
Joni berkali kali melebarkan matanya dan juga mengusapnya perlahan, memastikan dirinya tidak sedang bermimpi dan dalam keadaan sadar sepenuhnya. Tadinya dia berencana untuk tidur, setelah kepergian Zahra yang mengantar pulang ibu dan juga Bi Sari.
Belum juga Joni memejamkan matanya, tiba tiba pintu kamar perawatannya terbuka lebar tanpa ada sebuah ketukan terlebih dahulu, “Benar benar tidak sopan!” runtuknya dalam hati tanpa melihat siapa yang berjalan mendekatinya.
Dua wanita cantik, dengan tinggi semampai dan juga body langsing bahkan super langsing melenggang dengan kepongahan yang membuat Joni memutar malas matanya.
“Hai…perkenalkan, gue Sherly. Gue temen Serena, bos lo” ucap Sherly dengan pengucapan yang sengaja di buat manja menggoda
“Heh! Teman? Teman dari hongkong.” batin Joni menyindir
“Gue Sarah, sahabat majikan lo”
“Apalagi ini, sahabat? Yang ada lo musuh sejatinya mbak Rena” lagi lagi batin Joni mengumpat
Joni masih diam tanpa kata, tidak memberikan respon apapun pada dua manusia yang sedang mengumbar keseksian tubuhnya di hadapan laki laki normal seperti Joni.
Karena tidak mendapat perhatian yang diinginkan, Sherly berjalan maju mendekati ranjang tempat Joni yang bersandar di kepala ranjangnya. Sherly duduk tepat di samping Joni dan menempelkan pahanya yang tidak tertutupi kain ke tangan Joni yang tergeletak di kasur.
Bukannya senang, Joni malah langsung mengibaskan tangannya yang tadi sempat bersentuhan dengan paha Sherly dengan rasa jijik yang tidak di tutup tutupi. Dia tidak pernah menduga akan mendapat perlakuan yang tidak senonoh, bahkan bisa di sebut dengan pelecehan.
Sarah yang melihat kejadian itu, hanya tersenyum tertahan. Dalam hatinya dia mengejek, wanita secantik Sherly bahkan tidak mampu menarik perhatian laki laki yang hanya berprofesi sebagai seorang supir.
Jika diluar sana banyak sekali kasus yang menjelekkan laki laki karena melakukan pelecehan terhadap perempuan, maka dalam kasus ini, Jonilah yang mendapat pelecehan dari perempuan yang terlihat sangat kegatelan. Apakah dia juga boleh melaporkan itu pada polisi?
“Mas ganteng kenapa bisa begini? Apa ini masih sakit?” Ternyata Sherly tidak menyerah begitu saja.
“Saya baik baik saja” Joni menjawab malas
“Benarkah? Tapi di mata gue, lo malah terlihat ngga baik baik saja” Sarah menyanggah ucapan Joni
“Mau apa kalian kesini?” Tanya Joni heran
“Mas gantengkan orang terdekat Serena, itu berarti orang terdekat kita juga. Masa kita ngga boleh jenguk kalau tahu mas ganteng lagi sakit” Sherly masih duduk di ranjang dekat dengan Joni
Sherly dan juga Sarah tentu sudah lama tahu siapa supir setia Serena, tapi mereka tidak pernah menduga, kalau pria itu ternyata memiliki wajah rupawan, apalagi kalau dilihat dari dekat seperti ini.
Kalau saja Joni sekaya Farrel, pasti Sarah akan lebih suka mengejar laki laki ini daripada merebut pacar Serena. Walaupun itu tidak akan jauh berbeda artinya, Farrel yang jadi pacar Serena dan juga Joni yang menjadi supirnya.
Kini Sarah makin tidak menyukai Serena. Dia begitu iri dengan kenyataan akan keberuntungan gadis itu, yang di kelilingi oleh laki laki baik dan juga tampan dengan sukarela melindunginya.
“Gue akan bayar lo berapa pun yang lo minta, asal lo mau jadi supir pribadi gue” Sarah mencoba peruntungan
Sarah bisa melihat keterkejutan di mata Joni.
“Berapa pun gaji yang lo minta, gue kasih” kembali dia mencoba merayu Joni dengan iming iming gaji besar.
Kalau orang lain yang mendapat penawaran seperti itu, pasti akan langsung mengatakan iya tanpa setitik pun penolakan.
