
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Nb: Ada yang bisa buat trailer ngga? Kalau ada Dm aku di instagramku dong 💟
Dengan langkah perlahannya Sean berjalan sambil menggendong tubuh mungil istrinya untuk menuju ranjang yang tersedia di dalam kamar Raya.
Lalu, didudukannya tubuh mungil istrinya ke atas ranjang itu dengan pelan-pelan. "Jangan ngambek my wife." Ujar Sean sembari mengusap lembut pipi cabi istrinya.
Wajah Dara memberengut kesal. "Jangan di ulangi lagi hubby. Apalagi aku tadi sedang membawa benda yang berbahan kaca. Takutnya nanti aku terkejut dan seperti itu lagi. Kacanya itu juga terlihat mahal banget hubby. Kan kalau pecah begitu jadinya sayang banget." Omel Dara panjang lebar. Membuat Sean tersenyum sambil menatap ekspresi wajah istrinya yang terlihat menggemaskan di matanya.
"Hubby kok diam si!" Pekik Dara ketika melihat Sean yang tengah menatapnya sambil jongkok dengan antengnya.
Lagi dan lagi Sean tertawa renyah mendengar suara jeritan lucu itu. "Iya my wife. Tidak akan aku ulangi lagi." Jawab Sean menanggapi perkataan istrinya tadi.
"Hufft.." Hembusan nafas kasar keluar bibir mungil Dara. "Sabar Dara." Ucapnya pada dirinya sendiri sembari mengelus pelan dadanya. Sabar Dara. Itu suamimu sendiri.
"Tunggu disini dulu ya my wife. Aku akan membersihkan serpihan kacanya dulu." Ujar Sean lalu bangkit dan mengambil sapu dan juga serkop yang telah tersedia di kamar Raya.
Dara melihat fokus gerak-gerik yang dilakukan oleh suaminya itu.
Mulai dari saat menyapunya hingga memasukkan serpihan kaca itu kedalam serkop. Setelah itu saat Sean memasukkan serpihan kaca itu kedalam plastik berwarna hitam lalu Sean mengikatnya dan memasukkannya kedalam kardus yang menjadi tempat pembuangan. Tak terasa sebuah senyuman terukir indah dibibir mungil Dara. Dara berharap, semoga akan tetap seperti ini. Sean yang pengertian. Sean yang lembut. Sean yang menyayanginya dan Sean yang menjadi sumber kebahagiaanya.
"Mau istirahat dulu my wife?" Tawar Sean pada istrinya.
Dara menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak perlu hubby. Lebih baik segera kita selesaikan semuanya dan kita segera membuka lembaran baru bersama, hanya berdua tanpa ada irang ketiga lagi." Ucap Dara seraya menatap tepat kedua iris bola mata suaminya itu.
Deg
Jantung Sean seakan berhenti ditempatnya.
"Iya my wife."
Lalu, Dara segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah meja rias itu. Dengan cepat Dara membereskan semua make-up yang tertata rapi disana.
Sean yang melihat itu juga semakin bersemangat. Jika istrinya bersemangat, kenapa dirinya harus tidak? Sean harus lebih bersemangat daripada istrinya.
Sean segera membuka pintu almari itu. Lalu, diambilnya semua pakaian yang tertata rapi disana. Tak tanggung-tanggung, Sean langsung mengambil 5 baju dalam sekali pengambilan.
Dimulai dari foto, pakaian, meja rias, kaset, LCD, laptop, bunga serta barang-barang yang berkaitan dengan Raya, semuanya mereka kemasi bersama-sama.
Tak terasa, hampir selama 5 jam mereka berdua membereskannya. Tak terhitung, sebegitu banyaknya barang-barang yang tersimpan rapi di dalam kamar Raya yang masih Sean simpan. Ya, dulu Sean begitu teramat mencintai dan menyayangi Raya, tapi sayangnya, Raya menghiantinya karena sifat possesivenya. Bukankah, seharusnya sudah menjadi keharusan jika menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih harus menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing? Sean menerima Raya ketika Raya sudah tak gadis lagi. Malah, Sean tidak mempermasalahkan itu. Karena baginya, Sean berhubungan bukan untuk mengambil kegadisan, tapi Sean memang benar-benar menyayangi Raya. Sedangkan Raya? Raya tidak bisa menerima sifat possesivenya. Tidak bisa menerima amarahnya yang meletup-letup dan lebih memilih menghianati janjinya dan bersama pria lain. Jika, Raya memintanya berubah, maka Sean akan melakukan semampunya. Tapi, itu semua telah menjadi bubur. Sesuatu hal yang tidak bisa ia ulang lagi, karena masa depannya adalah sekarang sedang bersamanya. Dara, istri tercintanya yang menjadi perempuan pertama yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Mau menerima segala kerusakan masa lalu. Lantas, untuk apa Sean mencari yang lain lagi? Sedangkan berlian sudah ada didepan matanya.
