KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 36.



“Besok malam jum’at kliwon” gumamnya


”Aku harus bisa segera pulang dari sini”


Joni buru buru mengembalikan handphone Serena ke tempatnya semula. Dia begitu mengkhawatirkan keadaan Serena yang mungkin telah mengambil jalan salah dan terus berada dalam cengkraman kegelapan.


Tapi dia juga tidak bisa gegabah untuk terang terangan mencampuri urusan pribadi Serena yang terbilang selalu tertutup. Joni akan melindungi wanita itu dengan jalan yang bisa dia lakukan dengan cara terhalus dan teraman untuk semua anggota keluarga.


“Apa malam ini, mbak tidur disini?”Tanyanya pada Serena, saat gadis itu telah kembali dari toilet


“Iya Bang Jon, Rena tidur disini. Tapi Rena mau keluar dulu cari makan ya”


Joni menatap langkah Serena yang berlalu dan akhirnya hilang dibalik pintu ruang perawatannya.


----------------------------------------------


Saat baru keluar dari dalam lift, Serena tidak sengaja bertemu dengan orang yang sangat tidak ingin dia temui.


“Ck ck ck…siapa ini”


Serena menghentikan langkah. Dia sangat mengenal suara dan nada mengejek dari ucapan yang keluar dari mulut itu, mulut wanita yang memilih untuk menjadi musuhnya. Bersiap menutup telinga untuk semua sindiran sindiran yang mungkin sebentar lagi akan terbang kearahnya, bagai serbuan lalat yang menjijikan.


“Ada apa lagi Sherly?”


“Ngga ada apa apa kok. Tapi justru gue yang mau nanya, kenapa lo jadi disini? Dari sekian banyak rumah sakit, kenapa lo harus ke sini? Lo ngga lagi ngumpet ngumpet jenguk Pak Farrel suaminya Sarah kan?” tuduh Sherly


“Maksud lo?”


“Lo ngapain ada di rumah sakit ini? Seharusnya sekarang lo ada di atas ranjang empuk milik bos Juan yang begis itu”


“Bos Juan?” Serena mengernyitkan alisnya tidak mengerti


“Ngga usah berlagak bego lo. Tadi gue liat lo jalan bareng sama bos Juan. Gue liat dengan mata kepala gue sendiri, lo jalan keluar dari tempat hiburan miliknya yang ada di pusat kota itu”


Serena diam sejenak untuk mencerna perkataan Sherly yang terus menatapnya penuh dengan kecurigaan. Kalau yang disebut Sherly itu adalah kejadian tadi, itu berarti dia melihat Serena jalan dengan laki laki sangar. Dan Serena baru tahu kalau laki laki sangar itu bernama Juan.


“Darimana lo tahu kalau dia itu begis? Apa…lo udah pernah main sama dia?” Serena membalikan ejekan dari Sherly


Sherly terhenyak, senyuman penuh kemenangan itu menghilang tak bersisa. Entah karena Serena yang telah berani membalikkan kata katanya, atau karena semua yang diucapkan Serena itu benar.


“Kenapa? Lo ngga usah kaget gitulah. Gue bisa ngerti kok Sher, kalau lo itu paling tidak bisa hidup susah. Gue juga tahu kok, dari mana asal semua kemewahan yang lo nikmati sekarang ini. Dan kita sama sama tahu, seperti apa jalan yang harus kita lewati untuk tetap berdiri di dunia kita”


Sherly tidak bisa menjawab sedikitpun. Dia masih diam dan menahan amarah dengan mengepalkan jari jari tangannya.


“JANGAN GANGGU HIDUP GUE. JANGAN USIL TENTANG URUSAN PRIBADI GUE. KARENA GUE BISA MELAKUKAN APA PUN, UNTUK MEMBALAS SEMUA PERLAKUAN LO! MARI HIDUP DAMAI SA HA BAT”


Serena meninggalkan Sherly yang kini bercucuran keringat dingin. Belum pernah Serena mengancamnya seperti ini. Biasanya Serena tidak pernah menanggapi atau membalas perkataannya. Itulah alasan kenapa Sherly sangat suka menyindir atau mengadu dombanya dengan Sarah.


Serena bukan lagi Serena yang dia kenal dulu. Serena yang sekarang adalah Serena yang sangat berbeda jauh dari biasanya. Bahkan tatapannya juga bukan lagi tatapan Serena yang penuh dengan jiwa kelembutan. Kini dimata itu terlihat penuh dengan tekat membalas yang sangat kuat.


