KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 82


Kali ini yang datang adalah dua benda berbentuk bulat menyerupai sepasang bola mata yang terbakar api. Sangat mengerikan bisa melihat makhluk astral dalam berbagai bentuknya. Tamu yang tak diundang melayang masuk tanpa rintangan.


Iblis wanita yang tadi terbang mengelilingi tubuh Joni seketika terhenti, seolah sedang memberi hormat dengan kedatangan makhluk yang lebih kuat darinya.


Seolah tidak ingin membuang waktu, sang iblis wanita kembali mendekat dan mulai mencekik leher Joni. Tapi sepertinya makhluk itu salah memilih lawan. Joni dengan mudah menggenggam tangan iblis itu dengan kekuatan yang Joni sendiri tidak tahu.


“Kau ingin membunuhku?” tanyanya pada iblis wanita, “sayangnya… tidak semudah itu,” lanjut Joni.


Tubuh Joni bergerak memberi perlawanan. Gerakan yang sama persis seperti gerakan ilmu silat yang pernah dia pelajari. Iblis wanita yang menyerang Joni mulai kewalahan, dan pada saat itulah Joni bisa membalikkan keadaan dan membuat iblis wanita tak bisa bergerak. Tiba-tiba keluar sebuah keris berukir dua ekor naga dari dalam dadanya Joni.


“Apa ini?” Joni bertanya dalam hati.


Keris itu langsung menghujam ke arah dada iblis wanita dan menusuknya dengan cepat.


“Aaaaaaakkhhh… “ teriak iblis wanita sebelum akhirnya hancur lebur, lalu lenyap tak bersisa bagai debu yang tertiup angin.


Iblis mata merah menyaksikan semua yang terjadi. Walaupun sudah melayang cepat dengan maksud untuk membantu, tapi semuanya sudah terlambat. Dia terlalu meremehkan Joni, sampai membiarkan iblis wanita menyerangnya sendirian.


“Tidak mungkin! Bagaimana bisa manusia sepertimu mampu mengalahkan istriku?!” iblis mata merah marah.


“Aku akan membawa wanitamu sebagai ganti karena kau telah melenyapkan istriku!” iblis itu menggeram.


Iblis mata merah menyemburkan api dari mata dengan target Serena. Juan yang melihat itu, langsung saja bertindak dengan menjadikan dirinya sebagai tameng. Meskipun tidak dari dekat, tapi jika Juan hanyalah manusia biasa, tentu itu akan mampu membakar hangus tubuhnya.


“Dia istriku!” aku Juan. “Dan selama masih ada aku, kau tidak akan bisa membawanya,” Juan bersiaga dan menyembunyikan Serena di belakangnya.


“Kalau begitu, ayo kita buktikan!”


---------------------------------------------


“Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan Yuli? Aku sudah menurunkan ilmuku padamu, tapi kau malah menggunakannya untuk bermain-main!”


“Aku hanya menginginkan gadis itu sebagai tumbalku. Bukankah kau sendiri yang mengatakan, kalau dengan mengorbankan gadis itu, aku akan tetap terlihat cantik sampai kapan pun?” ucap Yuli pada dukun laki-laki tua yang menjadi suaminya.


“Memang benar. Tapi aku juga sudah bilang padamu, kalau aku yang akan menggunakannya untuk tumbalku sendiri. Aku akan menyempurnakan pertapaan terakhirku dengan mengorbankan gadis incaranmu itu. Dia satu-satunya gadis yang memiliki aura terbaik untuk dijadikan tumbal.”


“Tidak bisa! Aku yang lebih dulu mengincarnya,” tolak Yuli.


“Kau berani melawanku?”


“Kenapa kau harus berebut denganku? Kau bisa mencari gadis yang lainnya. Bukankah kau biasanya hanya mau menggunakan gadis-gadis yang masih perawan sebagai tumbalmu?”


“Ha… haa… aku akan memperistri gadis itu, lalu membuatnya menjadi budakku seperti dirimu.”


“APA!!"


“Iya. Dengan segala cara, aku akan menjadikan gadis itu sebagai istriku.”


“Apa aku saja masih kurang? Kenapa kau ingin mencuri gadis itu dariku?”


“Aku akan membebaskanmu, jika aku bisa memilikinya. Bukankah itu yang kau mau selama ini? Aku tahu kau tidak pernah mencintaiku, kau hanya menginginkan ilmuku, lalu setelah itu, kau akan meninggalkanku. Bukankah seperti itu?”


Mata Yuli membulat sempurna, tidak menyangka kalau rencana busuknya sudah di ketahui sang suami.


“Kau dan Yudi ingin menjadi kaya raya tanpa harus bekerja keras, dan kau menerimaku sebagai suami agar kau bisa menguasai semua ilmuku. Tapi sayangnya… laki-laki yang kau cintai itu malah menghianatimu. Dia jatuh cinta dengan korbannya sendiri dan meninggalkanmu begitu saja. Ha.. haa… perlu kau tahu Yuli, kau terlahir dengan nasib buruk. Apapun usaha yang kau lakukan, tidak akan ada kekayaan berlimpah di dalam hidupmu. Yang ada hanya cukup.”


