My Possesive Husband

My Possesive Husband
130. KENYATAAN


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Setelah mengobrol dengan Sean tadi, Dara sudah merasa sedikit lebih lega. Setidaknya Dara telah melupakan kesedihan yang menimpanya kemarin.


Diusapnya dengan sayang perut yang dulunya membuncit karena ada kedua malaikat kecilnya, yang sekarang telah rata tidak terisi apapun.


Terkadang hal itu membuat Dara merasa sedih. Apa yang ia nanti-nantikan dan apa yang ia jaga kini telah kembali ke Sang Pencipta.


"Sean aku mau kedapur dulu." Pamit Dara dengan merapikan pakaian santainya.


Dara tadi telah mandi terlebih dahulu. Badannya terasa lengket dan lembab. Mungkin karena efek tidak mandi beberapa hari jadinya tubuhnya terasa lengket dan membuatnya tidak nyaman sama sekali. Namun, sekarang sudah terasa lebih segar lagi daripada sebelumnya.


Hari ini Dara memutuskan untuk memakai baju berwarna putih dengan dipadukan rok pendek yang berwarna biru. Rambut panjangnya Dara urai, hingga memberikan kesan manis dan cute untuk dirinya. Benar-benar terlihat seperti seorang gadis sekolahan padahal sudah menikah.


"Good morning Mom." Sapa Dara dengan memeluk tubuh Lexa.


"Good morning to sayang. Bagaimana kabarmu?" Jawab Lexa dengan menatap wajah Dara yang terlihat lebih fresh dari sebelumnya.


"Sudah lebih baik daripada kemarin Mom." Jawab Dara dengan tersenyum. Lalu, kedua bola matanya menelisik penjuru ruangan ketika tidak mendapati Elden. "Mom, Daddy kemana?" Tanya Dara dengan menatap wajah Mommynya.


Lexa tersenyum mendengarnya. Tidak seperti biasanya menantunya bertanya mengenai suaminya. "Daddy sedang pergi Dara. Ada urusan penting yang harus ia urus." Kata Lexa dengan menarik pelan jemari Dara agar mengikutinya untuk duduk dikursi meja makan.


"Sean kemana? Apa masih tidur?" Tanya Lexa dengan mengoleskan selai strawberry ke roti panggangnya.


"Sean masih mandi Mom. Apa perlu aku pangilkan Mom?"


Lexa menggeleng. "Tidak perlu. Mommy hanya bertanya."


Dara menganguk mengerti.


Namun, terasa ada sesuatu yang hilang disini. Tapi, apa dan siapa?


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Lexa dengan menatap wajah Dara yang terlihat tengah sibuk memikirkan sesuatu.


Dara menghela nafasnya pelan. "Aku merasa ada sesuatu yang hilang Mom. Tapi aku tidak tau apa itu." Ujar Dara dengan meminum segelas susu yang tersedia untuknya.


Kening Lexa berkerut. Mencoba untuk memahaminya. "Sesuatu yang hilang?" Ucap Lexa yang ditujukan pada dirinya sendiri.


Dara mengangguk. "Iya Mom. Tapi aku tidak tau apa itu."


Tap


Tap


Tap


Terdengar langkah tegas datang menghampiri.


Siapa lagi jika bukan Sean Crishtian?


"Good morning semua." Sapa Sean dengan tersenyum tipis.


"Good morning too anak kesayangan Mommy." Jawab Lexa dengan memeluk tubuh tegap anaknya.


Diciumnya pipi kanan dan kiri Mommynya.


Setelah itu Sean beralih ke istrinya yang tengah duduk dikursi sebelahnya.


"Good morning sayang." Sapa Sean dengan tersenyum manis. Senyuman yang tersungging dibibirnya berbeda dengan senyuman yang Sean tunjukkan ke orangtuanya. Senyuman Sean untuk Dara benar-benar senyuman kebahagiaan dan kegembiraan.


"Good morning too hubby." Jawab Dara dengan menatap wajah tampan suaminya yang juga tengah menatapnya.


Deg


Sean benar-benar dibuat jatuh cinta dengan perempuan yang berada dihadapannya sekarang.


Dikecupnya bibir mungil itu dengan lembut.


Cup


Tubuh Dara membeku karena saking terkejutnya dengan tindakan tiba-tiba yang dilakukan suaminya itu.


"Ekhem. Ingat, disini ada Mommy." Ujar Lexa dengan menggelengkan kepalanya. Sungguh tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh anaknya tadi.


Blush


Sebuah rona merah merona menghiasi kedua pipi cabi Dara. Rasanya Dara ingin menenggelamkan dirinya ke samudra Pasifik sekarang juga. Sudah dibuat salah tingkah, olahraga jantung dan sekarang Mommynya berkata seperti itu. Hal itu sukses membuat Dara malu dan salah tingkah sendiri.


Tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, Sean langsung duduk dikursi sebelah istrinya.


"Mom, kenapa Daddy tidak ikut sarapan?" Tanya Sean dengan menatap wajah Lexa yang tengah sibuk memakan roti panggangnya.


Sedangkan Dara mengoleskan roti panggang untuk Sean. Berusaha menormalkan dirinya sendiri yang merasa malu dan juga gugup.


