KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 65



Sinar matahari pagi yang cerah, menembus melalui celah jendela kamar yang biasanya tidak ditempati. Jika biasanya kamar itu selalu diisi dengan kesunyian dan tak berpenghuni, malam tadi ada dua orang yang terlelap bersama dan berbagi ranjang.


Perlahan Serena mulai membuka mata, mengerjap berulang untuk mendapatkan penglihatan sempurna sebelum bangkit dari tempatnya bermimpi. Tangan besar dan hangat mencegahnya bergerak, tubuh miringnya terkungkung oleh pelukan yang erat.


“Joni…” gumam Serena.


Ditatapnya wajah yang masih memejamkan matanya, terlihat sangat tenang dan juga damai. Serena tidak bisa mengendalikan tangannya yang ingin menjelajahi lekuk tampan pria itu. Telunjuknya bergerak turun, mulai dari kening, alis tebal, mata yang terpejam, serta sepanjang tulang hidung.


Eeegghhh….


Sayangnya itu tidak bisa diteruskan, ketika telunjuk itu mendekati bibir, Serena harus menarik tangannya ketika mendengar suara erangan halus dari Joni, matanya ikut menutup lalu berpura pura tidur.


“Aku tahu kau sudah bangun,” ucap Joni.


Serena terpaksa harus mengakhiri sandiwaranya, wajah putih miliknya berubah warna menjadi memerah, karena hidung mancungnya di jepit oleh Joni dan membuatnya tidak bisa bernafas dengan lancar.


“Aauww….le pas”


Joni tidak bisa lagi menahan tawa, paginya benar benar terasa sempurna kala bisa melihat wajah cantik Serena ketika pertama kali membuka mata.


“Itu hukuman karena udah pura pura tidur”


“Rena ngga pura pura tidur kok,” elak Serena.


“Iya ngga pura pura tidur, cuma merem tapi sadar sepenuhnya. Iya kan?”


“Ngga!”


“Iya”


“Ngga!”


“Iy…”


Tok tok tok


“Rena….apa kamu udah bangun nak?”


Sontak Joni menjauhkan diri dari Serena yang semalam memintanya untuk menemani tidur. Entah dalam keadaan sadar atau tidak, yang jelas mereka berdua telah tidur bersama, di atas ranjang sama, berbagi kehangatan di balik selimut, dan itu semalaman.


Walau tidak tejadi sesuatu yang melebihi batas tapi Joni tetap tidak mau membuat ibu Serena berprasangka buruk padanya dan juga Serena.


Tok tok tok


“Ibu tunggu di meja makan ya,” teriak ibu Serena dari balik pintu.


Serena dan Joni bangkit dari atas kasur dan merapikan pakaian masing masing, sempat bertatap mata dan berakhir dengan sikap kikuk dari Joni yang malah membuat Serena senyum senyum sendiri.


Ibu Serena sudah menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga, tidak lupa membuat 2 gelas air lemon hangat untuknya dan Serena, sedangkan untuk Joni, Ibu Serena membuatkan sacangkir kopi hitam.


“Bang Jon….hari ini Rena ada pemotretan, sarapannya agak cepet ya, kita anterin ibu dulu ke rumah sakit.”


“Iya mbak,” ucap Joni.


Sejenak Ibu Serena menatap anak sulungnya, anak yang kemarin membuat kehebohan dengan semua tangisan dan rengekan. Hari ini anak itu telah kembali seperti biasanya lagi bahkan bersikap seperti tidak pernah terjadi apa apa.


Tentu itu sangat melegakan. Tanpa sadar Ibu Serena tersenyum, dia ingat kejadian semalam yang tidak menyangka akan melihat Serena tertidur dalam pelukan Joni yang telah lama menjadi sopir anaknya itu. Terbangun di tengah malam karena merasa tidak nyaman dan berakhir dengan memeriksa Serena yang tidur di kamar sebelah.


---------------------------------------------


Hari hari selanjutnya berjalan seperti biasanya, Zahra sudah sembuh dan juga kembali ke pekerjaanya kembali. Serena juga sibuk dengan segala acara fashion show dan pemotretan, baik untuk pakaian mahal dan perhiasan tapi ada juga syuting iklan.


