KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 46.



Sarah mengikuti Sherly yang berjalan memasuki rumah tua itu perlahan, seolah di setiap langkahnya, ada yang mengikuti dan mengawasi. Tercium bau wangi yang begitu menyengat menusuk indra penciumannya, dan itu membuat nafasnya jadi tersengal.


Sherly tidak memperdulikan raut wajah Sarah yang ketakutan, dia malah menyunggingkan senyum tertahan, karena bisa dengan jelas melihat pucat pasi Sarah.


Laki laki yang tadi menyambut mereka, memberikan instruksi pada tamunya untuk duduk terlebih dahulu, sambil menunggu pemilik rumah yang ingin di temui oleh Sarah dan juga Sherly.


“Tempatnya serem ya Sher” sarah berbisik


“Lo takut?” akhirnya Sherly mendapat kesempatan untuk mengejek wanita itu


Sarah membuang pandangannya, tidak ingin Sherly melihat sedikitpun kelemahannya “Nggaklah!”


Sherly menopangkan dagunya dengan satu tangan, sengaja menghadapkan wajahnya dekat dengan Sarah, mengucapkan kata dengan sedikit berbisik “Mau lanjut atau mundur?”


“Jelas lanjutlah. Gue harus bisa bikin Serena menderita, atau lebih bagusnya menghilangkannya dari dunia ini” Jawaban mantap Sarah berikan dengan berani


“Ya udah, lo duduk manis dan tunggu sebentar lagi”


“Lo ngga sekalian minta pelet ?”


“Buat apa?”


“Buat sopirnya Serena yang kata lo ganteng itu” Sarah berbisik diiringi seringai mengejek. Jelas itu adalah hinaan yang kembali harus diterima oleh Sherly, karena penolakan dari laki laki itu terjadi di depan mata Sarah.


“Ngga perlu. Gue punya cara lain, buat bikin dia bertekuk lutut di kaki gue”


“Oh ya? Pake apa? Pake selangk*ngan lo?”


Sherly mengepalkan tangannya, emosinya yang sudah naik dari tadi hampir meledak. Ingin rasanya dia menampar mulut jahat Sarah yang terus terusan mengeluarkan kata kata yang menyakitkan untuknya.


Sherly berdiri dari duduknya dengan geram dan menatap tajam pada Sarah “Gue tahu siapa lo Sarah, kita sama sama tahu kebusukan masing masing, semua hinaan yang keluar dari mulut lo itu juga berlaku buat lo sendiri, jadi ngga usah sok paling bener disini”


Sarah terdiam seketika, ucapan Sherly semuanya benar. Dia bukan orang yang lebih baik dari Sherly, dia juga pernah menjalani kehidupan yang sama seperti Sherly, dia bahkan menjadi pelakor di dalam hubungan Serena dan Farrel, merebut pria itu dengan cara licik.


Keduanya terdiam, saat orang yang tadi menyambut mereka menyampaikan pesan agar mereka masuk ke sebuah ruangan, dimana ada laki laki tua disana yang sedang duduk bersila dengan sesaji di depannya.


-


“Gimana? Aki bisa membantu kami berdua kan?” Sherly mewakili Sarah untuk bertanya pada laki laki pemilik rumah yang mereka kunjungi saat ini


“Hmm…Aki perlu waktu untuk melakukan keinginan kalian” jawabnya


“Berapa lama Ki?”


“Orang yang kalian incar ini agak sulit ditangani, dia punya pelindung yang sangat kuat. Dia juga sudah melakukan perjanjian khusus dengan makhluk halus yang tidak semua orang bisa memiliknya. Saya perlu waktu untuk bertapa dan juga berpuasa agar bisa mengimbangi kekuatan dari makhluk itu.” jelas Si Aki


“Saya akan membayar berapapun, asal Aki bisa membuat perempuan itu mati” ucap Sarah dengan nada semangat


Laki laki yang di panggil dengan sebutan Aki itu tersenyum, sedikit ragu tapi juga tergiur dengan uang yang ditawarkan.


“Aki akan mengusahakannya, tapi Aki juga perlu memikirkan keselamatan diri Aki sendiri. Jika salah langkah, yang ada nyawa Aki akan melayang, dan itu juga akan memberikan dampak buruk pada kalian”


“Apa maksud Aki?”


