
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Malam hari ini telah dilewati dengan begitu panas. Sean tak berhenti untuk memanggil nama istrinya disetiap pelepasan yang ia lakukan.
Malam ini Sean benar-benar bahagia. Istrinya yang kecil, mungil kini terlihat sangat cantik sepuluh kali lipat. Terlihat sekal dan sangat berisi.
Atur nafsumu Sean. Jangan sampai kebablasan.
Dipeluknya tubuh suaminya yang tampak gagah di atasnya. Roti sobek yang ia lihat sungguh sangat menggoda. "Sean sudah." Lirihnya pelan ketika rasa lelah mulai terasa.
Sean langsung menghentikan gerakan yang ia lakukan. "Oke sayang." Jawab Sean. Untungnya sedari tadi Sean telah memfokuskan pendengarannya.
Dara tersenyum ketika penyatuan yang ia lakukan bersama suaminya telah terlepas dengan begitu pelan. "Maaci suamiku tercinta." Ucap Dara yang terdengar lucu dan menggemaskan dipendengarannya.
"Macama istriku tercinta." Kata Sean lalu menidurkan dirinya disamping istrinya.
Dipeluknya tubuh mungil itu dengan erat. "Mau tidur?" Tanya Sean seraya mengecup kening istrinya dengan sayang.
Dara berfikir sejenak. Mencoba menimang pertanyaan suaminya itu. Lalu, tiba-tiba terbesit sebuah keinginan di hatinya.
"Sean aku ingin itu." Kata Dara dengan pipi yang merona malu.
"Oke Sayang." Lalu Sean bangkir dari tidurnya dan dengan secepat kilat Sean mengukung tubuh mungil itu.
Dengan Reflek Dara memegang erat lengan suaminya. Begitu terkejut dengan gerakan cepat dan gesit suaminya. "Sean, kamu mau apa?" Tanya Dara dengan kening yang sedikit mengerut. Tidak mengerti dengan tindakan suaminya itu.
"Tentu saja menuruti keinginan istriku yang cantik ini." Ucap Sean dengan mengecupi leher jenjang istrinya.
Dengan kesal dicubitnya perut roti sobek itu. "Ih Sean!!! Bukan mau itu yang aku maksud. Aku mau itu yang lain." Ucap Dara dengan memberengut kesal.
Sean mengerutkan keningan. Jadi, sekarang dirinya yang salah lagi?
"Bersihkan pikiran negatifmu itu Sean. Jangan kotor terus pikirannya. Tidak baik tau." Ucap Dara dengan menatap galak wajah suaminya.
Oke. Sean berusaha mencernanya. "Jadi, kamu mau itu yang apa sayang?" Tanya Sean dengan menegakkan tubuhnya.
"Aku ingin mengusap kepala botak orang china yang laki-laki Sean." Lirihnya pelan dengan semburat merah merona yang menghiasi wajah cantiknya. Dara benar-benar malu mengatakannya. Entahlah, kenapa dirinya tiba-tiba menginginkan itu.
Sean langsung tersedak setelah mendengar oerkataan istrinya itu. Apa sekarang istrinya sedamg mengidam? Tapi, kenapa mengidam sesuatu hal yang aneh-aneh begini? Kalau mengindam yang enak-enak seperti tadi Sean kan bisa langsung melakukannya. Tanpa penolakan dantanpa bantahan. Sean dengan senang hati akan melakukannya. "Apa tidak ada yang lain sayang?" Ucap Sean.
Dara yang mendengar perkataan penolakan secara terselubung itu langsung merasa sedih. Ditatapnya wajah tampan suaminya utu dengan sendu. "Apa kamu tidak mau menurutinya? Begitu? Kamu merasa permintaanku aneh? Iya? Seperti itu?" Rentetan pertanyaan dengan wajah yang berubah sendu itu keluar dari bibirnya yang mungil.
Tentu saja, Sean langsung gelagabakan mendemgarnya. "Bukan begitu sayang. Tapi sekarang sudah jam 1 malam. Jadi tidak mungkin aku mencari laki-laki botak orang china." Kata Sean yang berusaha memberikan pengertian pada istrinya yang cantik ini.
