Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
CFD #Episode 103


Zifa seolah tidak sabar menunggu Lyra yang akan datang di akhir pekan untuk membawa video yang ia maksud. "Akhirnya bukan aku yang harus mengorek satu per satu semuanya, bukti yang akhirnya akan datang dengan sendirinya," geram Zifa, tangannya mengepal, dengan kuat, ketika ia mengingat apa yang dikatakan Lyra, bahwa video yang akan ia bawa kemungkinan adalah video sebelum kejadian pembunuhan ibunya.


Namun, bukan berarti dia berpangku tangan dan menunggu semua itu terbuka dengan terang secara sendirinya, dia bahkan hampir setiap malam selalu mencari informasi dengan keluarga  itu, setiap malam ia rela menghabiskan banyak waktunya untuk melayani Ghava dan dan juga sekarang di tambah Kemal, bukan semata-mata untuk memuaskan perasaannya, tetapi di setiap obrolan Zifa selalu selipkan pertanyaan yang menyangkut keluarga Ghava maupun Kemal. Tetapi Zifa masih dalam tahap yang sangat hati-hati sekali, karena ia tidak ingin nanti Ghava maupun Kemal akan curiga kalau dia sedang mengorek informasi dengan keluarganya.


Bukti satu persatu sudah Zifa kumpulkan termasuk rekaman Zara yang mengatakan bahwa suaminya alias Abas mengajak mandi bersama dan meminta ia buka baju bersama. Semua itu Zifa yakin bisa di jadikan bukti, belum saksi-saksi dari mantan asisten rumah tangga majikan almarhum ibunya yang banyak mencurigai keganjalan kematian ibunya. Kesaksiannya juga yang melihat busa keluar dari mulut ibunya ketika di mandikan, dan saat ini Lyra juga akan datang diakhir pekan dengan membawa bukti yang diyakini sesaat sebelum ibunya jatuh pingsan, dan video itu sepertinya bekas editan dan dibagian itu di hape.


Bahkan Lyra rela mendapatkan potongan video CCTV itu dengan membayar uang yang tidaklah murah, ada harga yang ia bayar untuk sebuah kesaksian dan bukti-bukti. Bagi Lyra uang segitu tidak seberapa dibandingkan pelecehan yang sudah mereka berikan pada hidupnya.


Belum saat ini wanita itu juga merasa sedang di teror dengan kehamilan Orlin, istri baru Abas. Seolah keluarga itu sedang mencoreng wajahnya dengan kehamilan istri baru Abas. Yah, mereka sedang menyudutkan Lyra bahwa dialah yang bemasalah dalam pernikahan Abas yang sepuluh tahun tidak juga memiliki buah hati, padahal segala upaya sudah mereka usakan, tetapi tidak juga ada hasilnya, uang yang mereka keluarkan tidak sedikit, dan masalah itu sumbernya dari Lyra.


Namun, dengan Orlin Abas langsung mendapatkan hadiah yang luar biasa indah istrinya hamil dan saat ini dari yang Lyra tahu kandunganya sudah berjalan lima bulan, dan mereka sedang bahagia karena calon anak Abas berjenis kelamin laki-laki. Kebahagiaan yang sempurna buat keluarga baru itu. Sedangkan Orlin sendiri tentu di jadikan Ratu yang tidak di perbolehkan melakukan apapun, bahkan dalam segala hal ia dilayani dengan baik oleh pelayan.


Dari caption-caption yang mereka bubuhkan di setiap postingan seolah di peruntukan untuk Lyra yang tidak bisa hamil dan membahagiakan Abas. Bahkan tiba-tiba akun keluarga mereka saling mengirimkan peretemanan tidak hanya itu mereka tiba-tiba mengirim chat seolah memang hubungan antara Lyra dan keluarga itu baik-baik saja.


Meskipun Lyra sangat jijik dengan cara mereka yang terlalu norak, tetapi demi misi dia dan Zifa, akhirnya Lyra dengan terpaksa kembali menjalin komunikasi kembali dengan keluarga itu, dan meskipun setiap hari ia harus menahan kejijihanya dan ingin muntah dengan postingan yang Lyra sangat tahu ditujukan untuk memojokkan Lyra.


Zifa pun hampir setiap hari mendapatkan laporan dari Lyra tentang kelakuan keluarga busuk itu, dan Zifa juga diam diam dibawa masuk oleh Lyra untuk di kenalkan dengan keluarga itu meskipun via online. Zifa pun sudah mengenal Wina sang istri dari Ghava.


Tinggal menunggu kapan Wina akan tahu hubungan Ghava dan Zifa, pasti Wina akan membuat masalah dengan  Zifa apabila Wina tahu bahwa selama ini Ghava diam-diam menjalin kasih dengan dirinya  bahkan bisa dibilang hubungan mereka sudah berjalan satu tahun. Sementara Zifa sendiri bisa dibilang sudah tidak sabar menunggu hari itu akan tiba.


[Sayang aku lusa pekerjaan di sini sudah selesai dan kemungkinan aku akan menghabiskan waktu satu bulan di Bandung, dan akan melanjutkan untuk ke kota lain untuk mengurus pekerjaanku. Kamu senangkan kalau aku satu bulan di kota kamu tinggal?] Pesan yang masuk ke ponsel Zifa, dari Ghava.


