Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
CDD #Episode 135


Tidak menunggu lama makanan yang Kemal pesan pun datang, berserta minuman yang laki-laki itu pesan. Agar tubuhnya bisa sedikit melupakan masalah hari ini. Ia membutuhkan ketenangan.


"Win, kamu makan dulu, ini makanan sudah datang," ujar Kemal, dengan telaten Kemal menyiapkan semuanya. Dia sudah biasa tinggal di luar negri sendiri, sehingga ia bisa melakukan semuanya dengan cekatan. Wina mengangkat wajahnya wanita itu juga merasakan lapar, terlebih ia dan Kemal juga  sama tidak makan sejak tadi siang.


Wangi dari makanan berhasil membuat hidung Wina tergelitik dengan sempurna, serta cacing-cacing berdemo  memberi sinyal untuk segera menikmatinya. Wina yang sebenarnya masih marah dan kesal terhadap Kemal pun menanggalkan semuanya, ini demi cacingnya yang berdemo terus.


Kemal memang sengaja membeli banyak makanan, mungkin Dita yang sedang marah dan kesal ingin menghabiskan malam mereka dengan memanjakan perutnya, bukanya memang seperti itu wanita apabila sedang marah kesal dan lain sebagainya maka ia akan melampiaskannya dengan makan dengan puas.


"Apa kamu akan meminta aku untuk gendut?" dengus Wina yang melihat begitu banyaknya makanan di meja makan. Namun, tangannya tetap mengambil makanan yang ia inginkan.


"Tenanglah kamu tidak akan langsung gendut kalau hanya makan enak dan banyak hanya dalam hitungan satu hari." Kemal hanya makan beberapa suap saja sisinya ia menenggak minuman yang laki-laki itu yakini bisa membuat dirinya lupa akan kejadian sore tadi.


Wina pun yang memang moodnya sedang tidak baik mengikuti apa yang Kemal katakan, di memakan sampai banyak dan juga ikut menikmati minuman yang bisa membuatnya sedikit tengang. Yang awalnya hanya ingin minum untuk menenangkan diri hingga tanpa sadar dua orang itu menikmati malam ini dengan berpesta minuman haram itu hingga mereka tidak sadarkan diri, merancau serta halusinasi liarnya  membayangkan hal yang sepatutnya tidak pantas mereka membayangkannya.


"Zifa..." lirih Kemal yang menatap Wina, wanita dihadapannya yang sudah pulas tertidur, di bawah kendali minuman beralkohol itu. Wina hanya diam saja ia sedang tertidur dalam damainya. Bahkan saking damainya wanita itu tidak menyadari ketika tangan Kemal mulai menyusuri pipi Wina.


Kemal menggosok kedua matanya yang mulai tidak bisa ia ajak kompromi, "Aku apa bermimpi?" tanya Kemal dengan lirih. Matanya menangkap ada Zifa di hadapannya, dia kembali menggosok matanya hingga terasa sakit di kelopak matanya.


Kemal yang masih setengah sadar mencoba mengajak daya ingatnya yang hanya tinggal beberapa kali lagi untuk terbang ke kejadian yang tadi di mana ia  mencoba mengingat semuanya. Namun, sejenak kemudian ia bangun dan menyunggingkan senyumnya.


Dalam pikiran Kemal ia baru saja memenangkan pertarungan dirinya dengan Ghava. di mana Ghava dan dirinya memperebutkan Zifa dan pada akhirnya Zifa jatuh ke tangan Kemal, dan saat ini Zifa sedang tidur dalam damai. Tubuh Kemal berjalan dengan setengah sempoyongan mengelilingi tempat tidur untuk tidur bersama Zifa, yang ternyata adalah Wina yang sedang tidur.


"Zifa, aku cinta kamu," lirih Kemal yang mulai memainkan tangannya menyusuri setiap inci kulit Wina, dan tanpa sadar Wina menikmati apa yang Kemal lakukan hingga tanpa sadar keduanya hanya dalam hitungan menit sudah terbawa terhanyut dalam kenik-matan dalam malam yang penuh dosa, dengan pikiran masing-masing yang terjebak dalam halusinasinya.


"Ghava..." desis Wina wanita itu merasakan sentuhan yang membangkitkan syahwatnya. Begitupun dengan Kemal yang berkali-kali memanggil nama Zifa, bahkan Kemal sudah tidak sadar bahwa saat ini tubuh mereka sudah saling telanjang.


