
Sarah!” Serena bergumam dan begitu terkejut mendengar nama yang di sebutkan, pasalnya untuk sekarang ini Serena sudah tidak lagi bersahabat dengan orang yang bernama Sarah.
Serena meminta penjelasan dari Adit dengan tatapannya, sedangkan Adit malah terus menghindari kontak mata dengan Serena yang sedang menunggunya bersuara.
“Emang kamu ngga tahu, kalau Sarah masuk Rumah sakit? Kamu kan sahabatnya” Tanya Yuli mamanya Adit
Serena hanya menggelengkan kepalanya sambil meringis, dia semakin penasaran dengan keadaan mantan sahabatnya itu, tapi kenapa juga Adit yang ada di sini untuk mengurus Sarah? Kenapa bukan Farrel yang berstatus sebagai suami perempuan itu?.
Di saat Serena sibuk dengan lamunannya sendiri, Yuli mamanya Adit menggoyang goyangkan lengannya, untuk membawanya kembali ke dunia nyata yang ada di hadapannya.
“Sayang…kamu mau ngga nemenin mama lihat Sarah? Kata Adit, dia terluka parah lho. Ck anak mama ini memang terlalu baik, dia mau keluar rumah tengah malam cuma buat menolong Sarah, sedangkan suaminya malah ngga peduli” gerutu Yuli.
“Menolong tengah malam?” pertanyaan ini Serena tujukan untuk Adit yang terus berdiri dengan gelisah.
Adit menggaruk belakang kepalanya, dia sudah berulang kali mencoba menghentikan mamanya membahas Sarah, tapi sia sia. Dan sekarang Serena sedang menatapnya penuh dengan rasa keingintahuan.
“Ayo dong Dit, ceritain semuanya sama mama dan juga Serena. Mama ngga mau ya, Serena sampai cemburu karena kamu deket sama Sarah. Kamu ngga lupa kan kalau Sarah juga punya suami? Jangan sampai terjadi salah paham. Mama ngga khawatir sama Sarah dan suminya, tapi mama takut calon menantu mama ini kabur gara gara kamu sendiri” Yuli terus nyerocos, sampai Adit tidak punya kesempatan untuk menyela.
“Kita ke kantin rumah sakit aja yuk, nanti Adit ceritain disana. Ngga enak kalau ngobrol sambil berdiri” Adit memberikan sarannya.
Yuli langsung menyambar tangan Serena, menggandeng erat setengah memaksa dan segera berjalan mendahului Adit “Mama ngga mau makan di kantin! Kita ke kafe depan rumah sakit ini aja, kayaknya disana makanannya enak. Kamu mau kan sayang?” Yuli menggelayut di lengan Serena yang hanya bisa mengangguk tanpa bisa menolak.
“Kamu mau pesen apa sayang?” Begitu mereka bertiga sampai di kafe depan rumah sakit,Yuli langsung menyerahkan buku menu pada Serena. “Pesen apapun yang kamu mau, tenang aja sekarang Adit punya banyak duit, jadi kamu ngga perlu lihat harga ya”
Serena semakin tidak enak untuk menanggapi semua sikap yang diterimanya, dia merasa tidak berhak mendapat perlakuan manis yang diberikan Yuli, apalagi dengan statusnya yang tidak ada hubungan apapun dengan Adit.
“Terserah mama deh, Serena ngikut aja”
“Lho kok gitu, kenapa? Kamu ngga suka sama tempat ini? Atau kamu ngga nyaman? Kalau gitu kita cari tempat lain aja ya? Mama punya langganan restoran mahal yang semua makanannya enak, pasti pas deh sama selera kamu” melihat Yuli hendak berdiri dari kursi, Serena buru buru untuk mencegahnya.
“Bukan gitu mah, Serena cuma bingung mau pesen apa” ucap Serena kikuk, Sebenarnya bukan itu yang ingin ia katakan. Serena memikirkan Zahra yang dia tinggalkan tanpa pengawasan, dia juga memikirkan Joni yang pastinya belum makan saat ini.
“Cieee…kamu pengen Adit yang mesenin makanan buat kamu ya?” Yuli meledek Serena dengan senyum cerah.
Tanpa disangka, ternyata Adit juga ikut tersenyum ke arah Serena, dia sangat senang melihat mamanya begitu akrab dengan gadis yang sudah lama dia inginkan. Gadis itu kini ada di hadapannya, terlihat sangat cantik dan juga seksi, berbeda jauh dari terakhir kali mereka ketemu di hari kelulusan sma.
Adit sudah menggunakan berbagai cara untuk mendekati Serena, mulai dari datang ke rumahnya dengan pura pura menjenguk ibu Serena, sampai datang ke kantor agensi yang menaungi Serena. Tapi semua hasilnya nihil, gadis itu selalu susah ditemui, bahkan seperti tak terlacak.
“Boleh aku yang pesenin?” Adit bertanya pada Serena dengan nada yang begitu lembut. Lagi lagi Serena hanya bisa mengangguk, dia sudah tidak punya jalan lain untuk menghadapi dua orang yang seolah sedang membajaknya.