Tapi tidak dengan seorang Joni.
Joni bukan seorang yang gila uang. Yah tentu. Siapa sih yang tidak butuh uang? Tapi bukan uang yang menjadi alasan utamanya mencari pekerjaan. Dia tipe orang yang bekerja dengan hati. Apalagi dia juga bukan laki laki yang haus akan keseksian seorang perempuan. Eits! Bukan berarti dia tidak normal.
Bekerja sebagai supir serena, Joni bisa mendapat gaji dan juga kehangatan keluarga. KELUARGA?. Iya, itulah satu kata yang sangat dirindukan Joni. Terlahir sebagai yatim piatu dan hanya mempunya Bi Sari sebagai saudara, membuat Joni begitu nyaman bekerja di bawah perintah Serena.
“Memang berapa yang bisa anda berikan?” Joni berpura pura antusias
“Berapa pun. Gue orang kaya. Jaaaauh lebih kaya daripada Serena” Sarah menyombongkan diri
“Selain punya wajah ganteng, ternyata mas ini orangnya pinter ya” Sherly mencolek dagu Joni yang mulai ditumbuhi bulu halus dengan ujung telunjuknya.
Joni hanya melirikkan matanya tajam, tanda tidak suka mendapat sentuhan kecil dari Sherly yang dengan tidak tahu malu menggodanya.
“Lo cuma harus setia sama gue, dan menjawab semua pertanyaan gue dengan jujur” jawab Sarah
“Setia dan menjawab jujur? Jujur tentang apa?” Joni bingung
“Ya semuanya. Apapun pertanyaan gue, lo harus jawab dengan jujur”
“Kalau saya tidak tahu jawabannya?”
“Ngga mungkin lo ngga tahu?”
“Tentang apa?”
“Tentang dukun langganan Serena!”
NO!!
Sarah keceplosan. Dia meruntuki jawaban yang keluar dari mulutnya. Dia juga tidak menduga, kalau Joni pandai bermain kata sampai dia terjebak dan akhirnya membuka rahasia yang disembunyikan, terlebih dia mengucapkannya dengan mulutnya sendiri.
Joni sedikit menyunggingkan senyum kemenangan. Sarah dan Sherly tidak akan bisa melihat senyuman itu, karena Joni langsung menyembunyikannya dengan wajah datar yang sudah dia pasang.
Joni menggunakan metode tanya dan jawab cepat. Terdengar seperti sebuah konfrontasi, tapi itulah yang sengaja di lakukan untuk mengetahui keinginan lawan.
“Apa barusan lo ngejebak gue!?” geram Sarah
“Menjebak apa? Saya hanya seorang supir Nyonya Farrel, dan saya ngga pinter ngomong, pendidikan saya juga rendah” elak Joni
Sarah merasa kalau dia berhadapan dengan orang yang tidak sepantasnya dia remehkan. Tapi mendengar jawaban dari Joni, dia mulai mengendorkan rasa marahnya, mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja.
“Lo bener, lo emang hanya seorang supir. Jadi berapa gaji yang lo minta? Lo pasti ngga maukan terus terusan jadi supir orang miskin kaya Serena?”
Joni mengerutkan alisnya, memikirkan bagaimana caranya dia menyudahi percakapan yang tidak bermutu ini. Tapi berbeda dengan Sarah, dia malah tersenyum melihatnya kerutan di dahi Joni, dia berpikir kalau Joni mulai bimbang dan ragu. Sarah berkeyakinan kalau laki laki itu pasti sudah tergiur dengan semua ucapannya.
Pintu terbuka lebar, menampilkan Zahra yang kembali dengan membawa tas berisi pakaiannya.
Joni merasa lega dan terselamatkan
Sarah dan Sherly beradu pandang, mereka sepakat menyudahi sementara obrolan ini.
“Pikirkan baik baik. Kita pergi dulu” ucap Sarah sambil melangkah pergi. Sementara Sherly kembali mencolek dagu Joni yang membuat dia ketagihan.”Sampai jumpa lagi ganteng” bisiknya di telinga Joni
Zahra memandang tidak suka pada wanita wanita itu. Dia tidak tahu banyak tentang lingkungan kerja sang kakak, tapi dia tahu kalau dua orang yang baru saja mengunjungi Joni adalah model model terkenal, karena dia pernah melihat mereka di tv.
.
.
.
***
Up Minggu 120120 14:43