Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
CDD #Episode 109


Sama halnya dengan Ghava, Kemal juga diminta pulang oleh Eira, dengan alasan acara syukuran calon anak abang'nya sangat penting dan mereka ingin merayakan pesta yang meriah dengan keluarganya yang lengkap. Sebenarnya tentu Kemal juga tidak ingin pulang ke negaranya itu, selain  hanya membuang-buang waktu. Kemal sedang kuliah sekaligus mengurus bisnis abangnya Ghava, dan di minta pulang hanya dengan alasan merayakan kehamilan Orlin.


"Kenapa sebenarnya dengan orang-orang ini baru hamil saja perayaanya sangat besar sekali," batin Kemal, sama seperti Abas, Kemal juga tidak bisa membatah, apabila mamihnya sudah memerintahkan sesuatu. Meskipun itu terlihat sangat menyebalkan dan tidak sejalan dengan Kemal.


Semua persiapan Kemal untuk pulang ke tanah air di siapkan dengan demikian sempurnanya. "Mungkin kalau aku nanti pulang akan menyempatkan waktu untuk bertemu Zifa. Rasanya sudah kangen sekali dengan dia. Terus gimana dengan Zara yah, apakah dia sehat-sehat saja, dan dengan anaknya gimana sekarang. Aku sudah jauh banget tertinggal informasi dengan mereka," batin Kemal, dia juga pastinya akan menghubungi bunda Anna untuk menanyakan kondisi Zifa dan kakaknya serta keponakanya. Kemal berjanji kalau dia akan menyempatkan waktu untuk pulang..


Tanpa sadar dia sendiri sudah melewatkan dua tahun tanpa informasi dari Zifa dan kakaknya, bahkan sekarang udah mau menginjak tahu ketiga dan itu tandanya anak-anak Zara sudah besar-besar.


"Mungkin ini memang cara Tuhan untuk mempertemukan aku dengan Zifa dan keluarganya lagi, tapi kira-kira Zifa sudah tahu belum yah, kalau aku adalah anak dari almarhum ibunya dulu," batian Kemal, dia yang terlalu sibuk dengan kuliah dan membantu bisnis abangan Ghava sehingga benar-benar tidak lagi tahu perkembangan mengenai Zifa.


******


Ditempat yang berbeda....


Drettttt... suara ponsel bergetar, menandakan ada pesan masuk. Lyra yang sedang mengerjakan laporanya pun langsung menyambar ponselnya, sebab wanita cantik yang selalu berpakaian modis dan terlihat anggun itu sedang berkomunikasi dengan Zifa, di mana Zifa mengatakan bahwa Ghava sudah mengutarakan niatanya untuk mengajaknya menikah.


Dengan gerakan yang cepat Lyra langsung membuka pesan itu, tetapi pandangan matanya langsung memerah, menunjukan kebencian yang sangat menggunung. "Keluarga gila, keluarga tidak waras, keluarga sialan. Apa coba maksudnya ngundang gue kayak gini. Udah tahu hubungan gue dan Abas ajah masih renggang, dan sekarang nenek lampir itu mengundang gue untuk datang keacara perayaan calon anak Abas. Sudi amat gue ngehadiri acara yang tidak bermutu," dengus Lyra.


Jelas wanita itu sudah tahu maksud dari nenek lampir itu mengundang dirinya, yang jelas-jelas sudah bercerai dengan Abas dan hubungan mereka pun masih kurang baik. Tanpa dijabarkan Lyra sudah tahu tunjuanya Eira mengundang dirinya untuk datang keacara syukuran atas kehamilan calon anak Abas adalah untuk membuat Lyra cemburu, dan bertujuan memanas-manasi Lyra.


[Hai, Lyra sayang. Nanti akhir pekan Mamih akan mengadakan syukuran untuk calon anak Abas. Kami ingin membagi kebahagiaan kami pada kamu, karena kami sedang bahagia sekali terlebih calon cucu kami adalah laki-laki. Jadi kamu datang yah. Ini adalah pesan tesk pertama yang di kirimkan Eira untuk Lyra. Lyra pun tidak membalasnya wanita itu sangat yakin kalau mantan mertuanya saat ini sedang menertawakanya. Terlebih Lyra memutuskan untuk tidak membalas pesan itu, biar mereka mengira kalau Lyra sedih, dan membiarkan mereka menganggap kalau rencananya berhasil.


[Kok tidak di balas Sayang, kamu pasti datang kan?] Pesan kedua datang lagi.