Kamar Raya telah bersih dan rapi. Hanya tersisa perabotan saja. Mulai dari almari, meja rias serta ranjang. Nanti, Sean akan meminta bodyguardnya untuk memusnahkannya.
"Mau dibakar sekarang my wife?" Tanya Sean dengan memeluk pinggang istrinya dari belakang.
"Iya hubby. Lebih cepat lebih baik." Jawab Dara dengan memegang tangan kekar suaminya yang melingkar dipinggang rampingnya.
Sean tersenyum mendengarnya. Lalu, dikecupnya dengan sayang tengkuk leher istrinya yang telah basah karena berkeringat. "Siap ibu presiden." Kata Sean lalu dilepaskannya pelukan itu dan Sean segera berjalan untuk menuju letak ponselnya berada.
"Roy, bawa 3 bodyguard untuk menuju kamar Raya." Titah Sean dengan tegas.
"Baik tuan." Jawab Roy.
"Roy dan kalian, bawa kardus-kardus ini kehalaman belakang. Jangan sampai ada yang tertinggal."
"Baik tuan. Siap laksanakan." Jawab dengan serempak mereka berempat.
Setelah itu, Roy dan yang lain segera mengangkat kardus-kardus yang berisi barang-barang itu. Roy, merasa heran. Kenapa sekarang Sean bisa membuang barang-barang milik Raya? Sial! Ini semua diluar dugaannya. "Liya, tenang sayang. Kamu akan memiliki teman disana. Kamu tidak akan keepian. Sebentar lagi, teman mu akan menyusulmu."
Diulurkannya jemarinya ke istrinya. Dengan senang hati Dara menerima uluran jemari itu.
"Ayo my wife."
"Ku my hubby."
Sean dan Dara berjalan bersama-sama, mengikuti bodyguardnya dari belakang.
Dirangkulnya tubuh mungil istrinya agar semakin mendekat rapat padanya. Sebenatr lagi, Sean akan menciptakan sebuah keluarga tanpa adanya bayangan masa lalu.
Sesampainya dihalaman belakang, Sean segera memerintahkan bodyguardnya untuk mengambil minyak tanah dan korek api.
Dua kardus besar telah terletak di tengah-tengah halaman belakang rumahnya.
"Kamu tunggu disini my wife. Aku akan membakarnya dengan menggunakan tangan ku sendiri." Ujar Sean lalu mengecup singkat kening istrinya.
"Iya hubby." Jawab Dara.
Dengan langkah tegasnya, Sean berjalan ke tengah-tengah halaman rumahnya. Lalu, Roy mengerahkan korek api itu ke tangan Sean.
"Selanat tinggal Raya. Selamat tinggal masa laluku. Jangan kau usik lagi aku karena aku sudah tak ingin berususan dengan mu lagi."
Jess
Dinyalakannya korek api itu lalu, dibakarnya kayu yang telah diolesi minyak tanah.
Terbakarlah kayu itu dengan sengat terang. Dilemparkannya kayu itu kedalam kardus itu dan terbakar. Begitupun juga dengan kardus yang satunya. Sean membakrnya dengan habis.
Tubuh Sean berbalik dan menatap wajah istrinya yang berdiri tak jauh darinya.
"I love you Andara Claire Crishtian."
"I love you too Sean Crishtian."
***
DONE UPLOAD DI IGTV INSTAGRAM PRIBADI @Fullandari - TRAILER SEAN CRISHTIAN SANG KETUA MAFIA CROWNEAD EAGLE 🌹
- Ini Instagram aku
- Ini TRAILERNYA 💛
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