KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 40.



Entah berapa kali Serena mencapai puncak kenikmatan karena ulah sang suami. Senyum lagi lagi terukir di bibirnya.


Tapi kekuatan tubuh Serena tidak bisa mengimbangi kekuatan makhluk yang masih semangat di atas tubuhnya. Saat Serena kehilangan kesadaran, suaminya terus saja mengarap tubuhnya yang sudah penuh dengan tanda tanda merah.


Tidak ada lagi kenikmatan yang bisa dirasakan oleh Serena.


Hilang sudah gairah yang tadinya begitu menggebu gebu, berganti dengan rasa perih dan sakit yang begitu menyiksa.


Tanpa disadari oleh Serena maupun suami astralnya, ada orang lain yang tertunduk sakit di balik pintu kamar khusus


“Kenapa mbak…..kenapa harus jalan ini yang kau pilih?”


Di balik pintu kamar khusus, Joni meneteskan air matanya. Hatinya hancur mengetahui Serena yang berada di dalam kamar itu.


Dia bisa dengan jelas mendengar suara desahan Serena dari dalam. Tapi dia tidak melihat dan tidak tahu siapa yang sedang bersama dengan Serena. Dia hanya tahu kalau yang sedang bersama Serena adalah seorang laki laki.


Subuh menjelang. Makhluk itu sudah menyelesaikan malamnya dengan Serena. Dia pergi meninggalkan Serena dengan senyuman menyeringai. Meninggalkan tubuh lunglai tak berdaya dan tanpa kesadaran.


Bang Jon yang sudah tidak tahan menunggu, menekan knop pintu dan masuk dengan kasar. Tidak ada sosok lain yang bisa dilihat oleh Joni selain tubuh polos Serena di atas ranjang.


Dia begitu miris melihat keadaan Serena yang pingsan. Tubuhnya sudah tidak lagi terlihat putih bersih. Yang ada adalah bekas tanda merah yang sudah mulai berganti warna menjadi keungu unguan.


Joni tidak lagi peduli siapa yang tadi bersama Serena, bahkan juga tidak ingin mencari sosok keberadaannya saat ini


“BRENGSEK!” geramnya


Joni menyelimuti tubuh lemah Serena. Mengangkat dan membawanya keluar dari kamar laknat itu dengan tetesan air mata.


Tidak dihiraukannya luka bekas oprasi yang ada diperutnya. Darah merembes dari balik kemeja yang dipakainya, tapi dia tidak peduli.


Perlahan Joni menurunkan tubuh Serena dari gendongannya. Dia takut akan menambah rasa sakit yang mungkin sedang menyerang Serena setelah pertarungan malamnya bersama makhluk itu.


Joni kembali mengusap sudut matanya yang masih menyisakan embun sedih. Hatinya begitu sakit menatap wajah pucat Serena yang terlelap.


“Kembalilah Serena…”


Joni mengenggam tangan Serena yang lemah, menciuminya dengan penuh kasih sayang.


Ini sudah saatnya dia kembali, tapi Joni sangat enggan meninggalkan Serena. Mungkin sebentar lagi rumah sakit akan gempar karena kehilangan salah satu pasiennya yang kabur.


“Apa kau akan baik baik saja jika kutinggal” ucapnya pelan di sebelah telinga Serena


Saat Joni bangkit dari duduknya, tiba tiba tangannya tertahan oleh Serena yang perlahan membuka mata.


“Terima kasih Bang Jon”


Joni membungkuk dan memberikan kecupan ringan di kening Serena yang belum sadar sepenuhnya.


“Istirahatlah….aku harus kembali ke rumah sakit”


“Hiks hiks” mendadak Serena terisak. Mungkin di alam bawah sadarnya dia menyesali kesalahan yang baru saja dilakukannya.


Joni mengusap pelan pucuk kepala Serena. Mencoba memberikan ketenangan dan juga kenyamanan. Serena pun mulai tertidur kembali, terbukti dengan suara dengkuran halus yang keluar dari mulutnya.


Joni kembali mengecup kening Serena, kali ini lebih lama dari sebelumnya.


Menarik selimut tebal yang berada di atas kasur kamar Serena dan menutup tubuh Serena sampai sebatas leher. Menutup pintu kamar dan juga mengunci pintu utama kamar aparteman dengan duplikat kunci yang dimiliknya.


Saat Joni membuka pintu kamar perawatannya, Zahra sudah menunggunya dengan wajah tertekuk.


“Darimana Bang Jon” Tanyanya sinis


“E…sa saya dari…cari sarapan. Iya cari sarapan” Jawabnya tergagap


“BOHONG! Bang Jon bohong sama Zahra. Iyakan? Zahra udah bangun dari sebelum subuh, tapi Zahra ngga liat Bang Jon”


Joni tidak memiliki alasan yang tepat untuk dia katakan pada Zahra sebagai pembelaan. Dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada Zahra, karena itu pasti akan membuat adik Serena itu bersedih, bahkan lebih sedih darinya.


***


Up Selasa 070120 12:05