"Oh jadi begitu Sean. Kamu tidak mau menuruti keinginan anak kamu sendiri, begitu? Kamu ingin anak kita nanti ileran gara-gara keinginannya tidak terturuti." Ucap Dara dengan menatap galak wajah suaminya.
"Tidak sayang. Aku tidak mau anak kita ileran." Jawab Sean menanggapi perkataan istrinya itu. Sean juga tidak mau kalau anaknya nanti ileran. Harga dirinya nanti ditaruh dimana kalau anaknya ileran? Apalagi dirinya adalah seorang bos Mafia yang paling ditakuti. Jelas saja Sean tidak mengingkan itu.
"Kalau kamu tidak mau itu terjadi, jadi turuti Sean." Rajuk istrinya dengan menggoyang-goyang tangannya.
"Hufft.." Sean menghela nafasnya. Mencoba untuk menenangkan perasaanya. "Besok pagi ya sayang?" Kata Sean denganbbangkit dari tempat tidur.
Dara pun juga langsung bangun dan duduk bersender di sisi tempat tidur. "Anak kita inginnya sekarang Sean. Bukan besok." Ucap Dara dengan menatap wajah suaminya yang tampak pasrah.
"Iya-iya sayang. Aku akan menyuruh salah saty bodyguard ku untuk memangkas habis rambutnya." Kata Sean dengan pasrah.
"Yey!" Jerit Dara dengan senang karena keinginannya akan dituruti oleh suaminga. Dara benar-benar merasa dicintai oleh suaminya.
Dara dengan anteng menunggu istrinya di atas tempat tidurnya.
Tak berselang lama kemudian, Sean telah selesai melakukan rutinitas mandinya. Dengan langkah tegapnya, Sean berjalan mengambil celana pendeknya di dalam almari.
Dkambilnya celan santainya warna hitam dan dipakainya. Tanpa atasan Sean memghampiri istrinya dan duduk disisi ranjang. Setelah itu Sean segera menghubungi Roy.
"Roy, botakkan salah satu bodyguard kita. Pangkas habis rambutnya. Jika ada yang mau melakukannya, maka aku akan memberikannya cuti kerja selama satu minggu untuk liburan bersama keluargany. Tapi, kika ada yang menolaknya atau tidam mau melakukannya, maka nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya." Ucap Sean dengan suaranya yang tegas tak tetbantah.
"Baik tuan. Akan segera saya laksanakan."
"Kerja bagus Roy. Jangan kecewakan aku."
"Baik tuan."
Dan sambungan telfon terputus.
Dara tersenyum senang memdernya. "Makasih sayang." Ucapnya dengan sebuah senyuman yang tersungging dibibirnya.
"Sama-sama istriku." Jawab Sean dengan tersenyum juga.
Setelah itu Dara dengan dibantuan suaminya memakai pakainnya. Dengan menggunakan dress tidur yang menutupi seluruh tubuhnya yang mungil, berisi itu.
20 menit kemudian..
Tok Tok Tok
"Tuan, saya Roy."
Lalu Sean segera bangkit dari tempat tidurnya.
Ceklek
Pintu terbuka.
Roy dan salah satu bodyguard yang telah di botakkan itu menunduk hormat.
"Kerja bagus Roy." Puji Sean dengan menepuk pelan pundak tangan kanannya itu.
"Terimakasih tuan." Ucap Roy.
Sean hanya tersenyum tipis mendengarnya.
Lalu, Sean berjalan masuk kedalam kamarnya yang diikuti oleh bidyguardnya. Sedangkan Roy hanya diam menunggunya diluar kamar.
Dara tersenyum melihatnya.
Saat bodyguard yang berkepala botak berada didekatnya, dengan perasaan bahagia Dara mengusapnya. Rasa geli menggeliti di telapak tangannya. Hingga membuat Dara tertawa senang.
"Hahaha.. geli banget." Ucap Dara dengan sangat senang.
Sean yang melihat tingkah lucu istrinya hanya geleng-geleng kepala dan terkadang juga ikut tertawa.
Tangan Roy mengepal kuat ketika mendengar suara tawa yang didengarnya. "Liya.." Ucapnya dalam hati.
🍩🍩🍩
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