“Gue harus memberitahu Sarah tentang hal ini” gumamnya yang langsung mengambil langkah cepat menuju mobilnya yang terletak diparkiran untuk menuju aparteman milik Sarah.


--------------------------------------------


“Siapa wanita tadi?”


“Kapan kau datang?”


“Jawab pertanyaanku? Siapa wanita tadi? Apa dia mengganggumu?”


“Dulu dia sahabatku. Tapi sekarang tidak lagi. Dan….”


“Dan?”


“Dia liat kita jalan bareng” Serena menjelaskan


“Apa aku boleh melenyapkannya?”


“JANGAN! Kau tidak perlu melakukan apapun padanya. Biar aku yang akan mengurusnya sendiri” Serena tidak mau menjadi pembunuh. Walaupun bukan dengan tangan sendiri, tapi dia akan tetap merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada Sherly karena dirinya. Biar bagaimanapun, pernah ada hubungan baik yang terjalin antara dirinya dan Sherly.


“Kenapa kau belum pulang ke aparteman? Kenapa masih berkeliaran di luar?”


“Malam ini aku akan menginap disini” jawab Serena yang sedang mengaduk kopi yang baru saja terhidang di meja restoran depan rumah sakit.


“Disini? Maksudmu dirumah sakit ini?” Serena mengangguk pada laki laki sangar “Kenapa?”


“Karena Bang Jon di rawat disini”


“Bang Jon? Apakah yang kau maksud itu adalah supirmu? Kalian akan tidur dalam satu ruangan? Berdua? Hanya berdua?!” Serena kembali mengangguk


“Kenapa harus menungguinya. Dia itu laki laki dan kau perempuan”


“STOP! Dia bukanlah laki laki seperti yang kau kira” Serena memotong ucapan yang terus keluar dari mulut laki laki sangar.”Dia adalah supirku! Satu satunya laki laki yang paling bisa kupercaya. Dia juga terluka karena membelaku. Kau yang kemarin menembaknya”


“Bukan aku! Tapi tubuh ini” laki laki sangar tidak terima dengan tuduhan Serena


“Ok. Tubuh itu. Tubuh yang sekarang kau bawa kemana mana. Dan mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan nama asli pemilik tubuh itu” Serena menunjuk laki laki sangar dengan pisau garpu yang sedang digenggamnya


“Siapa namanya” Tanya makhluk astral yang kini mendiami tubuh laki laki sangar yang sudah tidak bernyawa


“Juan. Manusia pemilik tubuh itu bernama Juan” ucap Serena


Laki laki sangar itu terdiam dan menimbang. Nama “Juan” sepertinya tidaklah buruk


“Aku akan menemanimu di rumah sakit” ucap Juan pada Serena, yang langsung mendapat tatapan tajam


“Tidak bisa! Kalau kau menemaniku ke rumah sakit, apa kata Bang Jon saat melihatku jalan dangan laki laki yang sudah menembaknya! Ngga usah macam macam ya. Lebih baik sekarang kau balik ke tempat hiburan itu lagi, dan bersikaplah seperti bos besar disana. Jangan menimbulkan kecurigaan apalagi masalah. Kau mengerti?!”


Juan menghela nafas panjang. Tidak mengira tawarannya akan ditolak mentah mentah oleh Serena.


“Baiklah…aku akan menjadi bos disana. Aku akan menggunakan ingatan ingatan yang masih tertinggal ditubuh ini untuk menjalankan usaha tempat hiburan itu. Haa….haaa…asik juga ya. Bisa menguasai tubuh manusia dan jadi orang yang ditakuti.”


“Cepat pergi. Aku tidak mau besok pagi ada berita tentang tentangku menghiasai majalah dan juga televisi yang berjudul -Serena, model papan atas jalan bareng bos hiburan malam-, apa kau mengerti?’


“Aku pergi” Juan bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Serena yang masih sibuk dengan makan malamnya. Tidak memperdulikan tatapan tatapan pengunjung lain yang berada disekitar mereka.


Serena hanya menggeleng gelengkan kepalanya.”Dasar! Bilang saja, kalau kau sedang cemburu dengan Bang Jon ck" gumam Serena


***


Akhirnya bisa up juga