[Wah, aku senang banget, akhirnya kamu bisa pulang kesini juga. Aku pikir kamu sudah tidak mau kesini, dan rencananya aku akan mencari kekasih baru.] Pesan yang dibalaskan untuk Ghava dari Zifa.


[Awas saja kalau kamu macam-macam mencari kekasih baru, akan aku buat orang itu merasakan gimana seramnya neraka dunia.] Zifa pun tertawa ketika membaca balasan dari Ghava.


[Sekalipun itu adik kandung atau mungkin Kakak kandung kamu sendiri yang mungkin akan menjadi selingkuhan aku?] Rasanya Zifa ingin tahu gimana reaksi Ghava kalau Zifa menjalin hubungan juga dengan Kemal, adik kandungnya.


[Siapa pun itu, aku akan buat laki-laki itu menyesal sudah menggoda calon istriku.] Balasan dari Ghava yang semakin membuat Zifa tertantang dengan apa yang. Ingin tahu apakan Ghava juga akan konsisten dengan omonganya.


[Ok, kalau begitu aku akan mencari kekasih baru. Karena aku suka keributan.] Setelah balasan ini Zifa dengan sengaja mematikan teleponya, dan wanita itu tahu gimana reaksi Ghava di sebrang sana.


"Apa mungkin Ghava juga akan melakukan perbuatan nekat lagi kalau aku bilang seperti ini," batin Zifa terkekeh ketika melihat ponselnya yang ia sengaja matikan.


Meskipun laki-laki tahu bahwa Zifa saat ini hanya sedang memanasinya, dan tidak mungkin Zifa mencari laki-laki lain, sedangkan waktu dia saja hanya dihabiskan untuk kuliah dan untuk mengurus bisnis kuenya yang semakin laris.


Ghava juga tahu kalau Zifa dalam mengerjakan dua kegiatan itu juga sering keteter dan mengeluh tidak kebagian waktu yang cukup untuk istirahat, jadi mana mungkin dia bisa dengan sengaja mencari laki-laki lain untuk selingkuhan. Namun dalam hati Ghava tetap ada perasaan takut, kalau wanita itu benar-benar melakukan itu.


Entah sudah berapa kali Ghava menghubungi nomor ponsel Zifa, tetapi tidak aktif juga, padahal Zifa memang mematikan teleponya karena ingin fokus dengan pesanannya yang semakin menumpuk.


"Ah, aku coba hubungi Tasi saja kalau gitu. Yah, otak culas laki-laki itu diam-diam menyimpan nomor seluruh karyawan yang bekerja di  toko itu, tujuannya tidak lain dan tidak bukan ya seperti ini, di saat Zifa sedang sulit untuk di hubungi maka dia akan menelepon karyawan Zifa untuk tetap bisa memantau bos mereka.


"Tasi, di mana bos kalian?"  cecar Ghava begitu sambungan teleponya diangkat oleh Tasi.


Tasi yang sudah menyimpan novor Ghava pun heran, kenapa bisa kekasih dari bosnya selalu mengganggu dia untuk sekedar mengawasi Zifa. "Teh Ifa sedang melayani pembeli Mas. Memang ada apa?" tanya Tasi dengan heran.


"Apa dia ada laki-laki baru yang dekat dengan Ifa?" tanya Ghava langsung pada topik obrolan tanpa sedikit pun ingin berlama-lama membuang waktu dalam sambungan telepon dengan Tasi.


"Hah... tidak ada lah Mas, laki-laki yang dekat dengan Teh Ifa ya cuma Beni dan dokter Alwi, selain itu tidak ada." Meskipun Tasi bingung tujuan Ghava bertanya seperti itu untuk apa, tetapi Tasi tetap berkata jujur.


"Bagus, Tasi kamu awasi Zifa agar tidak berdekatan dengan laki-laki mana pun karena dia hanya calon istri aku seorang," ucap Ghava dengan yakin.


"Baik Mas," jawab Tasi singkat.


"Dih memang dia siapa berani melarang Teh Ifa dekat dengan siapa-siapa. Hak Teh Ifa dong mau dekat dengan siapa saja. Lagian kata orang-orang sebelum janur kuning melengkung maka kita masih bebas jadi  mencari yang terbaik," batin Tasi, ketika Ghava sudah memutuskan sambungan teleponya.


"Lagian kan bos aku Teh Zifa, ngapain jadi dia yang heboh, dasar laki-laki posesif," umpat Tasi sembari mematikan ponselnya, sama dengan yang dilakukan oleh Zifa. Yah, Tasi dan Zifa tahu ketika ponselnya diaktifkan maka pekerjaan mereka akan bertambah. Contohnya saat ini, Tasi membuang waktu berharganya untuk melayani lki-laki yang bucin, dan mengobrol hal yang tidak penting.


...****************...


Teman-teman sembari menunggu kelanjutan Zifa mencari dalang pembu-nuh ibunya, yuk mampir ke karya besti othor.


Jangan lupa mampir ya...