Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
Foto Profil Yang Membuat Gempar


Ghava pun melangkahkan kakinya untuk menyusiri kembali anak tangga satu persatu menuju lantai bawah sebuah ruko yang tidak terlalu besar. Bahkan tempat tidur di ruku itu hanya ada dua, dan satu tempat nonton TV, dan itu pun tidak terlalu besar. Namun, Ghava merasakan di tempat ini enak, nyaman, dan betah. Biarpun berisik dengan alat-alat kue yang saling beradu dan bersahut-sahutan tetapi itu adalah keseruanya.


Suara tawa terdengar dari bagian dalam lantai satu, di mana di sana juga di jadikan tempat untuk paking dan satu ruangan lagi di jadikan dapur.


"Wah rupannya dokter Alwi sudah datang," batin Ghava yang meskipun baru pertama kali ia kenal dan terlibat obrolan dengan dokter Alwi, tetapi laki-laki itu sudah hafal suaranya sang dokter.


"Di sini ada yang jual mesin waktu enggak yah?" tanya Ghava begitu masuk ke ruangan yang mana orang-orang sedang pada kumpul. Yah, sudah jelas itu adalah pertanyaan basa-basi, di mana coba yang jual mesin waktu.


Seperti di suruh, semua yang sedang menikmati makan siang pun langsung menoleh ke arah Ghava yang berdiri di ambang pintu. "Mesin waktu apaan? Yang kayak di doraemon?" tanya Zifa bingung dengan pertanyaan Ghava. Dan tentu di sambut tawa renyah dari Ghava karena ia sudah berhasil membuat Sifa penasaran.


"Eh Ghava, gabung sini Va, makan siang dulu biar bisa berpikir secara jernih, dan soal mesin waktu bisa di cari di film para pencari Tuhan." Alwi yang tahu Ghava cuma iseng, ia pun langsung menggeser duduknya untuk Ghava biar bisa saling makan bersama.


"Kebetulan jadwal sarapan saya tadi jam sepuluh Dok, dan sampai sekarang masih kenyang.


Di mana saat ini saja baru setengah dua belas, tentu perut Ghava sudah kenyang. Mana dia tadi makan kue dengan jumlah yang banyak lagi.


"Jadi sarapanya sudah di rangkap yah, Bang?" sela Beni.


"Yoi, aku mau main sama dua ponakan aku ajah deh kasihan dia diam ajah berdua. Mba ikut makan siang ajah sana, biarin Raja dan Ratu aku yang jaga," balas Ghava dengan mengambil alih botol susu yang mana Raja sedang menyusu dengan antengnya. Sisri pun memberikan botol susu milik Raja dan di biarkan Ghava yang memegangnya. Setelah susu habis. Ghava pun mengambil ponselnya dan mengambil dua gambar bayi yang sedang saling bermainan tangan, kebetulaan dua-duanya tidak sedang tidur, tetapi tidak juga saling nangis. Setelah memfoto dua bayi itu, kini gantian Ghava foto selfi bersama dua bayi yang di sebut dengan ponakan dia. Iya sebab dia mengincar Tantenya. dan berharap ucapanya adalah doa yang di aminkan oleh Tuhan.


Zifa yang sudah selesai makan dan mencuci piring yang bekas ia gunakan pun menghampiri Ghava yang sedang asik berfoto dengan ponakanya.


"Uluh..., ponakan Tante di foto-foto, jangan mau Dek di potoin kalau tidak ada bayaranganya," ucap Zifa dengan tiduran di samping Ratu sementara Ghava di samping Raja. Sifat iseng pun muncul di otak Ghava, laki-laki yang berada di smping Raja pun mengambil foto selfi bersama Zifa dan juga Raja dan Ratu di tengah-tengah mereka. Zifa pun tidak tahu kalau Ghava mengambil fotonya yang sedang asik mencium harumnya tubuh ponakanya.


