Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
CDD #Episode 117


Demi semua rencananya berjalan lancar, Zifa sepulang kuliah kembali mengunjungi rumah sakit, dan tentunya membawakan hadiah untuk Ghava agar Ghava merasa diperhatikan. Itu yang Zifa pelajari dari ilmu yang dipelajari singkat dengan Lyra. Tentu ada niat yang tersembunyi yaitu sekaligus membuat Kemal panas dan cemburu. Ternyata semuanya lebih gampang di kenyataanya, dari pada pada bayanganya. Zifa malah baru tahu kalau ternyata Kemal itu lebih mencintainya dan juga lebih cemburuan dari pada Ghava.


Padahal dari yang Zifa tahu kalau Kemal dulusabar baik dan tentunya selalu menuruti apa kemauan Zifa. Namun sekarang Kemal seperti ingin menunjukan kalau hanya dia yang pantas untuk Zifa. Apa mungkin karena Kemal merasa kalau dia lebih berjasa pada Zifa dan lebih dulu mencintai Zifa, sehingga Kemal yakin dan percaya bahwa Zifa lebih baik dengan dia dari pada berpacaran dengan Ghava, abangnya sendiri.


Zifa juga jadi seperti kurang mengenal Kemal, mungkin karena perpisahan mereka yang hampir tiga tahun sehingga Kemal banya berubah, atau justru Zifa yang memang sudah banyak berubajnya. Sehingga membuat Kemal makin posesif.


"Kenapa kamu kesini," bisik Kemal ketika melihat Zifa datang menemui abangnya. Yah, jadi Kemal lebih dulu menghadang Zifa, di luar ruangan Ghava, hal itu dikenatuhui Kemal karena memang Zifa sendiri yang mengatakan bahwa ia dalam perjalanan untuk kembali menemui Ghava.


"Ghava adalah kekasihku, calon suamiku, wajar dong aku datang menemui dia," balas Zifa dengan santai, ingat Zifa akan sama sifatnya dengan kebanyakan perempuan pada umumnya, di mana ketika dilarang maka dia justru akan semakin tertantang.


"Kan aku sudah bilang semalam diwatshap kalau Ghava aku yang akan urus," balas Kemal lagi ketika Zifa dengan santai akan tetap menemui abangnya.


"Kamu jangan kebayakan mengatur aku Kemal, memang aku dulu juga cinta sama kamu, tetapi aku juga tidak bisa memungkiri kehadiran Ghava dihidup aku selama ini sudah bisa menggeser posisi kamu meskipun tidak sepenuhnya, tetapi aku yakin kalau Ghava itu lebih baik dari pada kamu," ucap Zifa memancing kemarahan Kemal, sesuai rencananya yang semalam di bicarakan oleh dia dan Lyra. Saat ini Zifa pun yakin kalau di hati Kemal sedang sangat marah dengan apa yang Zifa katakan.


Zifa langsung masuk ketika genggaman tangan Kemal sudah mulai melemah.


Ghava yang sedang rebahan di atas ranjang pasien pun tersenyum dengan manis ketika melihat yang datang adalah kekasihnya.


"Gimana keadaanya, sudah baikan?" tanya Zifa berbasa basi. Kalau dilihat dari wajah Ghava sudah lebih baik dan juga Kemal yang mengatakan kalau nanti sore selama semuanya tidak ada yang dirasakan lagi Ghava sudah di perbolehkan untuk pulang.


"Semuanya aman, apalagi di jenguk sama calon istri langsung sembuh," balas Ghava. Zifa yang tahu kalau Kemal sudah masuk pun langsung melancarkan aksinya, bermanja-manjaan dengan Ghava hal yang hampir tidak pernah, karena biasanya dia akan tetap dengan gayanya yaitu jutek dan dingin.


"Iya dong cepat pulang, katanya kemarin ngajak jalan-jalan buat kencan seharian. Aku semalam sudah cari-cari tempat yang akan dikunjungi nanti kalau kamu sudah sembuh." Zifa mengeluarkan ponselnya, dan menujukan beberapa tempat yang bagus untuk mereka kunjungi selama berkencan seharian.