Jangan bertanya tentang Adit, karena laki laki itu seolah hilang ditelan bumi, dia tidak lagi muncul di hadapan Serena sejak malam dimana Joni memukulnya. Sedangkan Farrel, dia sedang dihadang oleh banyak pekerjaaan yang membuatnya tidak bisa menemui Serena.


“Kenapa mbak?” Joni bertanya pada Serena yang terlihat sedang kesal.


“Juan kemana ya Bang Jon? Udah hampir dua minggu Rena ngga bisa hubungin dia, handphonenya selalu ngga aktif,” keluh Serena.


Joni terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa, Juan menyuruhnya untuk mencari alasan yang bagus jika Serena menanyakannya.


“Bang Jon! Kok malah bengong sih?”


“Waktu Bang Jon nganterin Juan ke club, dia ada titip pesen ngga buat Rena?”


“Emm… ngga ada mbak, dia cuma bilang mau berobat, itu aja. Memangnya kenapa?”


“Ya ngga papa, Rena cuma nanya aja. Tapi….sebenarnya Rena agak takut Bang Jon, takut kalau sakitnya itu parah. Dia sakit kan gara gara Rena,” lirih Serena


“Tenang aja mbak, Juan pasti sembuh. Dia kan bukan manusia biasa kayak kita,” ucap Joni mencoba menenangkan.


Serena menghela nafas, hatinya benar benar tidak tenang. Malam itu Juan telah melindunginya dan juga Zahra adiknya. Laki laki itu terluka, tapi tidak bisa diobati dengan pengobatan rumah sakit walau dengan peralatan yang canggih.


“Iya…semoga dia bisa sembuh secepatnya,” gumamnya.


Drrrt drrrt drrrt


“Ada apa nih sama manusia jadi jadian?” tertera nama Miki di layar, Serena menekan tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya di samping telinga.


“Kenapa Miki?”


“Hai say…lo udah dengar gosip terbaru belom?”


“ya elah…lo nelpon gue cuma mau ngomongin gosip?” cibir Serena.


“Eh eh eh…ini bukan gosip biasa ciiiin, ini gosip spektakuler sejagad raya.”


“Hemm, emang gosip apa?” Serena menjawab malas.


“Yey masih kenal Sherly sama Sarahkan cin?”


“Kenapa dengan mereka?”


----------------------------------------------


“Kenapa mama melakukan ini?”


“Memang kenapa? Mama melakukan ini semua cuma buat kamu Dit. Mama ngga mau kamu bernasib sama kayak mama, yang cuma bisa diam aja saat orang yang kita cintai dimiliki oleh orang lain.”


“Tapi bukan kayak gini caranya ma….”


“Ini cara tercepat Dit. Serena akan belajar mencintai kamu dengan sendirinya, kalau dia udah jadi milik kamu.”


“Adit mau Serena benar benar mencintai Adit tanpa paksaan ma….”


“Apa kamu bisa bikin dia jatuh cinta sama kamu? Bukankah dulu kamu juga sudah berusaha, dan apa hasilnya?”


“.…….”


“Dit, mama sayang sama kamu nak, mama mau kamu mendapatkan semua yang pengen kamu miliki, semuanya. Mama akan melakukan apapun untuk bisa bikin kamu bahagia.”


Pertengkaran panjang yang terjadi di tengah malam akhirnya dimenangkan oleh Yuli, dia selalu bisa membuat anaknya tidak bisa membantah. Dangan alasan yang selalu sama, yaitu kebahagiaan Adit.


Adit meninggalkan Yuli tanpa permisi, hatinya merasakan kekecewaan yang mendalam, meski dia ingin mendapatkan Serena seutuhnya, tapi dia tidak suka dengan cara yang dipilih oleh sang mama.


Yuli kembali ke kamar kecil yang tadi di tinggalkan, kamar itu cukup berantakan dengan banyak barang pecah berserakan, karena tadi Adit sempat marah dan mengobrak abrik semua isinya.


“Ck ck ck dasar anak bodoh! Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan rencanaku”


Lalu Yuli mulai membereskan kamar itu, dengan mulut yang tidak henti hentinya untuk menggerutu.


.


.


.


***


Crazy up 5


Likenya jangan cuma di chapter terakhir ya