Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
Kisah Masa Lalu


Di tempat lain....


Abas terus memandangi foto anak kembar yang di jadikan foto profil oleh adik nomor duanya. "Ini bukan foto dari google, terus anak siapa ini? Apa mungkin benar apa yang Ghava katakan bahwa ini anak dia," batin Abas. Namun otaknya berfikir kembali, rasanya tidak mungkin kalau anak kembar yang ada di foto itu anak dari adiknya.


Laki-laki berusia tiga puluh lima tahun itu malah jadi tidak fokus dengan kerjaanya, sekarang ia lebih terfokus dengan dua foto bayi kembar yang sangat cantik dan tampan itu. Entah sudah berapa kali Abas melihat foto dua bayi kembar itu. Hatinya seolah berat untuk berpaling dari bayi-bayi lucu itu. Entah rasa apa, Abas tidak tahu tetapi hatinya sesak ketika melihat sorot mata bayi itu, sorot mata yang mengiba, sorot mata yang seolah tengah menghukumnya.


Pikiranya terbang pada kejadian beberapa tahun yang lalu. Di mana dulu dia pertama kali merasakan tertarik dengan lawan jenis ketika usianya lima belas tahun, mungkin ia jatuh cinta, dengan wanita yang memiliki kelainan dalam daya pikirnya. Abas sudah berkali kali menepis perasaan itu, terlebih usia mereka masih sangat mudah, Abas mengenal gadis itu dari sejak kecil hingga dia dewasa.


Lima tahun berlalu Abas mengenyam pendidikan di luar negri dia mengira bahwa gadis kecil itu sudah tidak bekerja di rumahnya, tetapi dugaanya salah gadis yang dulu masih ingusan dan kini tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik menarik kembali perasan Abas. padahal saat itu mungkin usianya baru menginjak belasan tahun.


Hingga Abas sadar bahwa cintanya tidak bisa saling bersatu, terlebih ketika ia di jodohkan oleh mamihnya dengan Lyra. Rasa yang ada untuk gadis kecil itu Abas anggap bahwa itu hanya rasa iba saja, karena nasib gadis itu yang kurang baik. Meskipun Abas merasakan tatapan dari gadis kecil yang bernama Zara sangat berbeda.


Dari tingkah lagi anak pembantunya itu terlihat bahwa gadis itu juga menaruh perasaan pada Abas. Laki-laki yang saat itu berusia dua puluh lima tahun, tidak lagi memperdulikan persaan aneh itu di mana usia dia yang sudah dibilang dewasa sangat tidak masuk akal, apabila menaruh hati dengan gadis kecil berusia sebelas tahun itu terlalu lucu, apa kata orang-orang dikira dia pedofil sehingga Abas lebih fokus dengan calon istrinya.


Pasangan suami istri Abas dan Lyra, setelah menikah dia tinggal dengan istrinya dan sampai di kejadian dia harus kembali lagi kerumah Mamihnya karena Mamih yang meminta, dengan alasan agar Lyra bisa fokus dengan hasil bayi tabung yang mereka jalani.


Cinta lama bersemi kembali mungkin itu yang terjadi pada Abas, terlebih ketika ia melihat bahwa gadis kecil yang dulu ia kagumi berubah menjadi gadis yang cantik dan tubuhnya sangat menggoda iamn laki-laki terlebih Abas yang sudah hampir satu minggu tidak di pu'askan oleh Lyra, apalagi Abas memiliki libido tinggi ketika melihat ada gadis memiliki tubuh yang sesuai dengan selera dia, sudah pasti laki-laki itu tidak ingin menyia-nyiakan. Abas pun menggunkan jurus-jurus kecil untuk pedekate dan ternyata di sambut baik oleh gadis yang bernama cantik kan seksi bernama Zara. Tubuh mulus, rambut panjang dan aset yang pas dengan ukuran wanita dewasa. Bayangan peyatuan panas sudah mengisi otak Abas.


Terlebih kini Zara bukanlah gadis kecil dengan dada rata ia kini adalah gadis dewasa dengan paras yang cantik, dan dada yang menonjol sempurna.


Bak gayung bersambut, mungkin itu yang yang Abas rasakan ketika dia memberikan perhatian-perhatian kecil, tetapi Zara yang polos sudah senang dan wajahnya nampak bahagia.