Yuli mengepalkan tangan, dia merasa begitu marah mendengar semua ucapan suaminya, meskipun semua benar adanya. Yudi memang pernah berjanji untuk selalu bersamanya sampai tua, tapi di tengah jalan semuanya berantakan.


“Kalau saja kau tidak serakah, mungkin hidup yang kau jalani tidak harus mengenaskan seperti ini. Kau dan Yudi telah menghalalkan segala cara untuk mencari kekayaan, dan itu salah besar. Yudi menikahi wanita kaya raya untuk menguras hartanya, lalu kau mau saja menikah denganku dan memanfaatkan ilmuku untuk memperlancar rencana kalian.”


“Tentu saja untuk mengambil keuntungan darimu. Kau datang secara suka rela tanpa ku paksa sama sekali, jadi untuk apa aku harus menolak. Kau mungkin merasa telah berhasil menipuku, tapi nyatanya kaulah yang tertipu olehku. Semua ilmu yang telah kuajarkan padamu, tidak bisa kau gunakan tanpa seizinku. Aku mengikat ilmuku pada tubuhmu, dan kau hanya bisa memakainya kalau aku memberikan kuncinya. Dan mantra pembukanya harus kau bayar dengan harga yang sangat mahal.”


“Sialan! Kau laki-laki tua brengs*k!” Yuli marah.


“Ha.. haa… iblis wanita yang kau kirim untuk menyelidiki seorang, sekarang sudah lenyap. Laki-laki itu memiliki kekuatan turunan, dan dia menjadi salah satu pelindung gadis incaranmu.”


“Bagaimana bisa? Bagaimana bisa seorang pria lemah dengan status rendah sebagai seorang sopir, mampu mengalahkan iblisku? Aku bahkan harus merasakan penderitaan untuk mendapatkan iblis itu darimu. Atau jangan-jangan, kau hanya memberiku makhluk lemah? Apa benar begitu?” tanya Yuli berang.


“Bukan iblis wanita milikmu yang lemah, tapi laki-laki itu yang terlalu kuat untuk menjadi lawan kirimanmu.”


“Bukankah itu sama saja? Sama-sama kalah! Padahal selama ini ilbis wanita itu selalu menang melawan siapapun, dia tidak pernah mnegecewakanku.”


Yuli berjalan mondar mandir dengan pikiran kalut. Hanya iblis wanita itu yang dia miliki, lalu bagaimana bisa dia mendapatkan Serena kalau dia tidak punya apa-apa sebagai pelindung dan juga senjata. Apakah dia harus mengemis lagi pada pria tua di depannya?


“Aku tidak menyangka, kalau ada kekuatan lain yang melindungi gadis itu.”


“Hah! Siapa? Siapa orangnya?” tanya Yuli penasaran.


“Bukan manusia.”


“Bukan manusia? Lalu apa?”


“Jin.” jawab Ki Jarot yang masih memejamkan mata, dan menggunakan mata batinnya untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain.


“Jin? Jin apa? Apa dia begitu kuat?”


“Ha… haa…. ini benar-benar menarik. Gadis incaranmu ternyata memiliki hubungan dengan Jin Braja.”


“Jin Braja? Siapa dia?” Yuli tidak sabar untuk mendengar penjelasan dari Ki Jarot suaminya.


“Jin Braja adalah Jin yang cukup sulit untuk di kalahkan. Jin ini hanya dimiliki oleh seseorang yang ku kenal. Orang yang sudah lama aku cari, dan tidak kusangka akan menemukan peliharaannya dalam perjalanan untuk mendapatkan tumbal hidupku berikutnya.”


“Siapa orang yang kau maksud?”


“Bisa di bilang dia adalah sainganku. Saingan dalam menimba ilmu hitam. Dulu kami pernah satu guru, sebelum akhirnya aku mengalah lalu pergi untuk memperdalam ilmu hitam yang lebih kuat dari guru yang berbeda. Dia mendapatkan kasih sayang yang lebih dariku, itulah alasanku pergi.


“Ni Maryam… kita akan segera bertemu,” gumam Ki Jarot tanpa bisa di dengar oleh Yuli.


.


.


.


***


Author sedikit kesulitan menyampaikan konflik cerita. Memilih waktu yang tepat untuk memberikan klimaks. Karena sebanyak apapun masalah, bukankah pasti ada akhirnya?


Si_Ro ngga bilang kalau Kutumbalkan Tubuhku akan tamat dalam waktu dekat, hanya saja Si_Ro sedang memilih antara Juan atau Joni yang harus segera dihilangkan dari jalan cerita.


Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kemiripan tokoh, jalan cerita, dan juga tempat, itu hanya sebuah kebetulan semata.


Mohon maaf untuk typo dan kata-kata yang sekiranya menyinggung atau tidak sesuai dengan kenyataan, karena semua ini murni hanya karangan penulis.


Terima kasih untuk semua like, komen, dan vote poin maupun koin. Untuk yang sudah memberi bintang lima dan tanda love juga, terima kasih banyak.