Selanjutnya foto Raja dan Ratu Ghava jadikan foto prosil di kontak whasap nya.


Laki-laki itu sudah menduga bahwa sebentar lagi ponselnya pasti akan ramai dengan notifikasi pesan maupun panggilan. Entah bagi Ghava dia seolah sangat dekat dengan dua bayi kembar ini.


"Yeh, tuh Dek kamu mau dapat hadiah, minta hadiahnya yang mahal-mahal Dek, kayak jet pribadi gitu," bisik Zifa dengan memainkan tangan Ratu.


"Kalau pengin jet pribadi harus dapat tantenya dulu dong," jawab Ghava dengan mengedipkan sebelah matanya. Namun justru lagi-lagi di balas dengan kedua mata Zifa yang melebar.


"Hehehe... bercanda Fa, kamu harus kebal telinga, karena aku itu orangnya suka bercanda. Bener sesuai dugaan yang Ghava bilang kalau ponselnya yang ada di kantong celana berbunyi tidak ada henti. Pesan saling menanyakan bayi siapa yang ada di foto profilnya.


[Ghava itu anak siapa? Sayang itu bukan anak kamu kan? Ghava kamu jangan bercanda deh, itu anak siapa? Abang kamu hebat langsung dapat bonus dua, janda mana yang sedang kamu pepet? Lucunya. Ih, gemas. Pengin yang kaya gitu.] Itu adalah contoh pesan yang banyak orang-orang tanyakan.


Namun, yang membuat Ghava heran adalah ada pesan dari Abas. Orang yang selama ini tidak pernah mengirkan pesan baik bertanya kabar ataupun hal-hal receh lainya ,yang  menunjukan bahwa mereka saling mengenal [Ghava itu anak siapa? Emot Love banyak] Itu adalah pesan yang Abas tulis, sontak hati Ghava langsung berfikir yang tidak-tidak. "Apa Abas menanyakan hal ini karena dia terlalu ingin punya bayi atau karena ada hal yang lain]


"Fa," panggil Ghava pada Zifa. "Lihat!!" Laki-laki itu pun menunjukan deretan pesan yang menanyakan foto bayi yang ia jadi kan profil di pesan watsapnya.


Zifa mengangkat kepalanya, dan menyipitkan kedua matanya untuk melihat objek yang sedang dia lihat. "Hah... Mas Ghava pajang foto Raja sama Ratu?" tanya Zifa kaget, melihat banyaknya pesan yang dia baca, dan rata-rata menanyakan siapa gerangan foto bayi yang ada di profilnya.


"Dasar ih jahil, orang ngiranya anaknya tuh," ucap Zifa ketika membaca chat dari orang bernama Mamih.


"Hahah biarin, bair pada kerja jarinya," balas Ghava dengan jahil. Lalu Jari-jari Ghava menari dengan lentik mengetik pesan balasan yang pertama ia membalas pesan Ghava. [Anak aku Bang] balas Ghava dengan emot love juga. Lalu selanjutnya pesan yang lain laki-laki itu balas dengan  menggunakan emot love semua, ada yang satu love dan ada yang menggunakan banyak love.


Segini banyak orang yang heboh, karena pasang dua foto bayi saja, bagaimana kalau dia pasang foto yang mana dia bersama dengan Zifa dan di tengah-tengah mereka Raja dan Ratu, bisa-bisa heboh semuanya, terutama Mamih dan Wina. Biarkan foto Zifa, Raja dan Ratu jadi konsumsi priadi ajah.


Di tempat lain Abas terus memandangi foto anak kembar yang di jadikan foto profil oleh adik nomor duanya. "Ini bukan foto dari google, terus anak siapa ini? Apa mungkin benar apa yang Ghava katakan bahwa ini anak dia," batin Abas.


Laki-laki itu malah jadi tidak fokus dengan kerjaanya, di mana dia terfokus dengan dua foto bayi kembar yang sangat cantik dan tampan.