KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 41.


i



“Darimana Bang Jon” Tanyanya sinis


“E…sa saya dari…cari sarapan. Iya cari sarapan” Jawabnya tergagap


“BOHONG! Bang Jon bohong sama Zahra. Iyakan? Zahra udah bangun dari sebelum subuh, tapi Zahra ngga liat Bang Jon”


Joni tidak memiliki alasan yang tepat untuk dia katakan pada Zahra sebagai pembelaan. Dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada Zahra, karena itu pasti akan membuat adik Serena itu bersedih, bahkan lebih sedih darinya.


Zahra langsung panik saat melihat warna merah di bagian perut Bang Jon. Sebagai dokter, Zahra tentu tahu apa yang dilihatnya. Luka bekas oprasi itu kembali mengeluarkan darah, dan sekarang tubuh Bang Jon tiba tiba saja limbung dan hampir terjatuh.


“Bang Jooooon…!


Zahra menekan tombol darurat yang terletak di ranjang brangkar. Menekannya berulang kali dengan tidak sabaran. Membantu Joni kembali ke ranjangnya dengan susah payah. Dokter dan perawat telah datang, dan langsung memberikan penanganan pada luka Bang Jon.


Zahra hanya bisa diam dan terus mengawasi prilaku Joni yang sedari tadi menghindari tatapannya. Ada hal yang sengaja di rahasiakan Joni darinya, itulah bunyi batin Zahra. Tapi apa boleh buat, Zahra tidak akan pernah bisa mengorek apapun dari seorang Joni.


---------------------------------------------


Sementara itu di tempat lain, dua orang manusia masih saja menggerutu dengan kejadian kemarin, dimana mereka tidak mampu membuntuti Serena setelah dari pasar tradisional yang terlihat membeli barang mencurigakan. Keduanya masih memikirkan cara, bagaimana untuk bisa mencari kelemahan Serena. Jika Sherly ingin menjatuhkan karir dan juga nama baik Serena, maka Sarah ingin gadis itu menjauhkan diri dari suaminya, Farrel.


Sarah dan juga Sherly setuju untuk bekerja sama, karena mereka memiliki tujuan dan keinginan yang hampir sama, yaitu Serena. Tapi mereka terlalu meremehkan siapa itu Serena. Mereka juga tidak tahu kalau saat ini, mereka juga sedang dibuntuti oleh orang yang sengaja di perintahkan utuk mengawasi keduanya.


“Sarah, lo masih punya ide ngga?” Sherly duduk tepat di hadapan Sarah yang sedang mengaduk minuman dingin


“Emm…ada sih, tapi….”


“Tapi apa?” Sherly penasaran dengan ucapa Sarah yang menggantung


“Sebelumnya gue mau nanya. Lo pernah pergi ke dukun ngga?”


Sherly mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan Sarah. bukan soal pernah atau enggaknya, tapi soal ide ke dukun yang ternyata sama dengan isi otaknya.


“Pernah.” jawab Sherly singkat


“Kalau lo pernah, gue ngga perlu basa basi lagi. Begini.……………” Sarah menjelaskan ide dan rencananya pada Sherly. Cukup lama mereka berada di dalam kafe sambil mengahabiskan makan siang.


“Gue setuju sama ide lo. Gimana kalau kita pergi sekarang aja” ajak Sherly


“Kemana?” Tanya Sarah bingung


“Ya ke tempat orang yang bisa bantu kita.”


“Tapi gue ngga punya kenalan dukun yang sakti.” Sarah masih enggan melangkahkan kaki


“Gue punya” Sherly dengan semangat menyaut sling bagnya dan berdiri


“Maksud lo Bang Obi?” Sarah mencoba menebak orang yang di maksud oleh Sherly


“Ya elah. Emangnya orang pinter cuma dia doang. Lagian Bang Obi masih di rumah sakit. Ayo ah cepetan, gue punya langganan kok”


“Wait wait…maksud lo, lo pernah minta bantuan dukun buat ngerjain Serena, terus dukun itu mati?”


Sarah menganggukkan kepalanya tanda untuk membenarkan semua ucapan yang keluar dari mulut Sherly.


“Kok aneh ya” Sherly malah terlihat sedang berpikir keras dan kembali mendudukkan diri di kursi yang tadi dia tempati


“Aneh apanya?”


“Lo pernah pergi ke dukun buat ngerjain Serena, terus dukun itu mati. Farrel deketin Serena, terus malah babak belur dan masuk rumah sakit. Daaaan….oh ya, Bang Obi juga. Bang Obi tiba tiba masuk rumah sakit dengan cara yang aneh setelah kita ketemuan ama dia, dan gue yakin ini juga berhubungan dengan si Serena itu.”


Sarah mulai mencerna penjelasan Sherly yang menghubungkan semua kejadian kejadian di sekitar Serena.


“Kalau emang bener ini semua berhubungan dengan Serena, maka kita harus hati hati. Sesuai dengan omongan Bang Obi waktu itu, kita ngga boleh menganggu milik dari makhluk astral.” Sherly kembali mengerutkan alisnya dan diam sejenak


“Mengganggu milik makhluk astral. Menganggu milik makhluk astral” Sherly terus mengulangi ucapannya yang dirasa janggal


“Ah gue tahu!” Seru Sherly dengan suara yang sedikit keras, membuat kaget Sarah yang juga masih mencari korelasi atas semua kejadian yang dialami


“Mungkin yang yang di maksud Bang Obi adalah, kita jangan menganggu Serena karena ada makhluk astral yang menjaga tuh jal*ng” Sherly mengutarakan pendapatnya


“Serena punya pelindung, gitu maksud lo?” Sarah mulai mengikuti arah pemikiran Sherly yang terkenal dengan otak pintarnya


“Iya. Bisa jadikan. Coba aja lo pikir lagi deh, semua ini tuh berhubungan banget sama si cewek kegatelan itu”


Sarah dan Sherly masih bertahan di dalam kafe. Arah perbincangan mereka malah semakin serius.


***


Jujur nih ya


Si_Ro kepikiran untuk segera menamatkan cerita ini


Tapi, ada tapinya


Si_Ro masih punya banyak yang belum bisa ditumpahkan untuk cerita di novel kutumbalkan tubuhku


Rasanya tuh mbrundet gitu(ini bahasa jawa ya. tanya mbah google kalo pengen tahu artinya he her)


Hanya butuh nyari satu ujung, biar ketemu ujung keduanya


Masih mau nunggu kan?


Oh iya hampir lupa


Si_Ro mau ngucapin banyak terima kasih untuk semua yang udah ngasih like, komen dan juga vote


Up Rabu 080120 22:35