"Daddy sedang pergi. Ada urusan penting yang harus Daddy urus sekarang juga." Ujar Lexa dengan tetap memakan rotinya.


Dara meletakkan roti panggang yang telah ia buat ke piring milik Sean.


Sean mengangguk-nganggukan kepalanya setelah mendengar penjelasan Mommynya tadi.


"Terimakasih sayang." Ucap Sean dengan segera memakan roti panggang buatan istri tercintanya.


"Sama-sama hubby." Jawab Dara dengan memakan roti panggangnya juga.


"Apa kamu hari ini ke perusahaan Sean?" Tanya Lexa saat melihat jam dinding yang telah menunjukkan pukul 7 pagi.


Kening Lexa berkerut, heran. "Jalan-jalan kemana?"


"Kemana saja Mom. Aku ingin mengajak istriku untuk refreshing berdua."


Lexa mengangguk mengerti. "Oke. Hati-hati dan jangan lupa untuk pamit dengan Mommy dulu nanti." Titah Lexa dengan suara yang tegas.


"Siap Mom." Jawab Sean dengan penuh semangat.


"Iya Mom." Jawab Dara dengan suaranya yang lirih. Masih terdengar di pendengaran Lexa ataupun Sean.


Setelah itu mereka melanjutkan sarapan mereka dengan sesekali mengobrol dan bercanda.


Terlihat sangat hangat dan juga akrab. Membuat orang yang melihatnya juga merasa ingin untuk merasakannya juga. Sungguh benar-benar keluarga impian yang diinginkan banyak orang.


Deg


Dara baru ingat sekarang mengenai sesuatu yang hilang itu.


"Hubby, kenapa Afi tidak terlihat sama sekali batang hidungnya?"


Deg


Sean langsung terdiam. Bahkan Lexapun ikut terdiam.


Sean dan Lexa tau jika Afi relah mati dibunuh ditangan Elden.


Suasana seketika hening. Membuat Dara bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi.


"Sean?" Lirih Dara dengan menggoyangkan lengan kekar suaminya.


"Afi sudah tiada sayang." Kata Sean dengan menatap manik kedua bola mata istrinya.


Deg


"Sudah tiada?"


"Iya sayang. Sudah tiada."


Dara begitu terkejut dengan jawaban suaminya itu.


"Kamu tidak bercandakan Sean?" Ucap Dara berusaha memastikan perkataan suaminya tadi.


"Iya Dara. Afi sudah tiada. Afi lah yang menaruh obat keguguran itu kedalam makanan dan minumanmu." Jelas Lexa dengan menatap wajah Dara yang terlihat semakin terkejut.


"Tidak mungkin. Afi itu baik Mom." Ujar dengan menggelang tidak percaya.


"Benar apa yang dikatakan Mommy sayang. Afi lah yang menaruh obat keguguran itu didalam makanan dan minumanmu."


Deg


Dunianya semakin hancur. Dara menggeleng tidak percaya dengan buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya.


"Hiks!" Isakan tangis mulai terdengar.


Orang yang selama ini Dara anggap baik, sudah Dara anggap sebagai ibunya sendiri ternyata adalah irang yang menjadi dalang kesedihannya.


"Hiks!"


Dengan sigap Sean langsung memeluk tubuh mungil istrinya. Dengan sayang diusapnya punggung Dara.


"Jangan sedih. Ada aku disini sayang."


Sedangkan disisi lain. Di perusahaan SC Tecnology terlihat seoarang peremluan yang tengah menjadi pusat perhatian.


"Permisi. Apa disini membutuhkan sekretaris?"


"Iya disini sedang membutuhkan skretaris. Kalau ingin menaruh lamaran pekerjaan bisa dititipkan disaya."


"Baik." Dengan tersenyum cerah perempuan itu langsung manaruh lamaran pekerjaannya di meja. "Terimakasih."


"Iya sama-sama. Kalau boleh tau atas nama siapa?"


"Atas nama Alice."


Ternyata apa yang pekerja SC Tecnology kira, ternyata salah.


***


- Kenalan dengan Geng Mafia The King Of Blood yang merupakan penguasa bisnis kegelapan Dunia yuk 🤗


The King Of Blood merupakan Geng Mafia yang berisi 6 Bos Mafia terkejam di Dunia di atas dari Geng Mafia Crowned Eagle.


Garvin Crishtian - Bos Mafia dari semua kalangan Geng Mafia (Ketua Gengster yang paling ditakuti diseluruh Dunia) yang sudah membunuh lebih dari 100.000 orang.


Marvin Gracious - Merupakan seorang bandar narkoba sekaligus pengedar dikalangan kelas atas.


Daniel Aeron - Merupakan pembunuh bayaran paling kejam yang tidak mengenal ampun.


Alfa Davidson - Merupakan Bos dari sindikat kasus penggelapan dana, pemerasan dan pembunuhan.


Jayden Smith - Merupakan Bos Penguasa Black Market yang menjual semua jenis senjata ilegal.


Lucas Endless - Merupakan seorang yang telah banyak membunuh polisi, membakar gedung pemerintahan dan telah mengebom beberapa wilayah negara


The King Of Blood memiliki 6 sumpah yang tidak akan pernah mereka langgar.


***


Main tebak-tebakan bareng Author lagi yuk.. Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya? 😂


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


instagram: @fullandari