“Mas, saya pesen makanan yang paling mahal dari kafe ini. Untuk minumnya… satu orange jus, satu espresso buat anak saya daaaan …..emm buat calon menantu saya, satu green tea. Dia pasti harus menjaga bentuk tubuhnya, karena dia model terkenal”.
Akhirnya semua keputusan berada di tangan Yuli, Serena mengerutkan keningnya mendengar ucapan Yuli pada pelayan yang datang, sementara Adit hanya bisa tersenyum melihat mamanya begitu perhatian pada Serena bahkan sampai pada makanan yang akan di konsumsi.
Pelayan segera meninggalkan meja setelah mencatat semua pesanan yang Yuli sebutkan. Walaupun pelanggannya banyak yang bersikap arogan dengan memamerkan kemampuannya membayar tagihan, tapi dia malah bahagia karena bisa mendatangkan keuntungan untuk kafe tempatnya bekerja, dan itu berarti gaji bulanannya juga akan aman.
Semua pesanan sudah terhidang di meja, saat Serena melihat sekelebat bayangan orang yang dikenalnya.
“Mbak Rena!” terlihat Joni berlari ke arah meja makan di tempat Serena duduk. Sejenak Joni membungkukkan badan sambil memegangi lututnya dan mengatur pernafasanya.
“Siapa kamu?!” Yuli menunjukkan ketidak sukaannya pada Joni yang memanggil Serena.
“Dia sopir Serena ma”
“Oh cuma sopir” ucapnya sinis
“Kenapa Bang Jon?” Serena bertanya pada Joni yang sedang beradu tatap dengan Yuli, pria itu juga terlihat tidak menyukai wanita yang memegangi lengan Serena, seolah sedang mengklaim Serena adalah miliknya.
“Zahra sudah di pindah ke kamar perawatan, dia juga sudah sadar dan nyariin mbak” ucap Joni
“Iya mbak. Ayo kita kembali ke rumah sakit sekarang” ajak Joni
“Ayo” Serena sangat bersemangat dengan senyuman yang merekah, dia bahkan lupa dengan perutnya yang lapar.
Tapi saat Serena beranjak dari kursinya, Yuli kembali menarik tangan Serena dan mencegahnya.
“Heh sopir! Kamu ngga sopan banget ya, majikan lagi makan malah diganggu. Ngga bisa apa nunggu sebentar, dasar sopir ngga tahu diri”
“Ma…biarkan Serena pergi melihat adiknya” Adit bersuara, sebenarnya dia merasa lega karena tidak harus menceritakan perihal Sarah pada Serena dan juga mamanya.
“Ngga bisa! Mama cuma mau makan bareng calon menantu mama” tolak Yuli
“What! Calon menantu? Siapa yang dia sebut calon menantu? Mbak Rena?” batin Joni berteriak.
“Heh sopir kurang ajar! Kamu balik aja sendiri ke rumah sakit, nanti Serena bareng saya” Yuli bersikeras dengan keinginannya.
“Ee… ma, maaf sebelumnya. Serena harus balik ke rumah sakit sekarang , kasian Zahra sendiri. Lagian kita bisa makan bareng lain kali, nanti Serena cari waktu dan akan kasih kabar, gimana?” Serena berusaha membujuk Yuli dan pergi sesegera mungkin dari tempat itu. Dia sudah sangat muak di perlakukan seenaknya oleh Yuli.
Yuli menarik nafas kesal “Baiklah” akhirnya dia menyerah “Tapi kamu janji, lain kali kita akan makan bareng ” Serena mengangguk
“Tambah nonton sama nyalon juga ya?” lagi lagi Serena di paksa menerima, dan untuk bisa lepas dari cengkraman Yuli hari ini, Serena kembali mengangguk, tapi hanya sedikit.
Serena segera melangkah cepat hampir setengah berlari , setelah menyalimi tangan Yuli dan melempar senyum pada Adit yang melambaikan tangan padanya.
.
.
.
***
Dari ku untukmu
Untuk yang terus menuntut Si_Ro up cepet, mohon maaf sebelumnya
Si_Ro udah sebisa mungkin untuk up tiap hari, tapi itu semua harus melewati meja editor mangatoon yang bukan kewenangan Si_Ro ikut campur
Kemarin ada juga yang nyuruh up tiap hari biar para pembaca ngga sensi, Si_Ro juga hanya bisa minta maaf sekali lagi
Mungkin maksudnya, kalo Si_Ro ngga up tiap hari, maka para pembaca akan pergi
Seharusnya Si_Ro ngga perlu khawatir ditinggal pembaca setianya, kalau memang tulisan Si_Ro dianggap masih menghibur
Tapi kalau memang tulisan Si_Ro dianggap jelek, maka Si_Ro juga ngga akan ngemis apalagi maksa maksa minta perhatian
Banyak kok penulis lain yang up nya cuma seminggu sekali, tapi pembacanya tetap setia
Si_Ro juga bukan penulis kontrak yang lagi kejar setoran
Bukannya sombong
Si_Ro cuma pengen menulis dengan perasaan bahagia, bukan dengan rasa terpaksa karena sebuah ancaman
Semoga bab ini juga bisa up secepatnya, soalnya Si_Ro up di hari libur mangatoon