KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 43.



“Apa Serena sudah punya pacar Jon?” Tanya ibu Zahra


“Joni kurang tahu bu”


Joni malah merasa bersalah pada ibu Zahra. Kini wanita tua yang begitu disayanginya, terlihat sangat antusias bertanya tentang Serena. Padahal dia hanya ingin melakukan sesuatu untuk gadis itu, setelah dia melihat pemandangan menyakitkan pagi ini.


“Terus…apa kamu punya kenalan, yang kira kira cocok buat jadi calon Serena?” ibu Zahra semakin antusias


“Apa maksud ibu? Ibu mau menjodohkan mbak Serena, gitu?” Zahra kurang senang dengan reaksi sang ibu


“Mbak kamu itu gila kerja, terlalu sibuk nyari duit buat biaya berobat ibu sama biaya sekolah kamu Zahra, jadi ngga sempet buat nyari jodoh. Mungkin ibu harus bantu nyari seseorang yang pas buat dia” Jelas ibu Zahra


“Bahkan sekarang, mbakmu itu malah ngga akan pulang selama tiga hari karena tuntutan pekerjaan. Terkadang ibu merasa bersalah pada mbakmu Zahra. Kalau saja ibu ngga sakit sakitan dan menyusahkan Rena, mungkin mbakmu sudah berkeluarga dan punya anak.” Sambung ibu Zahra dengan nada sendu


Joni semakin menundukkan kepalanya, merasa bersalah karena sudah membahas hal paling sensitif untuk seorang ibu, yaitu nasib masa depan anak anaknya.


--------------------------------------------


Sarah dan Sherly memasuki salon langganan mereka sambil terus berdiskusi tentang rencana mereka untuk menjatuhkan Serena.


“Hai Miki…” ucap keduanya saat melihat owner salon yang mereka datangi


“Hai” balas Miki dan meneruskannya dengan cipika cipiki “Iih kalian jahara deh, kemana aja sih, kayaknya sudah seabad eike ngga ketemu pere’ cantik nan aduhai, sampe sepet nih mata” meluncurlah bahasa aneh bin ajaib milik Miki


“Kita ngga kemana mana kok Miki sayang. Ngga usah cemberut gitu dong, nanti gemulainya ilang” balas Sherly, menebar senyum


Miki memang selalu bersikap ramah pada semua langganannya, apalagi pada para model yang sudah sangat sering menggunakan jasanya untuk keperluan pagelaran show.


“Miki, kemarin Serena kesini ngga?” Tanya Sherly


“Ngga ada tuh, kenapose?” Miki menjawab sambil menyuruh anak buahnya, menyiapkan semua alat yang akan dia gunakan untuk meni pedi dua manusia yang sebenarnya kurang disukainya


“Kalau Serena kesini, dia sering ngomongin laki gue ngga?” Sarah penasaran


“Sapose? Si ganteng Farrel? Ngga ada tuh.”


“Gue minta alamat orang pinter langganan Serena dong Miki” ucap Sherly tiba tiba memotong pembicaraan


Yang jelas ini adalah pertanyaan jebakan, Miki harus bersikap hati hati. Dia tidak boleh memberikan reaksi yang nantinya akan membuat dua wanita cantik yang berdiri di depannya menjadi curiga. Miki juga tidak boleh salah bicara, karena ini menyangkut keselamatan dan kelangsungan karir sahabatnya, Serena.


“Orang pinter? Maksud yey kayak Albert Einstein, Christopher Hirata, atau yang paling eike banggakan, B.J habibie?” Miki menjawab dengan gaya inteleknya


“Serius Miki! Ngga usah sok ngga tahu deh. Gue yakin banget, kalo lo adalah orang yang paling tahu, siapa dukun langganan cewek kurang ajar itu!” Sherly menggeram kesal.


Sherly dan Sarah sudah sama sama emosi menghadapi Miki yang tidak bisa diajak kerja sama. Entah ada hubungan apa diantara keduanya, tapi Miki dengan terang terangan melindungi Serena, dan itu membuat Sarah maupun Sherly makin frustasi.


Niat mereka datang ke salon itu, bukan cuma untuk melakukan perawatan tapi juga ingin mengorek informasi tentang Serena, dan Miki adalah orang yang paling tepat untuk dimintai keterangan.


Sherly tidak bisa mendengar suara Sarah yang sedang membisikkan sesuatu pada Miki, dia tidak tahu kalau saat ini Sarah sedang mengancam Miki. Sherly hanya bisa melihat reaksi Miki yang terlihat sedang melebarkan kedua matanya dengan tubuh yang sedikit bergetar.


“Eike beneran ngga tahu cantik, mungkin…… mungkin supirnya tahu” jawab Miki asal dan berusaha menyembunyikan gugupnya


Miki bernafas lega, ketika Sarah mulai berjalan menjauhinya dan kembali duduk di kursi untuk melakukan perawatan di wajah serta tangan dan kaki. Dia sedikit menyesali jawaban yang baru saja meluncur dari mulutnya untuk menyumbat rasa penasaran dua manusia kejam di depannya.


Miki tahu kalau ini akan berakibat buruk untuk sang sahabat, Serena. Tapi dia juga perlu memikirkan nasib dirinya dan juga kelangsungan usaha yang sudah di jalankan puluhan tahun.


Kini Miki sedang berpikir, bagaimana caranya memberikan peringatan pada Serena tentang kejadian hari ini, setidaknya gadis itu bisa bersiap untuk menyelamatkan diri. Dia tidak mau melihat Serena lagi lagi mengalami hal menyakitkan, karena hidup gadis itu selalu saja kurang beruntung.


Mungkin untuk saat ini, karir Serena sedang berada di puncaknya, kontrak brand ambasador dan iklan yang berbaris menunggu antrian untuk mendapat tanda tangan kerja samanya.


Tentu Miki ikut merasa senang dengan itu, tapi dia juga harus tambah memperhatikan Serena dan juga memberinya peringatan, karena bukan tidak mungkin, akan ada banyak orang lagi yang merasa iri dan tidak menyukainya.


“Supirnya?” sarah menaikkan salah satu alisnya mendengar jawaban dari Miki


“Bener! Supirnya. Supir Serena pasti tahu semua tentang perempuan jal*ang itu, secarakan dia yang akan mengantar kemanapun majikannya pergi. Gimana kalau kita coba nyuap tuh orang?” Sherly menyela saat Miki akan berbicara


“Nyuap? Ngga masalah, gue punya duit” Sarah menyombongkan diri


“Tapi kalau cowok itu ternyata ngga doyan duit gimana?” Tanya Sherly ragu


“Lo suap aja pake keahlian lo, kehangatan ranjang” ucap Sarah pada Sherly. Mulanya Sherly terlihat tidak suka mendengar ucapan Sarah yang jelas jelas merendahkannya, tapi demi menghancurkan karir Serena, dia tidak akan mempermasalahkannya kali ini.


“Ok. Gue setuju. Kapan kita cari supir itu?”


“Nanti, setelah kita meni pedi. Lo ngga mau kan tuh supir malah ngga melirik lo sama sekali?”


Lagi lagi hinaan meluncur mulus dari mulut Sarah untuk Sherly.


“BRENGSEK!” batin Sherly


“Terserah lo aja deh” Sherly menyerah dan memilih merencanakan aksinya sendiri.


Keduanya menghabiskan waktu yang cukup lama di salon milik Miki.


Di luar, pasti orang akan melihat Sarah dan Sherly sangatlah dekat dan akrab, tapi di dalam mereka hanyalah orang orang licik yang saling memanfaatkan.


***


Up jum’at 100120 22:02


Selamat malam mingguan