Hingga suatu hari Abas yang melihat situasi yang yang sangat mendukung, di mana asisten rumah tangganya pada pergi, dan otak kotor Abas pun memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat ibu dari gadis itu keluar dengan keperluan membeli sesuatu yang di butuhkan oleh majikanya. Kerja sama dengan asisten yang bisa di percaya pun terjadi.


Ketika suasana sudah mendukung Abas pun memainkan peranya mengaja Zara si gadis polos itu untuk memuaskan hasrat s*k yang sudah satu minggu tidak bisa di puaskan oleh Lyra.


Lagi-lagi tanpa dugaan Abas bahwa Zara sangat penurut. Hanya bermodalkan permen yang harganya tidak seberapa Abas mendapatkan keperawanan Zara. satu kali rasanya tidak puas, hampir setiap siang Abas akan pulang kerja atau bahkan Abas memilih bekerja dari rumah agar bisa merasakan tubuh mulus Zara yang teryata gadis dengan keterbelakangan mental itu pandai untuk memuaskan Abas. Bahkan Abas sempat merasakan bosan dengan pelayanan yang di berikan oleh Lyra, karena dia terlalu menikmati permainan baru yaitu gadis lugu dan polos seperti Zara.


"Zara mau ini?" tanya Abas dengan menjulurkan sebuah permen dengan rasa susu yang biasa di lihat oleh anak-anak sangat menggoda.


"Mau..." balas Zara dengan berjingkrak bahagia, seoah dia mendapatkan hal yang sangat  berharga.


"Sini..." Abas menggerakan tanganya agar gadis cantik yang berpikiran seperti anak-anak maju mendekat kepadanya. Zara yang sebenarnya sudah mendapatkan ilmu, nasihat dari ibunya untuk berhati-hati dengan orang asing pun tidak langsung mengikuti  apa yang Abas katakan.


Zara diam cukup lama sembari melihat kesekitar takut kalau dia diapa-apakan, sesuai yang di katakan oleh ibunya, yaitu nanti dia di jahatin dengan cara di bunuh dan mayatnya di masukan ke dalam karung seperti yang ada di berita yang ibunya sempat katakan.


Abas tahu bahwa Zara memang merasakan adanya bahaya pun kembali menggunakan jurus ke dua.


"Sini, aku nggak jahat kok, aku baik. Mau tidak. Aku punya banyak permen loh." Abas menambah permen yang di berikan Abas dengan jumlah yang lebih banyak. Terlihat dari sorot mata Zara bahwa wanita itu sangat tergiur dengan banyaknya permen yang diberikan Abas.


"Ibu marah," jawab Zara masih berusaha menolak, meskipun dari sorot matanya bukanlah penolakan seperti yang dia katakan dari mulutnya.


"Ibu Marah, Gigi sakit," jawab Zara, dengan menujukan giginya yang nanti bisa sakit kalau makan permen terlalu banyak.


Abas membuang nafas kasar, ternyata susah untuk membuat gadis dengan body aduhai seperti gitar sepanyol di nikmatinya, butuh perjuangan untuk merayau. "Ok, gue tidak boleh menyerah gadis itu harus bisa gue taklukin," batin Abas, seolah dia berjanji dan menantang dirinya sendiri. Dia ingin membuktikan pada jin prnunggu tubuhnya bahwa ia bisa menaklukan Zara, si gadis dengan keterbelakangan mental itu.


"Sini, kita makanya di dalam biar ibu tidak tahu," balas Abas di mana saat ini ia sedang berada di ambang pintu kamar Ghava. Yah, laki-laki dengan otak kotor itu memilih kamar Ghava, sebagai tempat paling aman. Selain orangnya yang sedang tidak ada, kamar itu juga kedap suara sehingga apabila Zara berteriak ia tidak akan ada yang mendengarnya. Kamar dia sendiri juga kedap suara, tetapi apabila tiba-tiba Lyra pulang dan masuk akan makin runyam, masalah baru.


"Rasa permenya manis dan enak," ucap Abas sembari membuat Zara iri dengan rasa permen yang saat ini sedang di jil-atin oleh Abas.


Glek... Abas melihat tenggorokan Zara naik turun seolah ia menelan sesuatu, senyum kemenangan pun sedikit Abas rasakan terlebih ketika Zara semakin sering menelan ludahnya.


 "Mau..." ucap Zara pada akhirnya merasakan permen yang Abas tawarkan.