“Kalau Aki sampai kalah saat melawan, maka dia akan mengincar orang orang yang telah mengirim Aki untuk mengusik hidup orang yang dilindungi oleh makhluk itu, dan itu adalah kalian. Apa kalian mau sembarangan bertindak?”jelas Aki


Sarah dan Sherly beradu pandang, sedikit merasakan ngeri akan dampak yang di sebutkan oleh Aki.


--------------------------------------------


Keesokan harinya…


Serena baru saja menghabiskan makanan yang dia pesan lewat aplikasi online. Dengan keadaan tubuhnya saat ini, dia sangat malas keluar apartemen hanya untuk mencari makan, tentu dia akan lebih memilih memanfaatkan layanan yang tersedia dengan mudah.


“Apa kau sudah baik baik saja?” Joni


“Ck sopir songong” gumam Serena yang kemudian menggerakkan jemarinya untuk mengetik sebuah balasan.


“Ya”


Serena kembali menarik kedua ujung bibirnya, melengkung indah membentuk sebuah senyuman tanpa sadar. Tapi itu tidaklah bertahan lama, wajahnya langsung berubah total saat handphonenya bergetar karena ada panggilan masuk, menampilkan nama orang yang pernah menyakitinya.


Dia mengabaikan panggilan pertama dan kedua, sampai akhirnya dengan malas dia menekan layar yang berwarna hijau untuk membuka obrolan. Menarik nafas terlebih dahulu serta menghembuskannya perlahan, dia mengumpulkan kesabarannya untuk menghadapi omongan orang di ujung telepon.


“Hallo”


“Sayang…kau dimana? Bisakah kita bertemu? Aku ingin membicarakan hal penting denganmu”


“Hal penting apa?”


“Tentang istriku” sejenak perkataan itu terhenti seolah ingin mengoreksi “Emm maksudku… ini tentang Sarah dan juga Sherly” dan benar juga, perkataan itu di revisi


“Kenapa dengan istrimu?” Serena sengaja menekankan kata istrimu


“Sepertinya mereka punya rencana jahat padamu”


“Rencana jahat apa?” Serena benar benar malas berlama lama berbicara dengan si penelpon


“Sebaiknya kita ketemuan saja ya biar lebih jelas, dan….”


“Dan?”


“Aku kangen kamu sayang”


Tanpa bersuara, Serena menjulurkan lidahnya dengan gerakan seperti orang yang mau muntah, perkataan yang dia dengar otomatis membuatnya sedikit mual.


Lengang beberapa saat


Serena butuh waktu berpikir untuk menerima atau menolak ajakan laki laki itu, ini mungkin akan berakibat buruk, tapi dia juga penasaran ingin tahu rencana jahat apa yang disusun oleh Sarah dan Sherly.


“Hallo sayang…kau masih disitu?” suara Farrel mengagetkan Serena


“Baiklah. Kapan? Dimana?”


“Kalau bisa sekarang, di kafe tempat biasa kita kencan dulu”


Oh ya ampun, kenapa harus disana? Padahal Serena sangat membenci tempat itu, karena kafe yang akan dia tuju pasti akan membuatnya kembali mengingat masa masa indahnya bersama Farrel. Pasti laki laki itu sengaja ingin menggoda Serena kembali.


“Aku jemput ya?” Farrel menawarkan diri


“Tidak perlu! aku akan kesana sendiri”


Jawaban Serena mengecewakan hati Farrel, dia sengaja menawarkan jemputan supaya dia bisa mengulang hari harinya dulu, saat masih menjadi pacar gadis itu. Farrel merindukan momen momen bersama Serena yang masih begitu dicintainya.


“Baiklah, aku tunggu di tempat”


Sambungan telepon berakhir, menyisakan senyuman yang muncul di wajah Farrel, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan wanitanya. Wanitanya?


Sebelum menelpon Serena, Farrel mendapat kabar dari anak buahnya, yang dia perintahkan khusus untuk mengikuti dan memata matai Sarah. Farrel ingin melindungi gadis itu, mengupayakan keselamatannya dengan cara sembunyi, walaupun dia tahu kalau Serena membencinya.


Dia akan berusaha membuat Serena mengingat kembali cinta mereka yang sempat tertunda karena kebodohannya. Memberikan perhatian yang lebih dan pada akhirnya membawa gadis itu ke pelukannya seperti dulu.


***


Up ketiga, senin 130120 08:58