Minuman itu sudah membuat keduanya lupa diri lupa akan siapa mereka sesungguhnya dan juga lupa akan mereka yang sedang patah hati. Malam ini mereka tidur dengan damai di balik selimut tebalnya tubuhnya mereka masih saling memburu dengan tubuh polosnya.


Malam yang seharusnya hanya dilalui setelah mereka menyandang status suami istri, tapi justru mereka melakukannya tanpa ikutan yang kuat.


"Oh Tuhan, apa yang terjadi denganku," lirih Wina, wanita itu kembali membuka selimutnya yang ternyata tubuhnya masih dalam keadaan polostidak berbusana.


Pandangan Wina langsung di alihkan ke samping yang mana ia langsung terkejut luar biasa ketika ia melihat ada Kemal yang ada di samping Wina.


"Kemal?" lirih Wina, sembari tangannya akan diulurkan untuk membangunkan Kemal, tetapi buru-buru diturunkannya niatnya untuk menyentuh punggung kemal yang terbuka.


"Jadi semalam yang tidur denganku adalah Kemal?... Bukan Ghava?"  lirih Wina tangannya terulur  untuk memijit kepalanya yang berdenyut dengan kencang bahkan kini wanita itu sedang memijat kepalanya yang semakin terasa maju-mundur dan berputar.


Tanpa sadar Wina terisak dengan semua yang terjadi, terutama setelah wanita itu tahu kalau ternyata yang tidur malam tadi adalah Kemal. Wina bukan tidak sadar malam tadi melakukan perbuatan dosa, hanya saja yang Wina tahu adalah ia sedang bercinta dengan Ghava.


Kemal yang mendengar suara ringisan dari Wina pun langsung membuka matanya dengan sempurna. Matanya yang masih berat dan terasa terasa sangat  perih Kemal paksa untuk bangun dan mengenali apa yang membuatnya terbangun.


"Wina..." lirih Kemal, tidak mengetahui kenapa bisa Wina ada di hadapannya. Wina menatap Kemal dengan sengit.


"Kamu sudah pemper-kosaku," tuduh Wina. Eh... ini bukan tuduhan tetapi ini adalah kenyataan di mana Kemal lah yang sudah menidurinya malam tadi.


Kemal menyipitkan matanya mencoba mengingat apa yang ia lakukan dan mencerna apa yang Wina katakan, kepalanya sama dengan Wina pertama bangun tidur seperti orang amnesia yang lupa segalanya dan juga ia tetap mencoba mencari tahu apa yang terjadi meskipun kesadarannya belum pulih betul.


"Maksud kamu apa Wina aku saja baru bangun tidur gimana aku bisa memper-kosa kamu," bela Kemal dan hal itu sontak saja membaut Wina semakin geram, wanita itu mengira kalau Kemal memang sengaja ingin kabur setelah membuatnya tidak berkutik dengan  perbuatan kotor malam tadi.


"Jangan pura-pura bodoh loe Kemal. Loe sudah memperkosa gue, lihat tubuh loe polos dan loe masih juga mengelak, dasar baji-ngan," bentak Wina, dengan tatapan yang membunuh. Kemal pun buru-buru menatap tubuhnya yang ternyata memang benar dirinya saat ini dalam keadaan telanjang.


"Jadi yang semalam tidur dengan aku.... kamu?" tanya Kemal dengan menggelengkan kepalanya tidak percaya kenapa bisa Wina yang tidur dengan dirinya. Bahkan semalam Kemal melihat Zifa yang tengah bercinta dengannya. Meliukan tubuh dengan gerakan yang membuat, bahkan hingga  Kemal merasakan kenik-matan yang sangat luar biasa, dan ternyata semua itu adalah Wina yang melakukanya.


"Pantas, seharusnya aku bisa curiga kalau memang Zifa tidak akan pernah mau dia aku ajak melakukan hubungan badan," lirih Kemal, sontak saja Wina yang mendengarnya pun kesal dengan apa yang Kemal katakan.


"Jadi kamu mau bilang kalau aku adalah wanita gampangan?" bentak Wina, tidak menyangka kalau Kemal secara tidak langsung berkata seperti itu sedangkan Wina mau melakukan itu karena ia berpikir kalau Kemal adalah Ghava.