"Ada yah orang kayak gini, seharusnya sadar diri dong kalau ada orang yang tidak mau  membalas pesanya itu tandanya malas meladeni orang tidak waras, tetapi malah kayaknya mancing banget. Baiklah aku akan ikuti apa mau kamu dasar nenek lampir," gerundel Lyra mengumpat di depan layar pintarnya.


[Baik Mih, Lyra nanti akan datang.] Lyra sendiri setelah membalas pesan mantan mertuanya langsung berlagak seperti orang yang ingin muntah, jijik dengan pesan yang ia kirim untuk keluarga tidak waras itu.


"Gimana Mih, mantan istri Abas datang kan?" tanya Orlin tidak sabar begitu wajah bahagia terlukis di wajah mamih mertuanya.


"Jadi dong, apa kata Mamih, kalau Lyra itu tidak mungkin bisa menolak kemauan Mamih, dia pasti akan datang ke pesta kamu Sayang," balas Eira tidak kalah bahagia, dengan Orlin, padahal Orlin sendiri sebenarnya ada perasaan was-was takutnya nanti suaminya bakal kepincut lagi dengan mantan istrinya terlebih Lyra itu sangat pandai untuk soal merawat tubuh dan juga menjaga wajahnya, sehingga wanita itu wajahnya masih seperti anak usia dua puluhan.


Sedangkan Lyra di kantornya jadi tidak fokus memikirkan rencana dia nanti kalau datang kepesta sampah itu seperti apa. "Apa aku harus membawa teman laki-laki?" batin Zifa, "Tidak-tidak kalau aku datang dengan membawa teman laki-laki sama saja aku ingin menujukan kalau aku juga laku dan bisa mencari teman laki-laki lain, aku hanya ingin mendapatkan citra kalau aku adalah istri yang tersakiti," imbuh Lyra, senyum mengembang di wajahnya kalau niat buruk yang mereka sudah rencanakan ternyata berbanding terbalik pada mereka sendiri. Rasa malunya sudah bisa Lyra rasakan sendiri.


Bibirnya kembali mengembangkan senyumnya, tentu dia memiliki ide yang mungkin saja bisa ia gunakan untuk menarik perhatian publik agar orang-orang mengira dan menduga kalau Abas adalah laki-laki yang menceraikanya demi wanita yang ada di sampingnya yaitu Orlin.


"Ah, aku jadi tidak sabar dengan hari itu," guman Lyra. "Bukan salah aku dong yang memulai semuanya itu, tetapi mereka yang memulainya." Kini wanita cantik dan anggun itu kembali melanjutkan pekerjaanya, ia tidak mau ambil pusing dengan rencana-rencana murahan mantan mamih mertuanya yang sangat terlihat kenorakanya.


"Aku jadi teringat pesan Zifa yang mendoakan kalau anak Abas juga nantinya melahirkan anak yang down syndrom seperti Zara tapi dalam tingkatan yang parah, seperti apa kira-0kira mereka semua mempunyai anak dan cucu ynang seperti itu." Lagi, Lyra meng' Aminkan apa yang ada dalam pikiran Zifa.


Apabila itu terjadi maka orang yang paling bahagia mungkin Lyra, itu tandanya doanya terkabulkan. 'Bukanya Allah tidak akan pernah tidur, mungkin kalau saat ini kamu lolos dari dosa yang telah kamu perbuat mungkin nanti kedepanya kamu tidak akan pernah lolos," batin Lyra.


Tidak lupa pastinya Lyra juga mengabaarkan undangan dari ibuk mertuanya itu yang gila itu. Tidak hanya Lyra yang kaget dengan kelakuan ibu mertuanya itu, tetapi Zifa pun ikut geram. Benar-benar musibah memang dengan memiliki hubungan dengan otrang-orang itu.


Apalagi laporan-laporan dari asisten rumah tangga di rumah mewah itu yang memberitahu bahwa keluarga itu dengan sangat fasihnya menggosipkan Lyra, dan sekarang mengundang wanita itu bukanya itu sudah jelas hanya kuntuk nama baiknya di publik, tanpa ingin tahu perrasaan Lyra, dan sepertinya semakin Lyra tersakiti orang-orang itu akan semakin bahagia."


*******


Teman-teman sembari menunggu kelanjutan kisah Zara dan Ghava juga Kemal, yuk mampir ke karya bestie othor di jamin pasti baper....


Kuy ramaikan....