"Aduh, maaf yah gara-gara aku jatuh sakit kata jadi ketunda jalan-jalanya, padahal ini tempatnya bagus-bagus banget," oceh Ghava semakin membuat Kemal yang duduk di sofa panas dan ingin menculik Zifa untuk mengajaknya jalan-jalan.


Bagaimana Kemal tidak panas dan kesal, Zifa adalah wanita yang sejak dulu dia incar dan laki-laki itu rela melakukan apapun untuk Zifa tetapi malah dia  saat ini dimiliki abangnya..


Yang membuat Kemal tidak terima lagi adalah dihati Zifa sebenarnya selama ini sudah ada namanya, tetapi karena kesalahan mamihnya yang memaksa dia berkuliah keluar negri, dan Zifa juga masih berduka dan fokus dengan masa depannya, sehingga Kemal memberikan waktu Zifa untuk sendiri, tetapi semua ini malah keduluan oleh Ghava.


Mungkin posisi Kemal saat ini adalah obat nyamuk, kambing co-nge atau apalah, sebab laki-laki itu hanya bisa diam menyaksikan dua pasangan yang sedang bucin.


'Memang cara yang paling kemungkinan untuk berhasil adalah cara itu, memberi tahukan hubungan Ghava dan Zifa, tetapi aka itu tidak terlalu jahat untuk mereka?' batin Kemal, laki-laki itu nampak bingung sendiri dengan rencananya.


Kemal juga harus mempertimbangkan apa yang bisa terjadi apabila ia nekat memberitahukan hubungan abangnya dengan Zifa.


'Tapi biarkan saja, bukanya sudah menjadi resiko hubungan secara sembunyi-sembunyi akan ketahuan dan akan berakhir fatal,' batin Kemal lagi, saat ini laki-laki itu sejak tadi mengabadikan momen Ghava dan Zifa yang sedang bermesraan, dan Kemal yakin kalau hal itu bisa digunakan untuk membuat bukti perselingkuhan abangnya.


Sedangkan Zifa dan Ghava tidak menyadari kalau bahaya akan datang. Apalagi Zifa yang tidak kefikiran sama sekali kalau Kemal akan tega melakukan itu. Yang Zifa pikirkan Kemal memang cemburu tetapi tidak mungkin mau mengunakan cara kotor seperti ini.


*****


Di tempat lain Eira sedang sibuk dengan acara yang dibuatnya untuk acara besok, tetapi justru dua anaknya menghilang. Kemal pergi entah kemana dan juga Ghaava belum pulang dari luar kota, dan yang membuat Eira kesal adalah nomer mereka yang enggak aktif.


Padahal bukan tidak aktif, tetapi memang dua anaknya itu memblock nmor ibunya tujuanya biar tidak ditanyakan terus kapan pulang dan kapan-kapan yang lain. Namun demi rencananya lancar Kemal pun membuka kembali block untuk sang kanjeng mamih.


Mungkin tidak saat ini Kemal memberiathukan perselingkuhan abangnya dengan Zifa , tetapi ketika momenya pas. Kemal sudah sangat yakin kalau dia akan membuka perselingkuhan itu.


Demi cintanya pada Zifa, dia tidak masalah mengorbankan kehidupan abangnya. Kemal justru menginginkan kalau Ghava segera menikah dengan Wina, sehingga secara tidak langsung Zifa akan  menjadi miliknya.


'Kemal sudah merencanakan dengan matang, dan untuk membuat rencananya semakin matang, Kemal juga mencari segala kemungkinan yang akan terjadi. Kemal tidak masalah kalau Ghava mendapatkan masalah tetapi laki-alki itu sudah pasang badan untuk segala kemungkinan yang menyerang Zifa.


'Zifa hanya milikku, sampai kapan pun hanya boleh aku yang miliki dia,' Pandangan mata Kemal semakin tajam melihat pasangan bucin yang sedang tertawa bahagia.


*******


Teman-teman sembari menunggu kisah selanjutnya yuk mampir di novel bestie othor yah....


Kuy ramaikan, pasti bakal baper kalian...