
Serena sangat senang mendengar penjelasan Juan yang mengatakan kalau adik dan juga sopirnya belum meninggal, sejenak dia berpikir, dia harus membiarkan Juan pergi “Balaskan dendamku, buat mereka merasakan apa yang sudah mereka lakukan pada Zahra dan Joni”
Juan mengangguk “Akan aku laksanakan istriku. Aku pergi dulu”
Walau Juan adalah makhluk halus yang punya kekuatan dahsyat, tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada makhluk yang lebih kuat darinya. Serena tidak mau lagi kehilangan untuk yang kesekian kalinya.
“Iya, aku izinkan. Kau juga harus hati hati”
Juan mendudukan tubuhnya di sofa depan tv, memejamkan mata setelah memberikan senyuman pada Serena yang terlihat mengkhawatirkannya. Juan terkulai lemah dengan keadaan duduk, karena makhluk astral itu telah keluar dan meninggalkan tubuh yang dipinjamnya.
Suami Serena sengaja meninggalkan tubuh Juan, karena akan memperlambat gerakannya. Makhluk itu kembali ke wujud aslinya yang berupa asap berwarna merah terang yang kini sudah terbang melalui jendela yang pecah
---------------------------------------------
“Siapa yang kena Ki?” Tanya Sarah yang sudah kembali duduk dengan terus memegangi tangan Sherly karena takut dia akan berlari meninggalkannya
“Seorang perempuan” jawab Aki sambil mengatur nafasnya, dia merasakan lelah setelah melakukan penyerangan.
“Serena kan?” Sarah ingin kepastian
“Aku ragu untuk itu”
“Gimana sih Aki ini?! Kalau ngga bisa bilang aja ngga bisa, jangan ngasih saya harapan palsu terus dari tadi!” Sarah sudah tersulut emosi
“Hei perempuan tidak tahu diri, kau pikir ini pekerjaan mudah hah! Kalau kau mampu, lakukan saja sendiri!” Aki menghentikan serangan dan membalas ucapan Sarah yang meragukannya
“Buat apa saya bayar mahal Aki, kalau saya harus melakukannya sendiri?!” balas Sarah tidak kalah keras
“Kau belum membayarku! Aku belum menerima sepeser pun darimu! Kalau bukan karena Sherly yang membawamu kemari, aku sudah melemparmu ke luar sana. Membunuhmu bukan hal yang sulit untukku, ck dasar perempuan sombong!” Aki benar benar marah melihat Sarah yang berani melawan perkataannya
“Saya yang akan lebih dulu membunuhmu!”
Sarah segera beranjak, dengan luapan emosi membara yang membutakan mata hatinya, menyaut keris terdekat yang berjejer di tempat persenjataan. Menyerang Aki secara membabi buta walau tanpa keahlian bela diri apapun.
“Berhenti Sarah! Lo udah gila ya!” Sherly mencoba menyadarkan Sarah yang sudah di kuasai kemarahan.
Tanpa sengaja tangkisan Aki saat melawan Sarah malah mengenai Sherly, menyebabkan wanita itu terbentur tembok dengan luka parah di kepalanya. Sherly meringis sebelum akhirnya pingsan.
Suami Serena langsung memberikan pukulan keras pada Aki dan juga Sarah, tubuh keduanya terpental dengan jarak yang lumayan jauh.
“Berani sekali kalian menyerang istriku!”
“Dia yang menyuruhku!” teriak Aki sambil menunjuk Sarah
Makhluk itu langsung menarik kaki Sarah dan mengangkatnya, sampai tubuh Sarah tergantung terbalik di udara.
“Iya, aku yang menyuruhnya! Aku membayarnya untuk membunuh Ser---” belum selesai sarah menyelesaikan perkataanya, dia sudah terlempar dan tubuhnya membentur tembok rumah Aki sampai meninggalkan retakan disana.
“Aku juga akan membunuhmu! Karena kau juga melukai keluarga istriku” geram suami Serena
Aki tidak lagi memiliki kekuatan, tenaganya habis untuk melakukan penyerangan tadi. Kini dia hanya akan pasrah menerima pembalasan dari makhluk astral yang sedang membelit tubuhnya, menggulung gulungnya dengan erat dan semakin erat, bagai ular anaconda yang menghancurkan mangsanya.
Darah yang berasal dari tubuh Aki muncrat ke segala arah, menyisakan tubuh remuk dan kaku tanpa nyawa. Aki benar benar kehilangan nyawanya tanpa sempat menikmati upah jerih payahnya.
Sherly perlahan mengerjapkan matanya, kesadarannya belum sepenuhnyaa pulih. Saat dia merasakan sakit di kepalanya, tangannya otomatis terulur untuk memeriksa, dan dia dibuat kaget dengan darah yang mengalir dari kepalanya ke pelipis mata sebelah kanan.
“Aww ssht sakit” keluhnya
BRUUUK
Sherly melihat tubuh Aki jatuh ke lantai dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya. Sherly ketakutan, dia tidak pernah melihat kejadian mengerikan seperti ini. Keputusannya pergi ke tempat ini ternyata membuat dia terluka parah dan juga memakan korban.
“Tolong! Tolooong!” teriak Sarah, yang tubuhnya masih tergantung di udara.
“Aku akan menyiksamu sebentar ha haa haaa” ucap suami Serena sambil tertawa puas, karena telah berhasil membunuh dukun yang berniat mencelakai istrinya.
Sherly memaksa tubuhnya untuk bergerak meninggalkan ruangan itu, ruangan yang sudah di penuhi bau amis akibat darah Aki. Beringsut sedikit demi sedikit dangan penuh kehati hatian agar tidak menimbulkan suara, menuju pintu belakang rumah.
Belum sempat suami Serena membunuh Sarah, rumah Aki tiba tiba terbakar dari arah depan. Ada seseorang yang datang menyelamatkan Sarah, dan melempar makhluk astral itu kembali ke aparteman milik Serena.
***
Yang nulis ikut deg degan