengan membawa beberapa barang istrinya tadi dan ditaruhnya di dalam mobil.
Setelah itu Dara segera masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Sean.
"Kita mau kemana Sean?" Tanya Dara dengan memasang sabuk pengamannya.
"Jalan-jalan sayang. Ketempat dimana hanya akan ada kita berdua." Ujar Sean dengan tersenyum tipis.
Kening Dara berkerut, heran. "Dimana itu Sean?" Tanya Dara dengan penasaran.
"Itu rahasia. Jadi, kamu bisa tidur selama diperjalanan nanti." Kata Sean dengan mulai menyalakan mesin mobilnya.
Lalu, tidak lama kemudian, mobil sport mewah itu mulai berjalan meninggalkan mansion.
Selama diperjalanan itu Dara tidak berhenti untuk bertanya ke Sean mengenai gedung-gedung pencakar langit yang mereka lewati.
Bahkan tak jarang Dara, dengan antusias bertanya ini itu ke suaminya. Melupakan sejenak permasalahan yang menimpanya kemarin.
"Sean.." Lirih Dara dengan kedua jemari yang saling bertautan.
"Iya sayang?" Jawab Sean dengan melirik istrinya melalui ekor matanya.
Deg
Deg
Jantung Dara berdetak begitu cepat sekarang. Ingin mengatakannya tapi malu.
"Ada apa sayang?" Tanya Sean lagi ketika melihat kegelisahan istrinya. "Katakan saja sayang. Agar aku tau dan mungkin aku bisa melakukannya atau mungkin, jika kamu perlu bantuan aku bisa membantu kamu." Ucap Sean dengan tenang dengan sesekali menoleh istrinya. "Bukankah dalam sebuah hubungan harus ada keterbukaan?"
Deg
Memang benar apa yang dikatakan suaminya itu. Di dalam sebuah hubungan memanglah harus ada saling keterbukaan agar tetap berjalan dengan baik.
"Sean apa kamu tidak ingin memiliki anak lagi?" Kata Dara dalam sekali tarikan nafas. Bahkan sekarang dikedua pipinya telah dihiasi rona merah karena saking malunya.
Sean langsung tertawa dibuatnya.
"Sean jangan ketawa!" Protes Dara dengan memberengut kesal. Terlihat menggemaskan dikedua bola mata Sean.
"Hahaha, maaf sayang. Kamu terlihat cantik berkali-kali lipat." Puji Sean dengan megenggam salah satu jenari istrinya dengan menggunakan salah satu tangannya.
"Ngeselin!" Kata Dara dengan nada yang kesal.
Salah satu alis Sean terangkat heran. "Aku serius sayang. Aku tidak pernah tahan jika kamu bertingkah seperti itu." Ujar Sean dengan tersenyum.
Dara mendengus pelan. "Terserah ah."
Sean menggeleng pelan. "Kenapa terserah sayang? Aku jujur mengatakannya."
"Hm."
Oke. Fix! Dara ngambek! Bahkan suaminya tidak menjawab pertanyaanya.
"Sayang.." Panggil Sean.
"Hm."
"Maaf sayang. Maaf karena sudah membuatmu kesal." Sesal Sean dengan tetal fokus menyetir.
"Iya. Jadi apa jawabannya?" Ucap Dara final. Jika menunggu suaminya menjawabnya sendiri tapa Dara tanya lagi, mungkin suaminya tidak akan menjawabnya dan membuat Dara mati penasaran sendiri.
"Iya sayang. Aku mau. Bahkan sekarang aku berancana untuk honeymoon dengan mu sayang. Kita perlu waktu untuk berdua." Ujar Sean dengan membenarkan kacamata hitamnya.
"Benarkah?" Jerit Dara dengan senang.
Sungguh, Dara ingin memiliki anak. Jika yang awalnya Dara gagal menjaganya. Maka untuk yang kedua Dara tidk akan gagal dalam menjaga bayi mereka.
Sean mengangguk.
Kebahagiaan istrinya maka akan menjadi kebahagiaanya juga.
"Kamu bisa tidur saja aayang. Dua jam lagi kita baru sampai ketempatnya." Kata Sean dengan tetap fokus menyetir.
Dara mengangguk, mengerti. "Tapi aku belum mengantuk Sean." Ujar Dara dengan mulai mengambil beberapa cemilan yang ia bawa tadi.
"Ingin mengobrol atau mendengarkan musik?" Tanya Sean.
Dara berfikir sejenak. Sebelum menemukan sebuah pilihan yang pas untuk Dara lakukan dalam mengisi luangnya bersama Sean.
"Bagaimana kalau kita tanya bermain tanya jawab saja? Tapi harus dijawab dengan jujur. Tidak boleh berbohong."
"Oke sayang."
"Aju dulu yang bertanya dengan kamu Sean."
"Mau tanya apa sayang?"
"Emh, apa yang kamu suka dariku saat pertamakali kita bertemu?" Tanya Dara dengan menatap wajah suaminya yang tengah fokus menyetir.
"Yang aku suka dari kamu saat pertamakali kita bertemu?" Beo Sean yang bertanya pada dirinya sendiri.
Dara mengangguk. "Iya Sean. Apa yang kamu suka dariku?" Tanya Dara dengan antusias.
"Yang aku suka dari kamu saat pertama kali kita bertemu adalah kedua bola mata kamu." Jawab Sean dengan jujur. Karena memabg faktanya seperti itu.
"Benarkah?" Ujar Dara antusias. "Tapi kenapa dengan kedua bola mataku? Memangnya ada apa?" Kata Dara yang merasa heran sendiri.
Sean mengangguk. "Iya sayang. Karena saat pertamakali aku melihatmu aku langsung dibuat terpana dan terpesona dengan kedua bola mata mu yang indah itu. Kamu benar-benar terlihat sangat cantik dengan medua bola mata bulat itu. Bahkan sampai sekarang. Kamu semakin cantik berkali-kali lipat."
Deg
Bolehkan Dara baper sekarang?
"Jangan bohong Sean!"
"Kenapa aku harus berbohong dengan mu sayang? Aku jujur mengatakannya."
Blush
Ternyata pacaran setelah menikah nenar-benar terasa lebih indah seperti yang Dara dan Sean rasakan sekarang.
"Sekarang giliran aku bertanya sama kamu sayang. Apa yang membuat kamu memaafkan aku dan mau menerimaku kembali? Selepas apa yang pernah aku lakukan padamu dulu." Kata Sean. Jujur, Sean juga benar-benar penasaran dengan jawaban itu.
"Hm, apa ya?"
"Apa sayang?"
Dara menghela nafasnya pelan. "Karena aku berfikir, setiap orang pasti memiliki kesalahan. Memiliki kekurangannya masing-masing. Jadi aku mau menerimamu lagi. Meskipun kesalahan itu ada yang bisa di maafkan dan ada yang tidak bisa dimaafkan. Tapi, itu semua tergantung dari diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Manusia juga tidak ada sempurna. Maka dengan berpasangan kita bisa saling melengkapi kekurangan satu sama lain."
Hati Sean tersentuh mendengarnya.
Sungguh, Sean dibuat beruntung dan bersyukur sekarang. Istrinya benar-benar perempuan hebat dan berbeda dengan perempuan yang pernah ia jumpai.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